Febriana menyampaikan Disdukcapil menghadapi sejumlah tantangan dalalm melakukan pendataan dan perekaman adminduk.
“Agak lama melakukan perekaman karena kekurangan penyandang disabilitas seperti perekaman fokus mata, dan ambil sidik jari,” ujar dia.
Ditambah lagi dengan perilaku sebagian masyarakat yang menganggap penyandang disabilitas adalah aib dan hal memalukan.
“Sebagian masyarakat masih ada yang menganggap itu aib, tapi ada yang biasa saja,” tutup dia.
Kepala Disdikbud Kota Bandar Lampung, Eka Afriana, berharap pendataan penyandang disabilitas di Bandar Lampung bisa 100 persen.
“Menyangkut data untuk anak usia sekolah dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, adanya di Dinas Pendidikan,” kata dia.
Baca Juga : Harga Gula Naik di Pasar Tradisional Bandar Lampung
Sebelumnya Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengaku siap memenuhi hak penyandang disabilitas terkait adminduk.
“Bandar Lampung siap melakukan pendataan dan perekaman dengan harapan 100 persen penyandang disabilitas bisa memiliki e-KTP dan KIA,” kata dia.
