Lappung – Survei CPCS menyebut partai Gerindra naik dan PDIP stagnan.
Survei terbaru dari Center for Political Communication Studies (CPCS) telah merilis data menarik mengenai dukungan politik di Indonesia.
Baca juga : Elektabilitas PKB Salip Golkar dan Demokrat
Hasil survei ini mengungkapkan bahwa partai Gerindra mengalami peningkatan yang tajam, sementara PDIP tetap stagnan.
Menurut hasil survei CPCS yang dilakukan pada periode April-Juni 2023, Gerindra berhasil meraih dukungan sebesar 16.8 persen dari responden yang diwawancarai.
Angka tersebut terpaut hanya 0,5 persen dari PDI Perjuangan atau PDIP yang menduduki peringkat pertama.
PDIP, partai yang selama ini dikenal sebagai salah satu partai papan atas di Indonesia, terlihat stagnan dalam hasil survei ini.
Dalam periode yang sama, dukungan untuk PDIP hanya mengalami sedikit perubahan.
Partai berlambang banteng ini hanya mencatatkan angka 17,3 persen berdasarkan hasil survei di periode yang sama seperti pada survei sebelumnya.
Peneliti senior CPCS Hatta Binhudi dalam keterangan tertulis, pada Selasa, 5 September 2023, merincikan soal hasil ini.
“Kenaikan tajam dukungan untuk Gerindra dapat dilihat sebagai hasil dari berbagai upaya yang telah mereka lakukan dalam beberapa bulan terakhir,” jelas Hatta.
Baca juga : Litbang Kompas: Prabowo Ungguli Ganjar dan Anies
Partai ini, lanjutnya, aktif dalam berbagai kegiatan politik, termasuk kampanye di daerah-daerah yang penting dalam pemilihan umum mendatang.
Selain itu, Gerindra juga berhasil memperkuat citra kepemimpinan dengan mengedepankan berbagai isu nasional yang relevan.
“Naiknya elektabilitas Gerindra mengancam tekad PDIP untuk mencetak hattrick atau menang pemilu 3 periode berturut-turut,” tegas Hatta.
Naiknya elektabilitas Prabowo juga diikuti merapatnya partai-partai besar Senayan untuk bergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM), yaitu Golkar dan PAN.
Semula Prabowo hanya didukung oleh Gerindra dan PKB yang tergabung dalam koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR).
Dengan masuknya Muhaimin Iskandar atau Cak Imin ke kubu pengusung Anies, otomatis PKB keluar dari KIM dan merapat ke Nasdem.
Deklarasi Anies-Cak Imin di Surabaya yang hanya diikuti petinggi PKB dan Nasdem memunculkan dugaan PKS bakal mengikuti jejak Demokrat keluar dari koalisi Anies.
“Untuk sementara peta pencapresan dan koalisi partai menunjukkan potensi terbentuknya tiga pasangan capres-cawapres,” kata Hatta.
Gerindra naik PDIP stagnan





Lappung Media Network