Lappung – 2 ribu lebih warga di Tulangbawang Barat terdampak kemiskinan ekstrem.
Pj Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba) M Firsada, meminta seluruh jajarannya untuk dapat terus membuat terobosan program yang terintegrasi.
Baca juga : Sepanjang 2023, 17 Kasus Kekerasan Anak Terjadi di Bandarlampung
Program itu melalui kolaborasi dan intervensi lintas sektoral terutama di sektor pendidikan, kesehatan, sosial, perekonomian dan infrastruktur.
Firsada menyampaikan bahwa, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Tubaba di tahun 2022 tercatat angka kemiskinan di Kabupaten Tubaba adalah 7,44 persen atau sekitar 20.720 jiwa.
Masuk pada persentase terendah kedua di Provinsi Lampung.
“Sedangkan angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Tubaba pada 0,91 persen atau sekitar 2.540 jiwa, angka ini menempati posisi terendah ketiga di Provinsi Lampung,” ungkap Firsada, Kamis, 7 September 2023.
Dari 9 kecamatan di Kabupaten Tubaba, sambungnya, 3 kecamatan menyumbang angka kemiskinan ekstrem terbesar.
Pertama di Kecamatan Tulang Bawang Tengah dengan persentase penduduk yang masuk kategori miskin ekstrem sebesar 23,38 persen atau sebanyak 594 jiwa.
Lalu di Kecamatan Tumijajar dengan persentase sebesar 12,36 persen atau sebanyak 314 jiwa.
Baca juga : Apkasi Diajak Wujudkan Lampung Berjaya
“Serta di Kecamatan Lambu Kibang pada angka persentase sebesar 11,22 persen atau sebanyak 285 jiwa,” jelasnya.
Firsada mengungkapkan, ada penyempurnaan komitmen pemerintah dalam upaya penanggulangan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.
Pemerintah Kabupaten Tubaba, kata dia, juga telah menetapkan target penurunan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem tahun 2023 sampai dengan tahun 2026.
Untuk target angka kemiskinan tahun 2023 sebesar 7,3 persen, tahun 2024 sebesar 7,15 persen, tahun 2025 sebesar 7 persen dan tahun 2026 turun menjadi 6,85 persen.





Lappung Media Network