Lappung – Polisi bubarkan aksi perang petasan di lapangan mars Pringsewu, pada Minggu, 26 Maret 2023.
Perang petasan dan kembang api disaat bulan ramadan kembali terjadi di Kabupaten Pringsewu.
Baca juga : Bawa Celurit Hendak Tawuran, 7 Remaja di Bandarlampung Diamankan Polisi
Aksi berbahaya yang dilakukan para remaja itu berlangsung di area lapangan mars Kelurahan Pringsewu Selatan, Pringsewu.
Akibatnya, muncul keresahan masyarakat akan adanya korban jiwa dari aksi para pemuda tersebut.
Tim gabungan Polres Pringsewu dan Polsek Pringsewu Kota pun mendatangi lokasi dan membubarkan aksi perang petasan yang membahayakan tersebut.
Terlihat di lokasi, polisi dengan dibantu sejumlah masyarakat secara humanis mengimbau ratusan remaja untuk membubarkan diri.
Juga terlihat tim patroli bermotor menyisir sejumlah lokasi tempat remaja bersembunyi untuk segera meninggalkan arena tersebut.
Wakapolres Pringsewu Kompol Doni Dunggio mengatakan, aksi ratusan remaja itu berlangsung pada pagi hari sekira pukul 07.00 WIB.
Baca juga : Hendak Tawuran, 5 Remaja Diamankan Tim Walet Polresta Bandarlampung
Aksi perang petasan itu, lanjut dia, berlangsung di arena lapangan mars Kelurahan Pringsewu Selatan.
Lapangan ini, sambungnya, berdekatan dengan area pemukiman warga sehingga membuat resah warga sekitar.
“Aksi perang petasan ini selain berbahaya juga mengganggu warga sekitar, maka kita bubarkan,” ujar dia, Minggu, 26 Maret 2023.
Ia menyebut, aksi perang petasan ini hampir terjadi di setiap bulan ramadan dan sering dibubarkan aparat.
“Namun para remaja ini masih terus mengulangi,” ungkapnya.
Polisi bubarkan aksi perang petasan di lapangan mars Pringsewu
Oleh karena itu, Dini meminta para orang tua untuk melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya.
Baca juga : Bobol dan Kuras Isi Warung, 2 Remaja Digelandang ke Polsek Sekincau
“Orang tua harus ikut peduli dengan pergaulan dan keselamatan anak-anaknya. Jangan sampai sudah terjadi sesuatu baru menyesal,” ujarnya.
Ia juga mengimbau para remaja untuk tidak melakukan aksi bermain petasan atau kembang api karena membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
“Kami harap tidak bermain petasan, lebih baik di rumah saja berkumpul dengan keluarga,” tuturnya.
Doni menegaskan, pihaknya akan terus melakukan patroli dan pembubaran terhadap aktivitas yang meresahkan warga.
Selain itu polisi juga akan melakukan penertiban terhadap peredaran petasan di wilayahnya.
“Jika ke depan kami masih menemukan ada yang nekat melakukan aksi seperti itu tentunya akan kami tindak,” tegas Doni.
Baca juga : Bobol Rumah dan Curi Kabel, 3 Remaja di Lampung Barat Ditangkap Polisi





Lappung Media Network