Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Saburai » UPTD KPH Kabupaten Sebagai Garda Depan Pengelolaan Hutan Lestari

    UPTD KPH Kabupaten Sebagai Garda Depan Pengelolaan Hutan Lestari

    by Editor354
    20/06/2026
    in Saburai
    Garda Depan Pengelolaan Hutan Lestari

    Ilustrasi: UPTD KPH Kabupaten Sebagai Garda Depan Pengelolaan Hutan Lestari. (Sumber Foto: Dok. Lappung.COM).

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: UPTD KPH Kabupaten Sebagai Garda Depan Pengelolaan Hutan Lestari.

     

    UPTD KPH Kabupaten Sebagai Garda Depan Pengelolaan Hutan Lestari
    Oleh: Mahendra Utama*

     

    Jika Dinas Kehutanan Provinsi berperan sebagai perancang strategi di atas kertas, maka Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPTD KPH) di kabupaten adalah ujung tombak eksekusinya.

    Sebagai pengelola di tingkat tapak, KPH memegang peran vital dalam menjaga benteng terakhir kelestarian hutan Lampung.

    Manajer Lapangan Penjaga Ekosistem

    Kehadiran UPTD KPH (seperti KPH Liwa, KPH Pesawaran, dan KPH lainnya) mereduksi pola manajemen masa lalu yang cenderung jauh dari lapangan.

    Kini, dengan adanya personil KPH yang bersiaga langsung di tingkat tapak, pengawasan konflik lahan, pencegahan kebakaran hutan, hingga penanganan pembalakan liar dapat direspons jauh lebih cepat.

    Dalam perspektif Teori Kehutanan Masyarakat (Social Forestry Theory) oleh Mark Poffenberger, pengelolaan hutan akan efektif jika melibatkan masyarakat lokal sebagai mitra, bukan sebagai ancaman.

    KPH di Lampung menerapkannya lewat program Perhutanan Sosial, mengubah paradigma penjagaan hutan dari sekadar patroli fisik (security approach) menjadi pendekatan kesejahteraan (prosperity approach).

    Kemitraan Pemberdayaan Masyarakat

    KPH berperan aktif memfasilitasi petani hutan melalui skema pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) seperti kopi, madu, dan getah damar. Hal ini membuktikan bahwa perlindungan hutan tidak harus mengorbankan ekonomi masyarakat.

    “KPH bukan sekadar penjaga gerbang hutan, melainkan mitra strategis masyarakat tapak untuk membangun harmoni ekonomi dan kelestarian alam.” – Mahendra Utama.

    Dengan pengelolaan tingkat tapak yang kuat, keberlanjutan hutan di kabupaten-kabupaten Lampung bukan lagi sekadar slogan, melainkan sebuah realita yang sedang diperjuangkan. (*)
    ————————————————————–
    * Penulis: Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan.

    Via: M. Satria
    Tags: #MahendraUtama#PemerhatiPembangunanHutanTingkatTapakKelestarianHutanKPHLampungOpiniMahePemberdayaanMasyarakatPerhutananSosial
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Membumikan Perencanaan Hutan Melalui Integrasi Kebijakan di Provinsi Lampung

    Next Post

    Gerakan Penetrasi Pasar ke-9 Lampung Jaga Stabilitas Harga dan Daya Beli

    Related Posts

    Saburai

    Membumikan Perencanaan Hutan Melalui Integrasi Kebijakan di Provinsi Lampung

    20/06/2026
    Saburai

    Bernard dari Nestle Ambil Berkas, Bursa Calon Ketua Apindo Lampung Makin Panas

    19/06/2026
    Saburai

    Dua Bakal Calon Ketua Apindo Lampung: Tatang Rohadi dan Junaedi Maju

    19/06/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Apa Perbedaan AMOLED dan IPS LCD: Mana yang Lebih Baik?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Apa Saja Perbedaan 4G dan 5G? Inilah Penjelasan Lengkapnya yang Wajib Anda Ketahui

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Uji Coba Strategis PTPN I di Kebun Rejosari Natar

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengapa Proyek Sorgum Skala Besar Kerap Mengalami Kegagalan?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengganti Gandum Impor Melalui Diversifikasi Pangan Nasional

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Potensi Emas Hijau: Udang Galah Rawa Jitu dan Mesuji Timur Melambung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version