Lappung – AI bantu perketat pengawasan orang asing di Kota Bandarlampung.
Pengawasan terhadap keberadaan orang asing di Kota Bandarlampung kini semakin diperketat dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Baca juga : Imigrasi Kotabumi Deportasi Bintang Tamu Tubaba Art Festival
Langkah ini merupakan bagian dari upaya peningkatan efektivitas dan efisiensi pengawasan yang diinisiasi oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandarlampung melalui Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Tahun 2024.
Rapat yang digelar di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandarlampung ini dibuka oleh Kepala Kantor Imigrasi, John Paul Fillino, dan dihadiri oleh berbagai instansi terkait.
Termasuk Bais TNI, Kodim 0410 Bandarlampung, Polres Bandarlampung, Kesbangpol, Dinas Dukcapil, Dinas Pariwisata, dan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker).
Fokus utama pertemuan ini adalah membahas berbagai isu keimigrasian, terutama terkait pergerakan warga negara asing di wilayah Bandarlampung serta upaya kolaborasi dalam pengawasan.
Dalam kesempatan itu, John Paul Fillino menekankan pentingnya kerja sama antara berbagai instansi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui pengawasan yang lebih ketat terhadap orang asing.
Baca juga : John Paul Fillino Jabat Kepala Imigrasi TPI Lampung
“Pengawasan ini tidak hanya mengandalkan pengawasan manual, tetapi juga harus memanfaatkan teknologi terkini untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi,” jelas John Paul, Rabu, 9 Oktober 2024.
AI Bantu Perketat Pengawasan Orang Asing di Bandarlampung
Teknologi AI sendiri menjadi salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam rapat ini.
Menurut M Ridwan, Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kanwil Kemenkumham Lampung, penggunaan AI diharapkan mampu mempercepat proses deteksi potensi risiko dari pergerakan warga negara asing.
“Dengan AI, data yang diperoleh akan dianalisis secara cepat dan akurat, sehingga memungkinkan langkah-langkah preventif yang lebih tepat sasaran,” jelas Ridwan.
Baca juga : Darurat TPPO: Ribuan Pekerja Migran Lampung Diduga Ilegal
Ridwan menambahkan, teknologi ini akan sangat berguna dalam pemantauan harian, terutama di wilayah-wilayah yang menjadi titik masuk utama bagi warga negara asing.
“Keberadaan AI memungkinkan kami memantau data pergerakan dan perilaku dengan lebih baik.
“Memberikan informasi intelijen yang lebih mendalam, serta mendeteksi potensi ancaman lebih dini,” ujarnya.
Langkah ini pun diharapkan mampu memperkuat sinergi antarinstansi di Lampung dalam menjalankan tugas pengawasan orang asing.
Penerapan teknologi modern seperti AI diharapkan tidak hanya meningkatkan keamanan di wilayah Bandarlampung.
Tetapi juga membantu menciptakan sistem pengawasan yang lebih efisien dan tanggap terhadap ancaman.
Dengan adanya kolaborasi dan dukungan teknologi, pengawasan terhadap orang asing di Lampung diproyeksikan akan lebih kuat dan terarah.
Baca juga : Marak Kasus Perdagangan Orang, Imigrasi Kotabumi Perketat Penerbitan Paspor





Lappung Media Network