Lappung – Bidang Humas Polda Lampung adakan pelatihan untuk 46 Polwan pada 23 Juni 2022.
Pelatihan yang diikuti para Polwan tersebut dimaksudkan supaya kemampuan menjadi pembicara.
Baca Juga : Polda Lampung Butuh Informasi Soal Khilafatul Muslimin
Kepala Bidang Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan Humas Polri membutuhkan personel Polri yang memiliki kemampuan berkomunikasi dan berwawasan luas.
Para personel Polwan tersebut diajarkan untuk menjadi Master of Ceremony atau MC dan podcaster yang handal.
”Kegiatan ini kami laksanakan dengan harapan nantinya para peserta latihan ini minimal dapat menguasai teknik dasar untuk melakukan siaran radio atau podcasting, layaknya para podcaster profesional,” kata Pandra.
”Seorang MC atau podcaster harus dapat menguasai diri dan menguasai materi atau topik pembicaraan serta mampu berkomunikasi dan berwawasan luas,” katanya lagi.
Pandra berpendapat kalau podcast juga merupakan sarana untuk berbagi pengalaman dan pendidikan melalui media audio dan visual, budaya bertutur, berkisah atau ngobrol menjadi modal bagi para podcaster-podcaster baru.
”Sudah saatnya kita sebagai anggota Polri untuk berani tampil di muka umum dengan cara yang tidak biasa. Polri harus bisa lebih luwes dalam membaca situasi sehingga dapat dengan mudah menyampaikan informasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Wakapolda Lampung Brigjen Pol Subiyanto mengatakan kalau fungsi Humas Polri saat ini memiliki nilai yang sangat strategis bagi keberhasilan Polri dalam mewujudkan visi dan misinya.
Maka humas Polri senantiasa harus dapat menjalin kerjasama dan membangun jaringan yang luas dengan media, salah satunya dengan kegiatan peningkatan kemampuan dibidang mc/host, ujar Subiyanto.
Baca Juga : Polda Lampung Umumkan Perpanjangan Kerja Sama Dengan PT KAI
Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas MC atau host maupun communication skill para anggota Polri dalam membangun citra polri sebagaimana prioritas Kapolri, dengan konsep Presisi, imbuhnya.
“Saya berharap para peserta yang hadir bersungguh-sungguh dan proaktif untuk mengikuti dan menanyakan hal-hal yang belum dipahami untuk dijadikan pedoman dalam pelaksanaan tugas,” tutur Subiyanto.





Lappung Media Network