Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Gaya Hidup » Rahasia Merah dan Hijau: Simbolisme Natal yang Bertahan Berabad-abad

    Rahasia Merah dan Hijau: Simbolisme Natal yang Bertahan Berabad-abad

    Irjen by Irjen
    25/12/2024
    in Gaya Hidup
    Rahasia Merah dan Hijau: Simbolisme Natal yang Bertahan Berabad-abad

    Merah dan hijau telah lama menjadi warna yang identik dengan Natal. Foto: Dokumentasi Istimewa

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Rahasia merah dan hijau jadi simbolisme Natal yang bertahan berabad-abad

    Merah dan hijau telah lama menjadi warna yang identik dengan Natal.

    Baca juga : Bulog Lampung Pastikan Tak Ada Krisis Pangan Saat Perayaan Natal dan Tahun Baru

    Dari lingkaran holly yang menghiasi pintu hingga pakaian ceria Sinterklas, kedua warna ini menambah keceriaan perayaan.

    Namun, apa sebenarnya yang membuat merah dan hijau menjadi simbol Natal yang bertahan hingga sekarang?

    Menurut Arielle Eckstut, penulis The Secret Language of Color, sejarah hubungan warna-warna ini dengan Natal tidak sepenuhnya jelas.

    Namun, tanaman holly dengan daun hijau abadi dan buah beri merah cerah diduga memiliki peran penting.

    Holly sering digunakan dalam perayaan titik balik matahari musim dingin, sebuah tradisi yang mendahului penyebaran agama Kristen.

    Peran Iklan dalam Budaya Natal

    Meski berasal dari tradisi kuno, hubungan kuat antara merah-hijau dan Natal baru benar-benar mengakar pada abad ke-20, berkat iklan.

    Baca juga : Mudik Aman, Kenali 45 Titik Kecelakaan dan 36 Titik Macet di Lampung

    Coca-Cola menjadi salah satu pelopor dalam mengukuhkan warna ini melalui kampanye iklan tahun 1930-an.

    Haddon Sundblom, seorang seniman, menciptakan ilustrasi Sinterklas gemuk, periang, dan berpakaian merah yang kini menjadi ikon.

    Direktur arsip Coca-Cola, Justine Fletcher, mengungkapkan bahwa gambar ini memanfaatkan puisi klasik A Visit From StbNicholas sebagai referensi.

    Popularitas iklan tersebut membuat citra Sinterklas merah menjadi simbol global yang melekat hingga kini.

    Tradisi Gereja dan Abad Pertengahan

    Merah dan hijau juga memiliki akar dalam gereja-gereja Abad Pertengahan di Eropa.

    Dr Spike Bucklow dari Universitas Cambridge menyebutkan bahwa layar kayu yang memisahkan altar di gereja sering dihias dengan kedua warna ini.

    Hal ini diyakini melambangkan batas antara dunia fana dan surgawi, menjadikannya simbol transisi antara tahun lama dan tahun baru.

    Di Inggris, drama keagamaan yang dipentaskan untuk masyarakat yang buta huruf selama Abad Pertengahan juga memperkuat penggunaan merah dan hijau.

    Salah satu lakon populer adalah kisah Adam dan Hawa, di mana pohon cemara dihias dengan apel merah, simbol dosa asal.

    Akar Pagan dan Pengaruh Alam

    Beberapa ahli melacak asal-usul warna ini ke perayaan Saturnalia di Roma kuno, sebuah festival pagan untuk menghormati dewa Saturnus pada 17-25 Desember.

    Baca juga : Libur Nataru, Jalan Nasional Lampung Bebas Lubang

    Daun holly, simbol abadi musim dingin, digunakan sebagai dekorasi.

    Demikian pula, bangsa Celtic kuno merayakan titik balik matahari musim dingin dengan menggunakan holly sebagai penghias.

    Kristen kemudian memberikan makna baru pada tradisi ini: hijau melambangkan kehidupan kekal, sedangkan merah melambangkan darah Kristus.

    Rahasia Merah dan Hijau: Simbolisme Natal yang Bertahan Berabad-abad

    Warna merah dan hijau tidak hanya estetis tetapi juga memiliki daya tarik biologis.

    Menurut Eckstut, mata manusia secara alami tertarik pada kontras buah beri merah dan daun hijau.

    “Warna selalu berfungsi sebagai peta,” ujarnya, menjelaskan bagaimana warna membantu manusia memahami dunia.

    Kekuatan visual ini, ditambah dengan tradisi keagamaan dan pengaruh komersial, menjadikan merah dan hijau sebagai simbol Natal yang tak tergantikan.

    Dari masa lalu hingga kini, merah dan hijau tetap menjadi elemen kunci yang menghidupkan semangat perayaan Natal di seluruh dunia.

    Baca juga : PLN Lampung Pastikan Nataru 2025 Tanpa Pemadaman Listrik

    Tags: LampungNatal 2024Natal di LampungWarna Merah HijauWarna Natal
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Rahmat Mirzani Djausal Digeser, Susunan Baru KONI Lampung Diumumkan

    Next Post

    Indonesia Mendongeng ke-11: Anak-anak Lampung Diajak Cinta Palestina

    Related Posts

    9 Gejala Awal Diabetes yang Sering Diabaikan
    Gaya Hidup

    9 Gejala Awal Diabetes yang Sering Diabaikan: Kenali Tanda Kadar Gula Darah Tinggi pada Tubuh

    14/07/2026
    6 Tanda Kolesterol Tinggi pada Usia Muda
    Gaya Hidup

    6 Tanda Kolesterol Tinggi pada Usia Muda: Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

    12/07/2026
    6 Superfood Lokal Indonesia yang Kaya Nutrisi
    Gaya Hidup

    6 Superfood Lokal Indonesia yang Kaya Nutrisi: Pilihan Makanan dengan Manfaat Luar Biasa

    11/07/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • 7 Jenis Pamor Keris yang Paling Terkenal

      7 Jenis Pamor Keris yang Paling Terkenal: Mengenal Keindahan dan Filosofi di Balik Bilah Pusaka Nusantara

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • HUT Ke-60 Karang Taruna: PPKT Lampung Dialog dengan Ketum PNKT Budi Djiwandono

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Ekspor Komponen Otomotif Melonjak 41 Persen, Indonesia Naik Kelas

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Pipa Tempino-Sei Gerong, Daya Ungkit Ekonomi Rakyat Dua Provinsi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • KPBU sebagai Solusi Pembiayaan Infrastruktur Kawasan di Tengah Keterbatasan Fiskal

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Pelayanan Publik Cepat Kunci Kepercayaan Masyarakat Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved