Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi terkini, yang berjudul: Pertagas di Jalur Solid: Kinerja Tumbuh, Infrastruktur Gas Nasional Makin Terintegrasi.
Pertagas di Jalur Solid: Kinerja Tumbuh, Infrastruktur Gas Nasional Makin Terintegrasi
Oleh: Mahendra Utama*
Hingga pertengahan September 2026, PT Pertamina Gas (Pertagas) menunjukkan posisinya sebagai tulang punggung sektor midstream gas di lingkungan Subholding Gas PT Pertamina (Persero). Fokusnya mencakup transportasi, pengolahan, distribusi gas dan minyak bumi, serta bisnis terkait.
Kinerja operasional di jalur solid, rating yang stabil, dan sejumlah proyek strategis menjadi penanda bahwa Pertagas tidak hanya menjaga pasokan energi nasional, tetapi juga memperkuat fondasi transisi energi.
Kinerja Operasional dan Keuangan yang Solid
Sepanjang 2025, Pertagas mencatat kinerja positif. Volume transportasi gas mencapai lebih dari 1.500 MMSCFD, naik sekitar 4% dari 2024. Transportasi minyak menembus lebih dari 174 ribu BOPD atau tumbuh sekitar 8%. Regasifikasi mencapai sekitar 155 BBTUD, naik sekitar 6%, sementara produksi dan penyaluran LPG lebih dari 450 ton per hari atau naik sekitar 5%.
Dari sisi keuangan, pendapatan konsolidasi Pertagas pada 2025 tercatat USD 861,51 juta. EBITDA mencapai USD 427,46 juta atau naik 15,9%, sedangkan laba bersih tumbuh 21,43%. Capaian ini menunjukkan efisiensi operasional dan pengelolaan bisnis yang semakin matang.
Tren positif berlanjut pada Semester I 2026. Penyaluran gas bumi mencapai 1.606 MMSCFD dan minyak 151.881 BOPD. Produksi LPG melalui anak usaha dan joint venture mencapai 479,78 ton per hari, sekitar 6,5% di atas target RKAP. Regasifikasi juga melampaui target, yakni 163,27 BBTUD atau 13% di atas RKAP.
Pertagas saat ini mengoperasikan 2.991 km pipa gas bumi dan 605 km pipa minyak. Tingkat kepuasan pelanggan atau Customer Satisfaction Index (CSI) berada di angka 4,46 dengan kategori “Sangat Puas”, naik 2,53%. Untuk 2026, Pertagas menargetkan transportasi gas sekitar 1.600 MMSCFD dan minyak sekitar 175 ribu BOPD.
Rating Stabil, Fondasi Keuangan Kuat
Fitch Ratings mengafirmasi peringkat nasional jangka panjang Pertagas di AA+(idn) dengan outlook stabil pada April 2026. Peringkat ini disejajarkan dengan induk usaha, PGN, yang memiliki 51% saham Pertagas.
Pertagas menutup 2025 dengan kas USD 658 juta dan tanpa utang. Arus kas operasional diperkirakan cukup hingga 2027, dengan kemungkinan penggunaan utang moderat mulai 2028–2029 untuk mendukung proyek infrastruktur. Kontribusi Pertagas terhadap EBITDA PGN diperkirakan mencapai 35–40% pada periode 2026–2028.
Proyek Infrastruktur Strategis
Salah satu tonggak penting adalah Pipa Cisem II atau Batang–Cirebon–Kandang Haur Timur sepanjang sekitar 242 km. Pertagas resmi ditunjuk sebagai operator pada April 2026 setelah memenangkan tender LEMIGAS. Pipa ini sudah beroperasi penuh sejak Juni 2026 setelah tahap commissioning.
Kehadirannya memperkuat integrasi jaringan gas dari Jawa Timur hingga Jawa Barat serta mendukung pasokan untuk industri, kilang, dan pembangkit listrik.
Pertagas juga mengerjakan Pipa BBM Cikampek–Plumpang sepanjang sekitar 96 km. Proyek strategis ini ditujukan untuk distribusi BBM ke kawasan Jabodetabek dengan target operasi pada 2027. Pada 10 September 2026, Pertagas menuntaskan penanganan material lumpur di area proyek di Bekasi.
Di sisi lain, revitalisasi LNG Arun melalui anak usaha PT Perta Arun Gas terus berjalan. Tangki F-6004 berkapasitas 127.000 m³ sudah beroperasi pada awal 2026, memperkuat peran Arun sebagai hub energi.
Pertagas juga mendukung kebutuhan energi di KEK Sei Mangkei, Sumatera Utara, serta bersiap mendukung rencana CNG 3 kg pengganti LPG melalui infrastruktur pipa backbone Sumatera–Jawa.
Energi Hijau dan Keselamatan Kerja
Pertagas tidak hanya bergerak di infrastruktur konvensional. Anak usaha Pertagas Niaga menandatangani perjanjian jangka panjang 15 tahun untuk menyerap Compressed Biomethane Gas (CBG) dari limbah sawit atau POME yang diproduksi PT reNIKOLA Primer Energi–PalmCo. Proyek delapan fasilitas CBG dengan investasi sekitar USD 45 juta ini diperkirakan menghasilkan lebih dari 830.000 MMBtu per tahun.
Dari sisi keselamatan, hingga Juli 2026 Pertagas mencatat lebih dari 123 juta jam kerja selamat dengan zero accident. Perusahaan meraih empat penghargaan dalam Indonesia QHSE for Business Sustainability Awards (IQSA) 2026, termasuk Best Safety Culture and Sustainability.
Penghargaan lain yang diterima antara lain Indonesia Sustainability Award 2026 dengan kategori Best of The Best ESG Leadership, Indonesia Best CSR Awards 2026, serta penghargaan BPH Migas 2025 untuk distribusi gas bumi.
Penutup
Secara keseluruhan, Pertagas terus memperkuat infrastruktur energi nasional, meningkatkan efisiensi operasional, dan mengembangkan transisi energi, termasuk melalui biometana. Sorotan publik lebih banyak tertuju pada penyelesaian teknis proyek ketimbang gangguan besar operasional.
Dengan fondasi keuangan yang kuat dan portofolio proyek yang berjalan, Pertagas semakin memantapkan perannya sebagai penopang utama distribusi gas bumi di Indonesia. (*)
————————————————————–
* Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.





Lappung Media Network