Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Ruang UMKM Lampung: Geliat Kolaborasi, Ekspor, dan Pemberdayaan ala Robby Herdian.
Ruang UMKM Lampung: Geliat Kolaborasi, Ekspor, dan Pemberdayaan ala Robby Herdian
Oleh: Mahendra Utama*
Ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Lampung terus menunjukkan geliat positif. Di tengah tantangan legalitas dan akses pasar, hadir wadah kolaboratif bernama “Ruang UMKM” yang resmi berdiri pada 2024.
Dipimpin oleh Robby Herdian, komunitas ini menaungi pelaku usaha dari beragam sektor: produksi batik, kerajinan tangan, kuliner basah dan kering, hingga kopi olahan.
Meski mayoritas anggota masih berbadan hukum Nomor Induk Berusaha (NIB) dan belum berbentuk CV, gerak kolektif mereka kian diperhitungkan.
“Kami berangkat dari keyakinan bahwa UMKM tak bisa berjalan sendiri. Dari batik, kerajinan, hingga kopi, kami satukan di Ruang UMKM agar bisa berbagi pengetahuan dan memperluas jaringan,” ujar Robby Herdian di sela pertemuan di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Selasa (9/6/2026).
Robby menambahkan, pihaknya rutin mengadakan pelatihan pembuatan roti dan pemasaran digital, serta mendorong anggota mengikuti bazar sesuai sektor masing-masing.
Puncak kegiatan edukatif baru saja digelar lewat acara Membatik Anak yang melibatkan 200 siswa Sekolah Dasar. “Ini investasi budaya dan ekonomi kreatif jangka panjang. Sejak kecil, mereka kami kenalkan pada proses membatik agar tumbuh rasa bangga dan peluang wirausaha,” imbuh Robby.
Dalam teori klaster industri Michael Porter, konsentrasi geografis pelaku usaha yang saling terkait akan memacu inovasi, efisiensi, dan daya saing. Ruang UMKM Lampung adalah manifestasi nyata klaster tersebut, di mana pengetahuan dan peluang mengalir di antara anggota.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmennya terhadap pengembangan UMKM. “UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong ekosistem seperti Ruang UMKM agar semakin banyak lahir eksportir baru. Kami mempermudah perizinan, akses permodalan, dan pelatihan agar UMKM kita naik kelas,” tegas Iyai Mirza.
Ke depan, Robby Herdian menargetkan peningkatan status badan hukum anggota ke CV serta perluasan akses pasar digital. “Kami ingin Ruang UMKM tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi mesin pertumbuhan ekonomi inklusif berbasis komunitas,” pungkasnya. (*)
————————————————————
* Penulis: Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan.





Lappung Media Network