Lappung – Petualangan kriminal RS (22), pemuda asal Lampung Timur, akhirnya terhenti di tangan Tim Unit Ranmor Satreskrim Polresta Bandarlampung.
Sepak terjangnya tak main-main, dari hasil pemeriksaan, RS disinyalir telah menggasak sepeda motor di 23 lokasi berbeda di wilayah Kota Bandarlampung.
Terbongkarnya sindikat ini bermula dari laporan pencurian di kawasan Enggal. RS tak berkutik saat diringkus petugas setelah identitasnya teridentifikasi melalui serangkaian penyelidikan.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, membenarkan penangkapan tersebut pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Ia menyebutkan bahwa penangkapan RS merupakan tindak lanjut dari laporan korban yang kehilangan motor di parkiran Indomaret depan MTsN 1 Bandar Lampung, Jalan KH Dahlan.
“Berdasarkan laporan itu, tim bergerak cepat melakukan penyelidikan intensif. Alhamdulillah, pelaku berhasil diamankan dan mengakui perbuatannya saat diinterogasi,” jelas Yuni, Senin, 26 Januari 2026.
Dalam menjalankan aksinya, RS tidak bekerja sendirian. Ia berduet dengan rekannya berinisial A yang kini telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).
Polisi menyebut modus operandi mereka cukup rapi dan terstruktur.
Peristiwa di depan MTsN 1 pada Selasa, 11 November 2025 lalu menjadi gambaran cara kerja mereka.
Memanfaatkan situasi parkiran yang lengang pada sore hari, kedua pelaku berbagi peran.
Rekan RS bertugas memantau situasi sekitar, sementara RS bertindak sebagai eksekutor atau pemetik yang merusak kunci kontak kendaraan korban.
Fakta mengejutkan terungkap saat polisi melakukan pengembangan kasus.
RS ternyata merupakan spesialis yang cukup licin.
Pengakuan tersangka menunjukkan bahwa duet ini telah beroperasi di sedikitnya 23 Tempat Kejadian Perkara (TKP) di penjuru Bandarlampung.
“Ini masih terus kami kembangkan. Jaringan ini terbilang aktif dan sangat meresahkan masyarakat,” tegas Yuni.
Saat ini, RS telah ditahan di Mapolresta Bandarlampung untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk rekaman CCTV dan pakaian yang dikenakan pelaku saat beraksi.
Sementara itu, perburuan terhadap rekan pelaku, A, terus digencarkan.
