Lappung – Singgung soal koalisi semut merah, PKS-PKB ahlan wa sahlan.
Dinamika politik di Indonesia terus mengalami perubahan yang signifikan.
Baca juga : Deklarasi Anies-Cak Imin. PKS Dukung tapi Absen
Di mana, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah mengambil langkah penting dengan merapat ke kubu calon presiden (Capres) Anies Baswedan bersama Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai cawapresnya.
Yang sebelumnya telah didukung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai NasDem.
Sekjen PKS Aboe Bakar Al Habsyi, berujar bahwa PKS menjadi yang pertama membuat semut merah.
Wacana politik itu, kata Aboe, mencuat pada Juni-Juli tahun lalu tentang koalisi semut merah, yang diinisiasi oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Namun, wacana koalisi semut merah tidak bertahan lama, karena PKB lebih memilih bergabung dengan Partai Gerindra pada saat itu.
Baca juga : Elektabilitas PKB Salip Golkar dan Demokrat
Kini, PKB merapat ke kubu Anies dengan PKS yang sudah ada di dalamnya.
PKS-PKB ahlan wa sahlan
“Ya alhamdulillah, jadi kami ahlan wa sahlan dengan Muhaimin, nggak ada beban,” kata Aboe, Selasa, 5 September 2023.
Menurutnya, pilihan PKB untuk kembali ke koalisi menambah kompleksitas dalam persaingan politik di Tanah Air.
“Dengan dukungan dari tiga partai besar, Anies-Cak Imin menjadi salah satu kontestan yang patut diperhitungkan dalam pemilihan umum, dan akan menantang partai-partai lain yang berkompetisi,” ungkapnya.
“Apalagi Muhaimin bisa menutupi daerah yang tidak dimiliki PKS banyak, jadi kita bisa saling mengisi, jadi ahlan wa sahlan, kita engga ada beban untuk kita,” tambahnya.
Baca juga : Arsjad Rasjid Jadi Ketua Tim Pemenangan Ganjar
PKS juga menilai bahwa Cak Imin memiliki pengalaman politik yang luas dan jaringan yang kuat di berbagai daerah di Indonesia.
Dengan dukungan dan kampanye yang kuat dari Cak Imin, PKS berharap dapat mengubah perolehan suara Anies di daerah-daerah yang sebelumnya sulit dijangkau.
PKS Minta Maaf
Pada sisi lain, PKS meminta maaf usai tidak hadir deklarasi Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di Surabaya, Sabtu, 2 September 2023.
PKS tak menghadiri deklarasi karena nama Cak Imin akan dibahas majelis Syuro terlebih dahulu.
Ketua DPP PKS Al Muzammil Yusuf, menyampaikan, bahwa mekanisme di dalam PKS itu adalah keputusan penting tentang capres atau cawapres.
“Bukan hanya sekarang aja tapi yang lalu juga. Kita bawa ke majelis syuro,” ujar Al Muzammil Yusuf.
Majelis syuro ini, sambungnya, mewakili seluruh perwakilan se-Indonesia di seluruh kader di Nusantara dan membawa masukan dari seluruh kader.
“Jadi kita menghormati apa yang sudah diputuskan oleh NasDem dan PKB. Tapi kami perlu sesuai dengan prosedural organisasi membawa itu dalam majelis syuro,” tandasnya.
Baca juga : PKB Kota Probolinggo All Out Menangkan Anies-Cak Imin
