Lappung – Resmi diluncurkan Apindo Lampung, UMKM Merdeka digadang jadi program nasional usai sukses dalam batch 1 dan 2.
Apindo Lampung luncurkan UMKM Merdeka batch 3 di Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), pada Kamis, 16 Maret 2023.
Baca juga : Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Lampung Tercatat Naik di 2022
Sukses pada batch 1 dan 2, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung melakukan peluncuran program UMKM Merdeka Batch 3 di Kampus UTI.
Kegiatan ini turut diikuti oleh ratusan mahasiswa dari 13 perguruan tinggi se-Provinsi Lampung.
Ketua DPP Apindo Lampung, Ary Meizari Alfian, mengatakan, Apindo UMKM Merdeka merupakan kolaborasi dunia usaha dan dunia pendidikan terutama perguruan tinggi.
Hal itu agar ada sinergisitas antara kebutuhan UMKM dan dunia pendidikan.
“UMKM jumlahnya sangat banyak dan tulang punggung perekonomian,” kata Ary, Kamis, 16 Maret 2023.
Namun, sambung Ary, perkembangan UMKM memerlukan sentuhan sistem pengelolaan keuangan, pemasaran, permodalan, produksi, pengemasan, dan lainnya.
Perguruan tinggi yang secara nasional memiliki program kampus merdeka merdeka belajar juga membutuhkan ruang dalam pelaksanaanya.
“Disitulah Apindo berperan mensinergikan,” ujar Ary.
Menurut Ary, mahasiswa yang memiliki kemampuan secara teori membutuhkan ruang untuk mengaplikasikan.
“Jika mahasiswa magangnya di perusahaan besar, tidak akan maksimal karena sudah memiliki sistem yang baku,” ungkapnya.
Namun, lanjut Ary, bila di UMKM mahasiswa dituntut untuk membantu UMKM membenahi berbagai kekurangan dengan bekal teori mahasiswa dari kampus.
“Sehingga mahasiswa benar-benar bisa mengaplikasikan ilmunya,” tegas Ary.
Selain itu, jelas Ary lagi, program ini sendiri mendapat respons positif dari kalangan perguruan tinggi, pengusaha, hingga UMKM.
Hal itu terbukti setelah batch 1 dan 2, kini Apindo UMKM Merdeka sudah memasuki Batch 3 yang diikuti oleh peguruan tinggi luar Lampung.
“Saat ini bukan hanya perguruan tinggi Lampung, tapi beberapa perguruan tinggi di Sumatera Selatan juga sudah ikut,” jelas dia.
Pulau Jawa seperti Surabaya, sebut Ary, juga mulai tertarik.
Untuk itu, Apindo pusat berencana menjadikan program ini sebagai program nasional.
“Dan pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM juga mendukung program ini,” terang Ary.
Sementara, ketua Umum DPN Apindo, Hariyadi Sukamdani, juga turut mengapresiasi program yang diinisiasi Apindo Lampung itu.
Bahkan, Hariyadi sempat menanyakan langsung ke mahasiswa dan UMKM peserta Apindo UMKM Merdeka batch 2 tentang manfaat program itu.
Baca juga : Bandar Lampung Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional Lewat Digitalisasi UMKM
Menurutnya, mahasiswa memiliki kemampuan dan kemauan membuat usaha sendiri setelah mengikuti program ini.
Sebab, sudah memahami bagaimana membangun dan menjalankan usaha sendiri.
Resmi diluncurkan Apindo, UMKM Merdeka digadang jadi program nasional
Sementara, lanjut dia, UMKM merasa terbantu oleh mahasiswa dalam membuat kemasan yang menarik, pemasaran di media sosial, hingga mengurus berbagai perizinan perusahaan.
“Kalau melihat jawaban peserta seperti ini, berarti program ini benar-benar bermanfaat. Bisa dikembangkan jadi program Nasional,” ujar dia.
Di tempat yang sama, Rektor UTI, HM Nasrullah Yusuf, yang diwakili Wakil Rektor III, menyampaikan dukungan terhadap program Apindo UMK Merdeka.
UTI diakuinya, sejak batch 1 dan 2 sudah terlihat dalam program itu.
“UTI tentu mendukung karena sinergisitas antara pelaku UMKM dan perguruan tinggi ini untuk kebaikan dan kemajuan bersama,” ujarnya.
Ia menyebut, UTI membuka diri untuk terus bekerja sama dalam mengembangkan sumberdaya manusia UMKM.
“UTI berkomitmen untuk terus menciptakan SDM yang tangguh dan handal dalam berbagai bidang,” tandasnya.
Sekadar diketahui, program Apindo UMKM Merdeka bermula dengan sebutan Bina UMKM yang awalnya hanya melibatkan perguruan tinggi IIB Darmajaya.
Selain itu program tersebut hanya diikuti 35 mahasiswa dan 10 UMKM.
Baca juga : Gubernur Lampung Berharap Pertumbuhan Ekonomi Membaik
Pada batch 2, nama program diubah menjadi UMKM Merdeka dengan melibatkan 6 perguruan tinggi, 85 mahasiswa dan 17 UMKM.
Sementara dalam batch 3 ini, terdapat peningkatan jumlah peserta yang pesat, yakni mencapai 284 mahasiswa dari 13 perguruan tinggi.
Perguruan tingg itu meliputi, Itera, UTI, Polinela, Darmajaya, UBL, UIN, Unila, Malahayati, Umitra, Saburai, dan UTB.
Hingga 15 mahasiswa dari Universitas Muhammadiah Metro.
Selain melauching batch 3, acara ini juga menutup batch 2.
Lalu dilanjutkan dengan pengumuman UMKM Terbaik dan kelompok peserta terbaik di batch 2.
Terpilih UMKM yaitu Ummi Kemplang sebagai UMKM terbaik yang dibina oleh Bunga Mutiara (Umitra).
Lalu, Annas Rizki (Itera), Desi Karyati (IIB Darmajaya), Caroline Risa (IIB Darmajaya).
Serta Megawati Suryadi (STT Nusantara) yang juga diberikan penghargaan kelompok peserta terbaik batch 2.
Baca juga : Digitalisasi Solusi Peningkatan Ekonomi UMKM di Indonesia





Lappung Media Network