Lappung – Sonny Zainhard Utama, secara aklamasi kembali terpilih untuk menakhodai Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pesawaran untuk periode 2025-2029.
Keterpilihannya diputuskan dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) yang digelar pada Selasa, 19 Agustus 2025.
Baca juga : Baru Dilantik, KONI Lampung Langsung Tancap Gas Bidik Tuan Rumah PON 2032
Kembalinya Sonny ke pucuk pimpinan organisasi olahraga di Pesawaran ini menjadi sorotan, mengingat rekam jejaknya yang pernah diwarnai penahanan oleh Polda Lampung pada Maret 2023 lalu.
Sepi Peminat
Proses pemilihan ketua KONI Pesawaran kali ini berjalan tidak biasa.
Meskipun pendaftaran penjaringan calon telah dibuka sejak 1 Agustus 2025, tidak ada satu pun nama yang muncul untuk menantang kepemimpinan yang ada.
Kondisi ini membuat Musorkab yang digelar hari ini menjadi forum penentuan.
Akhirnya, forum menunjuk Supriadi dari cabang olahraga Tinju sebagai Ketua Formatur.
Baca juga : Uang Negara Rp1,1 Miliar Menguap, Ketua dan Bendahara KONI Lampung Tengah Tersangka
Melalui musyawarah, seluruh peserta yang memiliki hak suara sepakat untuk kembali menunjuk Sonny Zainhard sebagai ketua.
Kasus Pengrusakan
Publik belum lupa, pada Kamis, 9 Maret 2023, Sonny Zainhard Utama (SZ) ditahan oleh Polda Lampung.
Ia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengrusakan pagar milik Andreas Yoedeswa di Jalan Yos Sudarso, Panjang, Bandarlampung, yang dipicu oleh sengketa lahan.
Saat itu, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, mengonfirmasi bahwa SZ berperan menyewa alat berat yang digunakan untuk menghancurkan pagar tersebut.
“SZ berperan dengan menyewa alat berat serta melakukan pengrusakan,” ujar Pandra pada saat itu.
Kasus ini pun sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Lampung, khususnya Kabupaten Pesawaran.
Baca juga : Faishol Djausal Mundur, Taufik Hidayat Melenggang Mulus Pimpin KONI Lampung
Meski terpilih kembali, Sonny mengakui tantangan besar sudah menanti di depan mata, terutama terkait pendanaan.
Ia menargetkan prestasi maksimal pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 sebagai skala prioritas utama.
“Meski kita belum mendapatkan anggaran yang maksimal dari perolehan APBD, tapi kita terus akan berusaha maksimal memajukan olahraga di Pesawaran,” ujar Sonny.
Dalam kesempatan tersebut, Sonny juga secara terbuka meminta bantuan Bupati Dendi Ramadhona yang hadir untuk menjembatani komunikasi dengan calon bupati mendatang, Nanda Indira, agar KONI mendapat perhatian lebih di masa depan.
Menanggapi hal ini, Bupati Dendi Ramadhona yang menutup acara Musorkab memberikan pesan menohok.
Menurutnya, kepemimpinan bukanlah segalanya, dan anggaran bukanlah jaminan utama prestasi.
“Saya apresiasi kepada KONI yang pada hari ini menentukan nakhoda. Ini bukan yang terpenting, yang terpenting adalah ketua punya program dan adanya tekad yang kuat,” tegas Bupati Dendi.
“Masalah anggaran tidak menjamin meningkatkan prestasi itu sendiri. Mari kita lakukan sinergitas dengan Pemerintah Pesawaran,” tandasnya.
Baca juga : Terlibat Kasus Pengrusakan, Polda Lampung Tahan Ketua KONI Pesawaran
