Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Ekonomi » Rp50 Triliun Ekonomi Singkong Lampung Miris, Petani Kalah dari Impor Ilegal? » Halaman 2

    Rp50 Triliun Ekonomi Singkong Lampung Miris, Petani Kalah dari Impor Ilegal?

    by Irjen
    25/06/2025
    in Ekonomi
    Rp50 Triliun Ekonomi Singkong Lampung Miris, Petani Kalah dari Impor Ilegal?

    Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Badan Legislasi (Baleg) DPR RI. Foto: Dokumentasi Baleg DPR

    Share on FacebookShare on Twitter

    Ia menegaskan bahwa perputaran uang triliunan rupiah dari industri tapioka sama sekali tidak menetes ke bawah.

    “Potensi uang yang sangat besar itu tidak ada yang dinikmati oleh petani singkong di Provinsi Lampung. Tidak ada,” keluh Maradoni dalam rapat yang sama.

    Maradoni dengan tegas menyatakan bahwa impor tepung tapioka telah secara langsung menggerus sumber pendapatan dan harapan hidup para petani.

    Ia membeberkan data yang mencengangkan mengenai nilai impor yang masuk dan dampaknya bagi perputaran uang di tingkat lokal.

    Baca juga : Mentan Amran Geram, Siap Bereskan Masalah Singkong Lampung

    “Ada pernyataan dari KPP URI 2 Lampung, impor itu nilainya waktu turun pertama 59 ribu ton.

    “Informasi ini kami dapat dari media, Pak. Nilai uangnya saja sudah Rp511 miliar,” ungkap Maradoni.

    Ia kemudian membuat kalkulasi yang lebih gamblang untuk menunjukkan besarnya potensi ekonomi yang hilang.

    Menurutnya, jika volume impor terus membengkak, kerugian yang ditanggung daerah dan petani akan jauh lebih besar.

    “Artinya, apabila di 100 ribu ton, (nilainya) Rp1 triliun lebih, Pak. Kalau 1 juta ton, artinya Rp10 triliun. Kalau 4 juta ton, artinya Rp40 triliun uang itu yang (seharusnya berputar) di Provinsi Lampung,” sambungnya.

    Mirisnya, lanjut Maradoni, nilai fantastis tersebut sama sekali tidak menetes ke kantong para petani singkong yang telah bekerja keras di ladang.

    “Tapi apa kenyataannya, Pak? Itu tidak ada yang dinikmati oleh petani singkong yang ada di Provinsi Lampung. Tidak ada,” keluhnya

    Kondisi ini memicu pertanyaan besar mengenai perhatian pemerintah terhadap nasib petani dan industri singkong lokal.

    Padahal, Lampung selama ini dikenal sebagai sentra utama penghasil singkong terbesar di Indonesia.

    “Apakah pihak-pihak terkait di Republik Indonesia ini tidak mengetahui kalau Provinsi Lampung adalah sentra pertengahan singkong yang terbesar di Indonesia,” tanyanya.

    Oleh karena itu, para petani menaruh harapan besar pada DPR untuk memperjuangkan nasib mereka.

    Aliansi Masyarakat Petani Singkong Indonesia mendesak adanya sebuah regulasi yang paten dan berpihak pada petani untuk melindungi industri tapioka dalam negeri.

    “Harapan kami, dari perjuangan Bapak-Bapak ini ke depan, bagaimana menghasilkan regulasi yang paten, untuk bagaimana ke depannya (ada) nilai-nilai kesejahteraan bagi petani singkong Lampung,” pungkas Maradoni.

    Baca juga : Krisis Singkong Lampung: Devisa Rp10 Triliun Terancam Hilang

    Page 2 of 2
    Prev12
    Tags: Berita LampungDPR RIEkonomiGubernur LampungHarga SingkongImpor Tepung TapiokaKrisis Petani SingkongLampungPertanianPetani Singkong LampungRahmat Mirzani DjausalRegulasi ImporSingkong Lampung
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Mutasi Polri, Posisi Dirreskrimum dan Kapolres Lampung Selatan Dirombak

    Next Post

    Bobol Aset Kemenag, Eks Kepala BPN Lampung Selatan dan Seorang PPAT Ditahan

    Related Posts

    Ekonomi

    Fahri Hamzah: Baku Beri Alarm atas Krisis Perumahan Nasional

    06/06/2026
    Ekonomi

    Apa Saja Tipe SPBU Pertamina (Lembaga Penyalur BBM)?

    29/04/2026
    Ekonomi

    Siapa Saja 17 Bos BPI Danantara, Inilah Daftar Lengkapnya

    28/04/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Ary Meizary Alfian Terpilih Aklamasi Pimpin Apindo Lampung 2026-2031

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Gerakan Penetrasi Pasar ke-9 Lampung Jaga Stabilitas Harga dan Daya Beli

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Apa Sih Perbedaan Maag dan Asam Lambung? Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 6 Cara Alami Menurunkan Asam Lambung: Panduan Lengkap Meredakan Gejala dan Menjaga Kesehatan Lambung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 4 Calon Ketua Apindo Lampung Bersaing, Incumbent Ikut

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 8 Cara Hidup Sehat Tanpa Diet Ketat: Tips Menjaga Berat Badan Secara Alami

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version