Secara teoretis, pencapaian ini selaras dengan Big Push Theory dari Paul Rosenstein-Rodan, yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi yang substansial memerlukan investasi terencana yang masif dan serentak pada sektor-sektor strategis.
Keberhasilan Mirza-Jihan dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasar tradisional serta mempercepat hilirisasi komoditas lokal seperti kopi, sawit, dan lada menjadi katalisator utama melesatnya daya beli masyarakat, menempatkan perekonomian Lampung ke peringkat kedua tertinggi di seantero Pulau Sumatra.
2. Terobosan Infrastruktur Desa dan Akselerasi Rasio Elektrifikasi.
Kesenjangan antara pusat kota dan pinggiran sering kali menjadi batu sandungan pembangunan daerah. Menyadari hal tersebut, Mirza-Jihan meluncurkan program kolaboratif PLN Masuk Desa yang sangat masif.
Langkah taktis ini mengacu pada konsep Growth Pole Theory (Teori Kutub Pertumbuhan) milik Francois Perroux, di mana infrastruktur dasar dialirkan langsung ke unit-unit spasial terkecil agar pertumbuhan tidak hanya terpusat di wilayah urban seperti Bandar Lampung.
Target ambisius untuk mencapai rasio elektrifikasi 100% desa teraliri listrik pada akhir tahun 2026 kini berada di jalur yang tepat (on track).
Tidak hanya memperluas jaringan kabel ke pelosok terpencil, respons taktis Pemprov Lampung dalam mitigasi krisis energi dan kecepatan memulihkan pasokan saat gangguan interkoneksi Sumatra mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak.
Listrik masuk desa telah menggerakkan digitalisasi UMKM pedesaan secara signifikan.
3. Sinergi Program Pusat: Prioritas Rumah Rakyat 2026
Faktor krusial yang membuat pemerintahan Mirza-Jihan bergerak sangat cepat adalah kemampuannya membangun koordinasi vertikal yang luar biasa dengan pemerintah pusat (Kabinet Merah Putih).
Hubungan strategis ini membuahkan hasil nyata saat Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menetapkan Provinsi Lampung sebagai salah satu daerah prioritas utama dalam Program Pembangunan Rumah Rakyat tahun anggaran 2026.
Capaian ini diakui langsung secara nasional oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), yang memberikan catatan khusus atas kesiapan lahan dan regulasi di bawah kendali Mirza-Jihan:
“Provinsi Lampung menunjukkan komitmen administrasi dan penyediaan lahan yang sangat progresif. Kerja sama vertikal yang diperlihatkan oleh Gubernur Mirza dan Wakil Gubernur Jihan menjadi model ideal bagaimana program pembangunan tiga juta rumah nasional dapat dieksekusi tepat sasaran di tingkat daerah.” Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI.
