Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Gaya Hidup » Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

    Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

    by Irzon Dwi Darma
    27/08/2025
    in Gaya Hidup
    Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

    KBBI. Foto: Dokumentasi WAG

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Bagi Anda yang sering menggunakan kata galer untuk merujuk pada anak rambut di dahi, ada kabar gembira.

    Istilah yang populer di kalangan anak muda dan berasal dari bahasa Sunda ini telah resmi diakui sebagai kosakata baku dan masuk dalam entri Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

    Baca juga : Cegah Kepunahan, Ratusan Guru Dilatih Lestarikan Bahasa Lampung

    Langkah ini menandai bahwa galer, yang memiliki makna sebagai anak rambut yang tumbuh di sekitar garis dahi atau pelipis sering disebut baby hair oleh penata rambut kini menjadi bagian dari khazanah bahasa Indonesia yang diakui secara formal.

    Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Balai Bahasa, Ganjar Hwia, yang juga dikenal sebagai seorang budayawan Sunda.

    “Iya (benar) itu dari bahasa Sunda,” ujar Ganjar, memvalidasi akar regional dari kata yang kini naik kelas menjadi kosakata nasional, dilansir pada Rabu, 27 Agustus 2025.

    Masuknya galer tentu bukan tanpa alasan. Sebuah kata harus memenuhi serangkaian kriteria ketat sebelum bisa dilembagakan dalam KBBI.

    Salah satu syarat penting adalah kata tersebut tidak boleh memiliki konotasi negatif.

    Menurut Ganjar, galer lolos uji ini dengan mudah.

    “Kalau konteksnya seperti yang berkembang sekarang, kata galer masih bermakna netral atau positif dan tidak mengarah pada konotasi negatif sama sekali, baik dalam bahasa aslinya (bahasa Sunda) maupun dalam penggunaannya yang berkembang di bahasa Indonesia sekarang ini,” jelasnya.

    Baca juga : Revitalisasi Bahasa Lampung, Waykanan Perbaiki Buku Ajar Berbasis Geolinguistik

    Pandangan ini diamini oleh ahli linguistik, Ivan Lanin, yang menyatakan bahwa netralitas makna adalah kunci.

    Menurutnya, kamus berfungsi sebagai perekam kata yang ada di masyarakat.

    “Saya rasa syarat itu (konotasi negatif) tidak pernah dipertimbangkan. Kata mestinya netral dan selalu bisa masuk kamus. Masuk kitab suci mungkin tidak bisa,” ujarnya.

    Sekadar informasi, jalan sebuah kata untuk diakui dalam KBBI tidaklah mudah.

    Dikutip dari laman Badan Bahasa, sebuah istilah harus terbukti unik, yakni mengisi kekosongan makna yang belum ada sebelumnya dalam bahasa Indonesia.

    Selain itu, kata tersebut harus enak didengar (eufonik) dan mudah dilafalkan oleh masyarakat luas.

    Baca juga : Ivanna Zakiyah. Alumnus Unila Jadi Dosen Bahasa Indonesia di Harvard

    Syarat lainnya adalah kata tersebut harus sesuai dengan kaidah pembentukan kata dalam bahasa Indonesia, sehingga bisa diberi imbuhan atau digabungkan dengan kata lain.

    Faktor penentu yang paling signifikan untuk galer adalah frekuensi penggunaannya yang tinggi.

    Kriteria “kerap dipakai” menjadi bukti bahwa sebuah kata hidup dan relevan di tengah masyarakat.

    Popularitas galer dalam percakapan sehari-hari, media sosial, dan konten seputar gaya hidup menjadi pendorong utama pengajuannya.

    Dengan diresmikannya galer, bahasa Indonesia sekali lagi menunjukkan sifatnya yang dinamis dan terbuka, menyerap kekayaan dari bahasa-bahasa daerah untuk memperkuat jati dirinya sebagai bahasa persatuan.

    Jadi, saat Anda menata anak rambut di dahi, Anda kini menggunakan sebuah kata baku yang terhormat.

    Baca juga : Ulah Guru di Pesawaran Lampung, Ngamuk dan Ancam Cekik Anak-anak

    Tags: Anak RambutApa Itu GalerArti GalerBaby HairBadan BahasaBahasa GaulBahasa IndonesiaBahasa SundaBerita ViralEntri Baru KBBIGalerGaler Masuk KBBIGaya rambutKBBIKosakata BaruLinguistikTren Bahasa
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Tok! Perpres Sampah Jadi Listrik Turun Pekan Ini

    Next Post

    Sabu, Ganja, hingga Sajam: Barang Bukti 203 Perkara Dimusnahkan Kejari Bandarlampung

    Related Posts

    Gaya Hidup

    8 Cara Hidup Sehat Tanpa Diet Ketat: Tips Menjaga Berat Badan Secara Alami

    24/06/2026
    Gaya Hidup

    Inilah 6 Perbedaan Keris Jawa dan Keris Bali: Mengenal Ciri Khas, Filosofi, dan Keunikannya

    23/06/2026
    Gaya Hidup

    Apa Sih Perbedaan Maag dan Asam Lambung? Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

    21/06/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Ary Meizary Alfian Terpilih Aklamasi Pimpin Apindo Lampung 2026-2031

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bernard dari Nestle Ambil Berkas, Bursa Calon Ketua Apindo Lampung Makin Panas

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Modernisasi Pertanian: Jembatan Pemerataan Ekonomi dan Kesejahteraan Petani Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Dua Bakal Calon Ketua Apindo Lampung: Tatang Rohadi dan Junaedi Maju

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Strategi Hilirisasi: Kunci Lompatan Ekonomi Lampung Menuju Era Keemasan Baru

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Gerakan Penetrasi Pasar ke-9 Lampung Jaga Stabilitas Harga dan Daya Beli

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version