Lappung – Transformasi digital di sektor penyeberangan nasional menunjukkan hasil yang signifikan.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berhasil mencatatkan rekor baru pada awal tahun 2026, di mana pengguna layanan tiket elektronik Ferizy resmi menembus angka 3,50 juta pengguna.
Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat kini semakin nyaman dan percaya pada sistem reservasi online yang menawarkan kepastian jadwal serta kemudahan akses.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyebutkan bahwa angka 3,5 juta pengguna bukan sekadar statistik, melainkan bukti nyata keberhasilan perusahaan dalam mengubah wajah penyeberangan Indonesia menjadi lebih modern.
“Capaian ini menunjukkan Ferizy telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perubahan besar layanan penyeberangan.
“Ini bukan hanya soal sistem tiket, tapi fondasi transformasi menyeluruh untuk menghadirkan layanan yang tertib, modern, dan nyaman,” ungkap Heru di Jakarta, Senin, 9 Februari 2026.
Data operasional ASDP memperlihatkan tren pertumbuhan yang konsisten.
Pada Januari 2026 saja, tercatat penambahan pengguna baru sebanyak 61.980 akun, meningkat dari posisi Desember 2025 yang berada di angka 3,44 juta.
Peningkatan basis pengguna ini menjadi modal penting bagi ASDP dalam menghadapi tantangan operasional, khususnya menjelang periode Angkutan Lebaran 2026.
Dengan sistem digital, manajemen trafik di pelabuhan dapat dilakukan lebih terukur karena data penumpang masuk secara real time.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa digitalisasi melalui Ferizy secara langsung memangkas antrean fisik di pelabuhan.
Fitur pemesanan tiket sejak H-60 keberangkatan memberikan fleksibilitas bagi pengguna jasa untuk merencanakan perjalanan jauh hari, sekaligus membantu operator mengatur ritme kedatangan kendaraan.
“Digitalisasi ini memudahkan masyarakat melakukan perjalanan tanpa perlu antre tiket di pelabuhan. Lebih dari sekadar kemudahan transaksi, sistem ini membantu kami menekan potensi kepadatan pelabuhan, karena arus kendaraan dan penumpang lebih terencana,” jelas Windy.
Diketahui, hingga Februari 2026, layanan Ferizy telah diterapkan di 58 pelabuhan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Tidak berhenti di situ, ASDP menargetkan digitalisasi di 10 pelabuhan tambahan sepanjang tahun ini demi memastikan pemerataan akses layanan standar berbasis teknologi.
Dari sisi operasional armada, ASDP memastikan kesiapan penuh di lintasan-lintasan tersibuk. Di lintasan utama Merak–Bakauheni, sebanyak 75 unit kapal siap beroperasi, didukung dengan optimalisasi Dermaga Express dan peningkatan kapasitas di dermaga Ciwandan.
Sedangkan untuk lintasan Ketapang–Gilimanuk yang menghubungkan Jawa dan Bali, ASDP menyiagakan 56 kapal, termasuk kapal berkapasitas jumbo untuk mengurai kepadatan.





Lappung Media Network