Lappung – Taman Nasional Way Kambas usung konsep baru untuk wisatawan.
Taman Nasional Way Kambas (TNWK), salah satu aset alam Indonesia yang berharga, dijadwalkan akan segera dibuka kembali.
Baca juga : Gajah Mambo di Taman Nasional Way Kambas Mati, Tim Medis Lakukan Nekropsi
TNWK bakal mengusung konsep yang mengedepankan wisata konservasi yang lebih ramah terhadap lingkungan dan satwa.
Sebelumnya, TNWK ditutup sementara karena berbagai alasan.
Termasuk penyesuaian regulasi terkait retribusi wisata dan menjawab kritikan dari para pecinta satwa terkait eksploitasi satwa.
Dari informasi yang beredar, TNWK di Kabupaten Lampung Timur akan dibuka kembali pada bulan Desember 2023 mendatang, namun dengan perubahan yang signifikan.
Salah satu perubahan utama adalah pengalaman wisata di dalam taman nasional ini.
Gajah-gajah yang sebelumnya menjadi daya tarik utama untuk memuaskan para wisatawan tidak akan lagi melakukan kegiatan seperti sebelumnya.
Konsep baru yang diusung oleh TNWK adalah wisata ramah gajah yang edukatif.
Ini berarti para wisatawan yang mengunjungi TNWK akan memiliki kesempatan untuk lebih dekat dengan gajah-gajah ini.
Tetapi dengan pendekatan yang lebih bertanggung jawab.
Baca juga : Kandang Habituasi Lampung Cegah Kepunahan Satwa Liar
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Yanyan Ruchyansyah, menjelaskan bahwa konsep wisata di TNWK akan berubah menjadi ekowisata atau wisata terbatas.
Tidak akan ada lagi eksploitasi satwa di dalam taman nasional ini.
Satwa hanya akan bisa dinikmati dalam habitatnya yang alami, tanpa sentuhan manusia atau eksploitasi seperti yang terjadi di sirkus.
“Jadi tidak ada seperti itu lagi, kita nanti menjualnya tentang alam, keindahan, dan pengalaman yang mendidik,” kata Yanyan Ruchyansyah dalam keterangannya, Rabu, 25 Oktober 2023.
Taman Nasional Way Kambas Usung Konsep Baru
Dalam melanjutkan konsep wisata konservasi yang baru, Yanyan menjelaskan bahwa fokus utama akan diberikan pada penyajian keindahan bentang alam alami.
Sampai kepada kehidupan alam gajah, dan pengalaman hidup bersama satwa di desa penyangga.
“Ini merupakan langkah yang signifikan untuk mempromosikan keberlanjutan dan menjaga esensi alam Way Kambas,” kata dia.
