Selanjutnya, Yanyan mengungkapkan bahwa pihaknya telah berhubungan dengan 4 desa penyangga yang berada di sekitar TNWK.
Dan mereka telah bekerja sama untuk menciptakan paket-paket wisata yang sesuai dengan konsep konservasi yang baru.
“Desa-desa penyangga ini akan memiliki peran penting dalam mendukung dan mengelola wisata di kawasan ini,” ujarnya.
Baca juga : Bahagianya Ratu, Lahirkan Bayi Badak Sumatera di TNWK
Meskipun ada kekhawatiran terkait hilangnya beberapa aspek wisata tradisional di Way Kambas, seperti menunggang gajah.
Yanyan menegaskan bahwa fokus utama adalah menjaga dan meningkatkan upaya konservasi.
Pengunjung akan diarahkan untuk memahami dan menghargai lingkungan dan satwa liar, yang merupakan inti dari Taman Nasional Way Kambas.
Hal ini akan menjadi bagian integral dari pengalaman wisata di sana.
Untuk mengatasi ketidakpahaman wisatawan tentang perubahan konsep ini, pihak TNWK akan terus memberikan sosialisasi dan edukasi kepada para pengunjung.
Diharapkan bahwa dengan pemahaman yang lebih baik, para wisatawan akan lebih menghargai upaya konservasi dan tujuan perlindungan lingkungan yang ada di TNWK.
Yanyan Ruchyansyah menyatakan harapannya bahwa Taman Nasional Way Kambas, yang merupakan ikon wisata Lampung, dapat kembali menjadi tujuan wisata yang hidup.
Namun, perubahan signifikan adalah bahwa sekarang masyarakat lokal juga akan menjadi pengelola wisata, sambil berperan dalam menjaga ekosistem di daerah ini.
“Ini adalah langkah yang positif menuju pendekatan berkelanjutan dalam pengembangan wisata di TNWK.
“Yang tidak hanya menguntungkan pengunjung, tetapi juga lingkungan dan masyarakat setempat,” tandasnya.
Sebelumnya, kepastian waktu pembukaan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) telah disepakati dalam sebuah dialog, pada 15 Agustus 2023 lalu.
Dialog itu melibatkan berbagai pihak, termasuk Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Balai TNWK, Komisi IV DPR RI, dan masyarakat lokal.
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Satyawan Pudyatmoko, memastikan bahwa pihaknya telah memberikan instruksi kepada Kepala Balai TNWK.
Instruksi itu untuk melakukan persiapan, termasuk membersihkan lokasi, guna memastikan bahwa pada tanggal 20 Desember 2023, TNWK sudah siap untuk dibuka kembali untuk umum.
Baca juga : Pelaku Pembakaran TNWK Jadi Buronan Polisi
