Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Saburai » Tandhur: Refleksi Petani Lampung di Tengah Konflik Lahan

    Tandhur: Refleksi Petani Lampung di Tengah Konflik Lahan

    Irjen by Irjen
    17/09/2024
    in Saburai
    Tandhur: Refleksi Petani Lampung di Tengah Konflik Lahan

    Hari Tani Nasional 2024, ratusan petani dari Desa Sripendowo dan 11 desa lainnya di Lampung Timur dan Lampung Selatan menggelar Mimbar Rakyat di lahan yang tengah bersengketa. Foto : Dokumentasi LBH Bandarlampung

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Tandhur jadi refleksi petani Lampung di tengah konflik lahan.

    Dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional 2024, ratusan petani dari Desa Sripendowo dan 11 desa lainnya di Lampung Timur dan Lampung Selatan menggelar Mimbar Rakyat di lahan yang tengah bersengketa. 

    Baca juga : 79 Tahun RI: Petani Kota Baru Lampung Belum Merdeka

    Acara yang bertajuk Tandhur ini menjadi simbol perlawanan petani terhadap praktik mafia tanah yang mengancam hak-hak mereka.

    Kegiatan yang digelar pada 15 September 2024 tersebut diisi dengan berbagai kegiatan. 

    Mulai dari pertunjukan seni oleh anak-anak petani, diskusi dengan narasumber dari berbagai latar belakang, hingga penanaman bibit pohon. 

    Pemilihan lokasi di lahan yang sedang bersengketa bukan tanpa alasan. 

    Para petani ingin menunjukkan bahwa mereka tidak akan menyerah dalam memperjuangkan hak-hak mereka atas tanah yang telah mereka garap selama puluhan tahun.

    Konflik Lahan Meluas, Petani Bersatu

    Dalam diskusi yang berlangsung, para pembicara menyoroti maraknya konflik agraria di Indonesia, termasuk di Lampung. 

    Baca juga : Petani Lampung Serbu Kementerian ATR-BPN: Tolak Mafia Tanah

    Zainal Arifin dari YLBHI mengungkapkan bahwa konflik pertanahan menjadi salah satu permasalahan serius yang sering terjadi di tengah upaya pemerintah dalam menarik investasi. 

    “Konflik agraria ini bukan hanya terjadi di Lampung Timur, tetapi juga di banyak daerah lain di Indonesia,” ujarnya, dilansir pada Selasa, 17 September 2024.

    Sumindra Jarwadi dari LBH Bandarlampung menambahkan bahwa kasus yang dialami oleh petani di Lampung Timur ini merupakan contoh nyata dari praktik mafia tanah yang seringkali melibatkan oknum-oknum tertentu. 

    “Penerbitan sertifikat tanah secara massal atas nama orang lain tanpa melibatkan masyarakat yang telah menggarap lahan tersebut merupakan tindakan yang melanggar hukum,” tegasnya.

    Tandhur: Simbol Perlawanan dan Harapan

    Sekadar informasi, kata Tandhur yang dipilih sebagai tema acara memiliki makna yang mendalam. 

    Bagi para petani, menanam bukan hanya sekadar aktivitas pertanian, tetapi juga merupakan bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan dan perampasan tanah. 

    Baca juga : Lahan Tergusur, Petani Kotabaru Diproses Hukum

    “Dengan menanam, kami menunjukkan bahwa tanah ini adalah milik kami dan kami akan terus memperjuangkannya,” ujar salah seorang petani yang hadir.

    Tandhur: Refleksi Petani Lampung di Tengah Konflik Lahan

    Selain itu, Tandhur juga mengandung harapan akan masa depan yang lebih baik. 

    Para petani berharap dengan terus berjuang dan bersatu, mereka dapat mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi dan mewujudkan keadilan sosial.

    Tuntutan Keadilan

    Para petani yang tergabung dalam Serikat Petani Lampung (SPL) pun menuntut pemerintah untuk segera menyelesaikan konflik agraria yang mereka hadapi. 

    Mereka meminta Kementerian ATR/BPN untuk mencabut seluruh sertifikat tanah yang diterbitkan secara tidak sah.

    Dan, mengembalikan hak-hak mereka atas tanah yang telah mereka garap selama bertahun-tahun.

    Diketahui, acara Mimbar Rakyat ini menjadi momentum bagi para petani untuk memperkuat solidaritas dan memperjuangkan hak-hak mereka. 

    Mereka berharap aksi ini dapat menjadi perhatian publik dan mendorong pemerintah untuk mengambil tindakan nyata dalam mengatasi masalah agraria di Indonesia. 

    Baca juga : Gebuk Mafia Tanah. Petani Lampung Timur Tagih Janji Menteri ATR-BPN

    Tags: Hari Tani 2024Hari Tani NasionalKonflik Agraria LampungKonflik Lahan di LampungKonflik Petani LampungLBH BandarampungPetani LampungTandhur Petani LampungYLBHI
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    17 Eks Buruh PT Philips Seafood Indonesia Menang di MA, Perusahaan Wajib Bayar Rp1,4 Miliar

    Next Post

    Faishol Djausal Bangga, IPSI Lampung Raih 4 Medali di PON 2024

    Related Posts

    Gubernur Mirza Prioritas Perbaiki Jalan
    Saburai

    7 Alasan Logis Gubernur Mirza Prioritas Perbaiki Jalan

    02/06/2026
    Strategi Mesuji Lepas dari Kutukan Komoditas
    Saburai

    Hilirisasi Berbasis Rawa: Strategi Mesuji Lepas dari Kutukan Komoditas

    01/06/2026
    Menuai Kesejahteraan Petani Lampung
    Saburai

    Jejak Hilirisasi di Tiga Desa: Mengawal Mesin Pengering, Menuai Kesejahteraan Petani Lampung

    31/05/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Inilah 6 Perbedaan BPJS dan Asuransi Swasta

      Inilah 6 Perbedaan BPJS dan Asuransi Swasta yang Wajib Anda Tahu!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Jejak Hilirisasi di Tiga Desa: Mengawal Mesin Pengering, Menuai Kesejahteraan Petani Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 7 Alasan Logis Gubernur Mirza Prioritas Perbaiki Jalan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 5 Cara Menghilangkan Bau Mulut Permanen: Solusi Tepat dan Tepercaya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Hilirisasi Berbasis Rawa: Strategi Mesuji Lepas dari Kutukan Komoditas

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengenal Keris sebagai Warisan Budaya Nusantara: Nilai Sejarah, Seni dan Filosofi yang Sarat Makna

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved