Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Tim Disperindag Lampung Cek Dryer dan Pasar Murah di Suoh.
Tim Disperindag Lampung Cek Dryer dan Pasar Murah di Suoh
Oleh: Mahendra Utama*
Pembuka
Perjalanan dinas 12 jam menyusuri medan Lampung dari Bandar Lampung – Ambarawa – Wonosobo – Suoh – Batu Brak – Sumber Jaya – Bandar Lampung pada 4-5 Juli 2026.
Tim Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung yang dipimpin Kadis Zimmi Skil bersama Kabid PI Hendra Siswanto, Kabid PDN Panca Hartono, serta TPP Gubernur Ardiansyah, Mahendra Utama, Aswin Pratama Tirta, dan Robby Herdian menggelar serangkaian pengecekan krusial di Kecamatan Suoh.
Hilirisasi Pertanian, Kunci Transformasi Ekonomi Lampung
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa hilirisasi sektor pertanian menjadi prioritas utama Pemprov Lampung.
Dari total luas wilayah sekitar 3 juta hektare, sebanyak 1,8 juta hektare merupakan lahan pertanian dengan komoditas utama padi, jagung, dan singkong.
Kontribusi industri terhadap PDRB baru mencapai 18 persen dan masih didominasi industri berbasis komoditas.
Program Bed Dryer, Solusi Pasca Panen Petani
“Ketika dryer terbatas, petani berebut mengeringkan gabah sehingga harga jatuh. Selama bertahun-tahun petani hanya menjual gabah basah, sementara nilai tambah pengolahan dinikmati daerah lain.
Karena itu, program bed dryer ini menjadi bagian penting dari upaya hilirisasi pertanian di Lampung,” ujar Gubernur Mirza.
Agenda Pengecekan di Kecamatan Suoh
Pasca mengecek penerima bed dryer 2026 di Ambarawa, Tim bergerak dari Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu menuju Kecamatan Gisting, Simpang Wonosobo, lalu masuk ke Suoh di Blok 5.
Cek Hibah 3 Dryer TA 2025 & Calon Penerima 2027
Tim mengecek bantuan hibah 3 unit dryer Tahun Anggaran 2025 serta melakukan verifikasi terhadap 1 calon penerima dryer untuk Tahun Anggaran 2027.
Program ini merupakan bagian dari strategi Pemprov Lampung membangun fasilitas pengering di sentra produksi pertanian.
Persiapan Pasar Murah & Dialog Gubernur 8 Juli 2026
Tim juga mengecek lokasi pelaksanaan pasar murah yang direncanakan pada 8 Juli 2026 dan kesiapan dialog Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dengan penerima dryer 2025 dalam rangka kunjungan kerja Gubernur di Kecamatan Suoh.
Perjalanan Panjang, Komitmen Tak Terhenti
Jadwal Perjalanan Dinas
· 11.12 WIB – Cek workshop Perindustrian di Pajaresuk Pringsewu
· 11.23 WIB – Otw menuju Suoh
· 17.56 WIB – Tiba di Suoh
· 20.30 WIB – Keluar dari Suoh melalui Batu Brak lanjut ke Sumber Jaya
· 23.01 WIB – Singgah sholat jamak Magrib dan Isya di Masjid Aminatul Jannah
· 02.16 WIB – Singgah di Rest Area 116B
· 03.20 WIB – Tiba di rumah
Lampung Menuju Pusat Industri Pengolahan Sumbagsel
Gubernur Mirza menargetkan Lampung menjadi pusat industri pengolahan pangan dan komoditas berbasis sumber daya alam di wilayah Sumatera Bagian Selatan.
“Kami menargetkan ke depan industri pengolahan di Lampung bisa meningkat dua kali lipat. Ini sejalan dengan arahan Presiden agar Lampung menjadi provinsi tujuan hilirisasi komoditas pangan nasional,” tegasnya.
Dari potensi nilai komoditas sebesar Rp150 triliun, baru sekitar Rp30 triliun yang telah diolah melalui hilirisasi. Kehadiran teknologi bed dryer menjadi langkah nyata meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus memperkuat posisi tawar petani.
“Kalau gabah dijemur secara tradisional membutuhkan waktu berhari-hari dan kualitasnya menurun. Karena itu kami menghadirkan teknologi bed dryer agar gabah bisa dikeringkan lebih cepat dan kualitasnya terjaga,” pungkas Gubernur Mirza. (*)
———————————————————————
* Penulis: Mahendra Utama adalah TPP Gubernur Lampung Bidang Perindustrian.
