Sementara, kontroversi muncul seiring munculnya hasil peringkat 1 dunia pengunggah video penyiksaan hewan oleh SMACC ini.
Sejumlah netizen meragukan validitas dan metodologi laporan tersebut.
Baca juga : Lampung Masuk Daftar Provinsi Paling Rawan Politik Uang
Dilihat dari laman databoksid pada Kamis, 5 Oktober 2023, beberapa argumen banyak diajukan oleh mereka yang meragukan.
“Ah penasaran kontennya spt apa? Jangan2 video penyembelihan hewan kurban termasuk,” tulis @as***.
“Videonya mana sih? Instagram saya baik baik aja…Seribu itu bukannya banyak. Kmn?,” timpal @agu***.
“Penyiksaan hewan yang di post dari luar negri trus dikirim ke grub wa keluarga, trus pada nyebar karena itu indo teratas,” kata @alb***.
“Mungkin jadi, banyaknya unggahan video tsb karena linier dengan kasus penyiksaan hewan juga.
Begitupun sebaliknya. Atau bisa jadi dengan konsep “bikin viral”, suatu kasus baru akan dapat diatensi dan penanganan hukum oleh aparat. Atau ada alasan lain,” kata @apr***.
Meskipun ada keraguan dari sebagian netizen, penting untuk diingat bahwa isu penyiksaan hewan adalah masalah serius yang tidak boleh diabaikan.
Laporan ini, meskipun mungkin kontroversial, telah membawa perhatian publik terhadap isu ini.
Dan hal itu dapat mendorong tindakan lebih lanjut baik dari platform media sosial maupun pemerintah.
Penting untuk memahami bahwa isu penyiksaan hewan adalah masalah global yang memerlukan kerjasama lintas negara dan perhatian serius dari masyarakat.
Bukan hanya tanggung jawab SMACC atau pihak-pihak yang meragukannya, tetapi juga tugas kita semua.
Tak lain untuk berkontribusi dalam melindungi makhluk-makhluk yang rentan di seluruh dunia.
Daftar Peringkat





Lappung Media Network