Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Gaya Hidup » Hari Radang Sendi: Komunitas Odapus Lampung Minta Pemda Sediakan Alat Kepadatan Tulang

    Hari Radang Sendi: Komunitas Odapus Lampung Minta Pemda Sediakan Alat Kepadatan Tulang

    Irjen by Irjen
    27/10/2024
    in Gaya Hidup
    Hari Radang Sendi: Komunitas Odapus Lampung Minta Pemda Sediakan Alat Kepadatan Tulang

    Komunitas Odapus Lampung menggelar acara Bincang Sehat bertema Apa Itu Rheumatik Autoimun. Foto: Dokumentasi KOL

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Hari Radang Sendi Komunitas Odapus Lampung minta pemda sediakan alat kepadatan tulang.

    Dalam rangka memperingati Hari Radang Sendi Sedunia yang jatuh setiap tanggal 12 Oktober, Komunitas Odapus Lampung (KOL) menggelar acara Bincang Sehat, pada Minggu, 27 Oktober 2024. di Aula Rumah Sakit Natar Medika.

    Baca juga : Perkawinan Anak: Bom Waktu bagi Kesehatan dan Masa Depan

    Acara yang bertema “Apa Itu Rheumatik Autoimun” ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit autoimun, khususnya radang sendi.

    Acara ini dihadiri oleh lebih dari 100 peserta, termasuk anggota KOL yang merupakan Orang dengan Lupus (Odapus) dan Orang dengan autoimun (Odamun).

    Lalu, para pendamping, masyarakat umum, pimpinan klinik dan rumah sakit, serta pihak Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.

    Bincang Sehat juga menghadirkan 2 narasumber ahli, yakni dr Rina Kriswiastiny, Sp.PD., K.R., FINASIM, dokter spesialis penyakit dalam konsultan reumatologi.

    Serta dr Tuti Ernawati, M.Gz., Sp.GK., ahli gizi di Lampung.

    Kedua narasumber ini berbagi informasi penting terkait radang sendi akibat penyakit autoimun dan pentingnya menjaga kesehatan tulang untuk pasien autoimun.

    Dr Rina Kriswiastiny menjelaskan bahwa keluhan nyeri sendi pada usia di bawah 45 tahun bisa menjadi tanda awal penyakit autoimun.

    Baca juga : PPNI Lampung Usul UU Kesehatan Judicial Review

    Gejalanya meliputi nyeri pada jari tangan atau kaki yang simetris di kedua sisi tubuh, pembengkakan, dan nyeri di area punggung yang berlangsung lebih dari tiga minggu.

    Gejala-gejala ini, menurut dr Rina, dapat menjadi pedoman bagi dokter di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) untuk menentukan apakah pasien perlu dirujuk ke dokter spesialis untuk perawatan lebih lanjut.

    Selain itu, dr Rina menyoroti bahwa radang sendi kerap dialami oleh pasien autoimun seperti penderita Lupus, Rheumatoid Arthritis, Ankylosing Spondylitis, dan Scleroderma.

    “Radang sendi pada penderita autoimun dapat menyebabkan komplikasi pada beberapa organ tubuh, termasuk paru-paru dan sistem peredaran darah,” paparnya.

    Di sisi lain, dr Tuti Ernawati mengingatkan pentingnya menerapkan pola hidup sehat dengan gizi seimbang, khususnya bagi penderita autoimun.

    “Dengan gizi yang terjaga, pasien dapat meningkatkan kualitas hidup dan meminimalisir keluhan nyeri sendi,” ujarnya.

    Hari Radang Sendi: Komunitas Odapus Lampung Minta Pemda Sediakan Alat Kepadatan Tulang

    Meski demikian, salah satu tantangan utama yang dihadapi para Odapus dan Odamun di Lampung adalah ketiadaan alat pemeriksaan kepadatan tulang atau Bone Mineral Density (BMD) di provinsi tersebut.

    Padahal, pemeriksaan ini sangat penting mengingat pasien autoimun sering mengonsumsi obat-obatan steroid yang memiliki efek samping berupa pengeroposan tulang.

    Baca juga : 65 Persen Penduduk Bandarlampung Berada di Usia Produktif

    Dr Rina menyampaikan, pemeriksaan kepadatan tulang sangat penting dilakukan secara berkala untuk mendeteksi risiko osteoporosis sejak dini.

    “Sayangnya, karena alat BMD belum tersedia di Lampung, pasien harus menjalani tes ini di luar provinsi, yang tentu memerlukan biaya tambahan,” ungkapnya.

    Merli Susanti, Ketua KOL, mengungkapkan harapannya agar pemerintah daerah, khususnya RSUD Abdul Moeloek, dapat menyediakan alat BMD di Lampung.

    “Dengan adanya alat BMD di provinsi kita, pasien Lupus dan autoimun lainnya tak perlu mengeluarkan biaya besar untuk pemeriksaan tulang di luar daerah,” ujar Merli.

    Di akhir acara, Merli juga mengajak masyarakat untuk semakin sadar akan pentingnya deteksi dini radang sendi dan memahami gejala-gejala penyakit autoimun.

    “Kami berharap lebih banyak masyarakat yang peduli terhadap kesehatan sendi dan memahami pentingnya pemeriksaan dini agar penyakit ini dapat terdeteksi lebih awal,” pungkasnya.

    Dengan momentum Hari Radang Sendi ini, Komunitas Odapus Lampung berharap agar dukungan dari pemerintah daerah terus meningkat.

    Tak lain untuk menyediakan fasilitas yang dibutuhkan demi kesejahteraan para penderita autoimun di Provinsi Lampung.

    Baca juga : 12 Siswa SD di Bandarlampung Keracunan Jajanan Sekolah, Dinkes Turun Tangan

    Tags: Alat Kepadatan TulangHari Radang SendiKOLKomunitas Odapus LampungLampungLupusRadang Sendi
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Modus Loloskan Bintara Polri, Wanita di Tanggamus Tipu Korban Hingga Rp1 Miliar

    Next Post

    Syila Music Meriahkan Kampanye Arinal-Sutono di 10 Titik Lampung

    Related Posts

    Bandar Lampung 2036: Menanam Ruko, Memanen Hulu, Karya: Mahendra Utama
    Gaya Hidup

    Bandar Lampung 2036: Menanam Ruko, Memanen Hulu, Karya: Mahendra Utama

    11/03/2026
    Lebih Efisien ke Kuala Lumpur atau Jakarta? Ini Analisis Rute Umroh dan Perjalanan dari Lampung
    Gaya Hidup

    Lebih Efisien ke Kuala Lumpur atau Jakarta? Ini Analisis Rute Umroh dan Perjalanan dari Lampung

    22/02/2026
    Satu Tahun Khidmat: Embun bagi Bumi Ruwa Jurai
    Gaya Hidup

    Satu Tahun Khidmat: Embun bagi Bumi Ruwa Jurai

    20/02/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kakanwil BPN Sumsel Sambangi Kantah Banyuasin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • PDRB Bandarlampung Versus PDRB Palembang: Siapa Unggul?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mayjen Kristomei Sianturi, Putra Kotabumi Lampung, Jabat Pangdam Radin Inten

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Terkuak! Rp200 Miliar untuk Pelunasan Perkara Sugar Group di Mahkamah Agung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved