Meskipun demikian, Polres Lampung Timur berharap dapat segera menangkap para pelaku ini dalam waktu dekat.
“Operasi penangkapan yang cermat dan profesional sedang dipersiapkan untuk memastikan keadilan dan menegaskan bahwa tindakan ilegal semacam ini tidak akan ditoleransi,” tegasnya.
Masyarakat setempat dan semua pihak yang peduli terhadap lingkungan dan konservasi alam diharapkan untuk mendukung upaya penyelidikan dan penangkapan ini.
“Salah satunya dengan memberikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang dan bersama menjaga kelestarian TNWK,” tandasnya.
Karhutla Terburuk
Kebakaran lahan yang melanda Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung Timur dikatakan sebagai yang terparah dalam 5 tahun terakhir.
Baca juga : Eva Dwiana Wanti-wanti Warga Jangan Bakar Sampah
Keadaan ini sangat mengkhawatirkan mengingat dampak besar yang ditimbulkan oleh bencana ini pada ekosistem kawasan tersebut.
Dilaporkan bahwa salah satu faktor utama yang memperparah situasi ini adalah dampak dari peristiwa El Nino.
Hingga menyebabkan banyak ilalang dan pohon mengering dengan cepat, menciptakan kondisi yang sangat rentan terhadap api.
Dalam kurun waktu kurang dari 2 bulan, tercatat bahwa sekitar 270 hektar lahan dari total luas TNWK yang mencapai 125.621,30 hektar telah terbakar.
Meskipun berita baiknya adalah bahwa 6 titik api telah berhasil dipadamkan sejak kemarin.
Tim gabungan yang melibatkan pihak TNWK, Polri, TNI, serta pihak swasta, masih menjalankan operasi penjagaan dan penyisiran untuk mengantisipasi adanya bara api yang tersisa.
Upaya pemadaman dan pengendalian kebakaran terus berlanjut untuk meminimalkan kerusakan lebih lanjut pada lingkungan dan satwa liar yang tinggal di kawasan ini.
Plt Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas, Hermawan, menjelaskan bahwa El Nino tahun ini telah menjadi penyebab utama meluasnya karhutla.
“Dampak El Nino mengakibatkan panas yang begitu dahsyat, sehingga mengeringkan sejumlah besar ilalang dan pohon, menjadikannya sangat mudah terbakar oleh api,” kata dia, Sabtu, 7 Oktober 2023.
Hermawan menggambarkan situasinya sebagai suatu tantangan yang luar biasa, di mana suhu yang tinggi dan cuaca yang kering menciptakan kondisi ideal bagi api untuk merambat dengan cepat.
“Banyaknya lahan yang terbakar dalam waktu singkat menunjukkan betapa rentannya kawasan ini terhadap perubahan iklim yang ekstrem,” pungkasnya.
Baca juga : BMKG: Lampung Terdampak El Nino
