Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Ekonomi » Segmen Ultra Mikro Lending dan Resiko

    Segmen Ultra Mikro Lending dan Resiko

    by Editor
    05/09/2023
    in Ekonomi
    Segmen Ultra Mikro Lending dan Resiko

    Kunci Sukses Segmen Ultra Mikro Lending dan Resiko. Foto Istimewa

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Segmen ultra mikro lending memiliki resiko tinggi karena berhubungan dengan orang-orang yang lebih dekat secara personal.

    Segmen ultra mikro lending juga menerapkan metode peer group lending.

    Tidak banyak bank yang mau repot mengurusi person to person, dengan scalabilitas dari bisnis ini tidak sebesar segmen korporat.

    Segmen korporat yang menawarkan return yang menarik namun risiko terukur baik.

    Dibalik keribetan dan risiko yang tinggi yang dihadapi bank segmen ini, ternyata historinya pernah menjadi salah satu penopang ekonomi India.

    Baca Juga : Triniti Land Tancapkan Bisnis di Lampung. Rycko Menoza: Pertama di Sumatera dan Indonesia

    Segmen ultra mikro lending menawarkan inklusifitas keuangan secara lebih luas kepada orang-orang yang sebelumnya tidak bankable.

    Apakah yang bisa kita pelajari dari studi yang ada untuk menjadi sukses dalam segmen ini?

    Dalam studi oleh Conlin (1999) di Journal of Development Economics, dia mencoba membandingkan kegagalan segmen ultra mikro lending dengan metode peer group lending di Amerika dan Canada versus keberhasilan segmen ini di Grameen Bank.

    Beliau merumuskan kunci keberhasilannya terletak pada information transfer, peer pressure, monitoring, mutual insurance, dan cost of entering a new relationship.

    Dengan menjamin adanya hal tersebut diharapkan lending akan lancar dengan repayment rate yang baik.

    Yang pertama dan terutama adalah adanya information transfer atau dalam arti konteks ini adalah bank yang melayani peer group lending harusnya melakukan pemberdayaan atas lendernya.

    Memberikan pemahaman dasar dasar keuangan dan bagaimana mengembangkan modal yang diberikan dengan baik.

    Ingat bahwa segment ini banyak menyasar komunitas atau masyarakat yang belum sepenuhnya bankable, dimana the most basic literacy about finance mungkin meragukan.

    Hal ini menghighlight kebutuhan akan pemberdayaan (information transfer).

    Siapa yang memberikan hal ini tentu officer atau supervisor group, dimana haruslah orang yang kompeten.

    Tidak asal dengan requirement yang minim dan pelatihan kilat. Ini jelas menghancurkan adanya information transfer.

    Tidak hanya itu sebenarnya juga perlunya mendesain group dengan latar belakang yang berbeda namun dengan jenis manajemen yang sama dan tingkat profil kesuksesan anggota grup yang diatur.

    Secara praktis misalnya adalah menggabungkan anggota yang profilnya sukses dan produktif dengan anggota yang belum produktif sehingga terjadi transfer informasi antar grup.

    Baca Juga : Harga Beras Dorong Inflasi di Provinsi Lampung

    Dalam konsep yang dijelaskan Conlin yang kedua adalah peer pressure. Dimana ini dilakukan dengan mendesain anggota grup dengan tingkat kekerabatan (prefer keluarga) yang tinggi dan atau bekerja dalam satu kantor atau seindustri dan saling mengenal.

    Mungkin teman teman bertanya, bagaimana dengan skema tanggung renteng?

    Studi menunjukkan skema ini hanya memperkuat monitoring, tetapi peer pressure itu muncul jika sudah ada hubungan sosial yang terjadi sebelumnya.

    Kunci Sukses Segmen Ultra Mikro Lending dan Resiko

    Hal ini menghighlight juga mengapa peer group lending ini mempunyai kesuksesan yang beragam pada banyak negara, simply karena budaya dan hubungan antar manusianya berbeda.

    Di India hubungan kekerabatan masih sangat erat dalam satu kompleks, bisa jadi saudara jauh sehingga bisa timbul peer pressure yang kuat.

    Selanjutnya adalah monitoring, ya simpelnya supervisor harus memonitor lender terkait repayment rate atau menerapkan peer monitoring dengan tanggung renteng.

    Mutual insurance maksudnya adalah bagaimana grup dibentuk dengan memperhatikan profil risiko setiap nasabah dengan baik sehingga risiko gagal bayar bisa ditekan.

    Lalu cost of entering a new relationship simply tells kalau orang baru masuk ke suatu lingkungan baru tentu Ia lebih susah untuk diajak kerja sama sehingga jika sudah kenal satu dan lainnya group lending ini bisa lebih efektif.

    Selain itu hal ini bisa dikontrol dengan sering bertemu diawal awal terbentuknya group.

    In conclusion, sebenarnya peer group lending ini sudah lama sekali ada dan kesuksesan/kegagalan beragam di banyak negara.

    The key success tips sudah dipublikasikan di banyak journal dan tinggal bagaimana bank di Indonesia bisa mentranslasikan ke dalam muatan lokal.

    Baca Juga : Sambut Hari Pelanggan Nasional, ASDP Benahi Pelayanan di Merak-Bakauheni

    Jangan berfokus pada margin profit saja tapi ingat bahwa ultra microlending tujuannya adalah menawarkan inklusifitas dan pemberdayaan masyarakat yang lemah secara literacy keuangan.

    Bank harus mendesain group agar favorable terhadap program dan risiko mereka. Tidak lupa bahwa semua pendekatan yang dilakukan jangan hanya test and retest saja, melainkan evidence and data based.

    Apakah BTPS bagus dalam hal ini? Silakan diperiksa. Saya lebih bullish ke PNM

    Semoga membantu,

    Komunitas GoInvest
    Prosper together

    Via: Komunitas GoInvest
    Tags: Bank BRIPenggadaianPermodalan Nasional Mandiri
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Batasi Akses Silon, Bawaslu Minta DKPP Sanksi Ketua dan Anggota KPU RI

    Next Post

    PKS-PKB Ahlan Wa Sahlan

    Related Posts

    Ekonomi

    Apa Saja Tipe SPBU Pertamina (Lembaga Penyalur BBM)?

    29/04/2026
    Ekonomi

    Siapa Saja 17 Bos BPI Danantara, Inilah Daftar Lengkapnya

    28/04/2026
    Ekonomi

    Siapa Saja 16 Bos Subholding Downstream Pertamina?

    27/04/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Ulasan Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini: Fondasi Membentuk Generasi Cerdas dan Mandiri

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 10 Cara Menurunkan Berat Badan Alami dan Sehat dalam 30 Hari: Terbukti Efektif!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Inilah 6 Perbedaan BPJS dan Asuransi Swasta yang Wajib Anda Tahu!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Dari Jerat ke Kehidupan: Kisah Penyelamatan dan Peran Pemprov Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 5 Cara Menghilangkan Bau Mulut Permanen: Solusi Tepat dan Tepercaya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 10 Oleh-Oleh Khas Lampung yang Wajib Dibeli: Murah dan Tahan Lama!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version