Baca juga : Aktor Verrel Bramasta Jadi Mahasiswa IIB Darmajaya
Cara Memulai Bisnis Frozen Food
Ada berbagai cara memulai bisnis frozen food yang perlu dilakukan jika kamu tertarik dengan jenis usaha ini, di antaranya sebagai berikut.
Pilih dan Pelajari Produk
Hal pertama yang harus kamu lakukan dalam bisnis frozen food adalah memilih produk apa penjualan terlebih dahulu.
Ide bisnis frozen food yang dapat dipilih saat ini sangat banyak, seperti dimsum, nugget, olahan daging, tahu bakso, cireng, risol mayo, es krim, smoothie yogurt, dan salad bar.
Sebagai pelaku usaha kamu perlu memahami Unique Selling Point (USP) dari produk yang akan dipilih dan ditawarkan.
Di samping itu, kamu juga perlu mempelajari cara membuat makanan tersebut, bahan bakunya, hingga langkah yang tepat untuk membekukannya.
Terkait hal ini, kamu perlu melakukan riset mendalam untuk menemukan produk yang diminati banyak orang agar dapat menghasilkan keuntungan maksimal.
Siapkan Modal
Setelah menentukan dan mempelajari produknya, maka kamu bisa langsung merinci modal bisnis frozen food.
Modal bisnis frozen food sendiri dibagi menjadi dua yaitu, modal untuk peralatan dan modal operasional.
Modal peralatan adalah anggaran yang digunakan untuk penyediaan peralatan seperti, penggorengan, freezer, alat pengemasan, dan lain sebagainya.
Sedangkan biaya operasional dikeluarkan untuk keberlangsungan bisnis seperti pembelian bahan baku, gaji karyawan (jika ada), dan lain-lain.
Cari Supplier Bahan Baku Terpercaya
Langkah selanjutnya yakni mencari supplier atau pemasok bahan frozen food.
Hal ini tidak boleh dilakukan sembarangan karena akan mempengaruhi produk yang nantinya kamu jual.
Pastikan kamu memilih supplier terpercaya yang sudah memiliki izin edar resmi sehingga kualitas produk dan keamanannya terjaga.
Sediakan Peralatan yang Dibutuhkan
Janganlah ragu untuk membeli peralatan yang berkualitas agar tidak mudah rusak.
Sebab, jika peralatan mudah rusak, perbaikannya kemungkinan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Modal untuk membeli peralatan baru memang nantinya cukup besar.
Namun, kamu dapat menyiasati hal tersebut dengan membeli peralatan bekas yang kualitasnya masih baik.
Adapun beberapa peralatan yang digunakan untuk menjalankan bisnis frozen food antara lain:
Freezer (mesin pembeku), alat press kemasan, mesin vakum kemasan, plastik kemasan khusus untuk, makanan beku.
Hingga peralatan untuk membuat produk yaitu spatula, panci, wajan, kompor gas, blender, chopper, dan lainnya.
Tentukan Pengemasan
Tips bisnis frozen food berikutnya adalah menentukan pengemasan.
Dalam hal ini, kamu perlu memastikan bahwa kemasan frozen food menggunakan plastik khusus makanan beku yang tidak berpori.
Selain itu, kemasan perlu ditekan menggunakan mesin vakum agar udara di dalamnya tereliminasi dan terhindar dari bakteri atau benda asing untuk menjaga ketahanannya.
Jangan lupa untuk memberi label dan keterangan kadaluarsa produk pada kemasan makanan. Tujuannya agar kemasan lebih menarik dan informatif bagi calon konsumen.
Dapatkan Lisensi Makanan
Lisensi makanan menjadi salah satu hal penting dalam bisnis kuliner, begitupun pada bisnis frozen food.
Meskipun kamu hanya menjalankan bisnis frozen food rumahan, mengurus izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) tetaplah penting.
Jika jenis frozen food yang dipasarkan adalah produk daging, maka kamu harus mengurus registrasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Selain lisensi dari BPOM, mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga menjadi hal yang krusial.
Dengan demikian, kamu dapat menunjukkan bahwa selain sehat, makanan yang dijual juga halal.
Umumnya, hal inilah yang menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli makanan.
Tetapkan Target Pasar
Setelah memahami proses produksi dan pengemasan, kamu dapat menentukan siapa saja target pasar yang ingin dijangkau. Apakah itu individu, grosir, bisnis makanan, atau lainnya.
Agar lebih mudah, kamu juga bisa membuat buyer persona untuk menentukan strategi pemasaran yang tepat.
Tentukan Strategi Pemasaran
Berkaitan dengan poin sebelumnya, cara memasarkan bisnis frozen food perlu mengetahui strateginya. Hal ini penting dilakukan agar pemasaran produk lebih tepat sasaran.
Adapun saluran pemasaran yang dapat dicoba untuk bisnis frozen food online adalah melalui situs web, iklan berbayar, media sosial, dan lain sebagainya.
Sementara itu, dalam bisnis frozen food offline bisa memanfaatkan direct sales untuk berkomunikasi langsung pada pelanggan.
Pilih Jasa Pengiriman Instan
Jika kamu membuka bisnis frozen food online, tentunya membutuhkan bantuan jasa pengiriman.
Pastikan bahwa jasa yang akan digunakan menyediakan layanan pengiriman instan sehingga makanan tetap beku dan kualitasnya terjaga.
Apabila jarak kirim jauh, kamu dapat menggunakan boks berisi gel es agar produk sampai dalam kondisi segar dan tidak mencair selama perjalanan.
Kembangkan Bisnis dengan Networking
Tips bisnis frozen food terakhir adalah lakukan networking. Hal tersebut bertujuan untuk memperluas jaringan bisnis.
Jika bisnis sudah cukup laku, kamu bisa menawarkan produk ke reseller, supermarket, penyedia katering, atau membangun mitra bisnis lainnya.
Keuntungan Bisnis Frozen Food
Terdapat berbagai keuntungan bisnis frozen food yang bisa kamu rasakan, diantaranya yaitu:
Pilihan Produk Bervariasi
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ada berbagai macam pilihan produk untuk bisnis frozen food.
Dengan menggunakan alat penyimpanan dan pengemasan yang sama, kamu tidak perlu khawatir bila ingin berganti varian menu.
Tahan Lama
Salah satu keunggulan utama frozen food adalah kemampuannya untuk bertahan lebih lama dibandingkan dengan jenis makanan yang lain.
Hal tersebut memungkinkan kamu untuk menyimpan persediaan produk hingga beberapa bulan ke depan.
Mudah Dijalankan
Dalam bisnis frozen food kamu tidak harus menjadi produsen jika memang belum memiliki keahlian yang cukup.





Lappung Media Network