Lappung – Polisi mediasi konflik Malahayati dan massa Jakarta sepakat kembali pulang.
Polda Lampung berhasil memediasi konflik internal Yayasan Kampus Malahayati, yang melibatkan rombongan massa dari Jakarta, Minggu, 2 Maret 2025.
Baca juga : Massa dari Jakarta Serbu Kampus Malahayati, Polisi Pasang Badan Cegah Bentrokan
Setelah mediasi yang berlangsung kondusif, sekitar 150 orang dari rombongan tersebut sepakat untuk kembali ke Jakarta.
Mediasi yang berlangsung pukul 14.30 WIB ini melibatkan Ketua Koordinator Lapangan, Antoni, dan Chris, perwakilan kelompok Rusli, yang merupakan keluarga Khadafi.
Mereka memahami bahwa konflik tersebut merupakan persoalan internal keluarga terkait sengketa warisan, sehingga perlu diselesaikan melalui jalur mediasi keluarga terlebih dahulu.
“Kami mengedepankan komunikasi dan mediasi agar konflik ini tidak berkembang menjadi bentrokan yang merugikan semua pihak,” ujar Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun.
Ia juga mengimbau seluruh pihak untuk tetap menjaga situasi kondusif dan menghormati proses hukum yang ada.
Baca juga : Ini 26 Kampus Terbaik di Lampung, Cek Akreditasinya!
“Jangan sampai permasalahan ini mengganggu aktivitas akademik di Kampus Universitas Malahayati,” tambahnya.
Polda Lampung memastikan pengamanan di sekitar kampus tetap berjalan untuk mencegah potensi gesekan.
“Kami terus melakukan pemantauan untuk memastikan situasi tetap aman. Apabila ditemukan adanya potensi gangguan ketertiban, kami akan bertindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” kata Kombes Yuni.
Ia juga meminta masyarakat dan pihak terkait agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.
“Percayakan penyelesaian ini pada mekanisme hukum dan mediasi yang telah disepakati,” tegasnya.
Baca juga : Saimala Estonia 2024. Jembatan Asa UI untuk Siswa SMA Lampung
Hingga saat ini, situasi di Kampus Universitas Malahayati terkendali. Kelompok massa pendukung Khadafi masih bertahan di sekitar kampus, namun dalam kondisi tertib.
Polisi Mediasi Konflik Malahayati Massa Jakarta Sepakat Kembali Pulang
Sebelumnya, sekitar 200 orang dari Yayasan Teknologi Bandar Lampung tiba di kampus pada Minggu dini hari, diduga untuk mengambil alih aset kampus.
Kedatangan mereka sempat menimbulkan ketegangan, namun kepolisian segera turun tangan untuk mencegah konflik terbuka.
Setelah negosiasi, situasi berangsur terkendali, dan mediasi internal keluarga menjadi jalan utama penyelesaian sengketa.
Baca juga : Unila dan Kadin Lampung Jalin Kerjasama
