Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Metropolitan » Pukul Meja, Anggota DPRD Lampung Picu Amarah Massa Petani Singkong

    Pukul Meja, Anggota DPRD Lampung Picu Amarah Massa Petani Singkong

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    13/01/2025
    in Metropolitan
    Pukul Meja, Anggota DPRD Lampung Picu Amarah Massa Petani Singkong

    Kolase, Anggota DPRD Lampung, Budhi Condrowati (kiri) saat didesak keluar ruangan rapat oleh massa petani singkong. Foto: Dokumentasi Istimewa

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Pukul meja anggota DPRD Lampung picu amarah massa petani singkong.

    Suasana audiensi antara perwakilan petani singkong dan Tim Panitia Khusus (Pansus) Tata Niaga Singkong di DPRD Lampung berubah tegang, Senin, 13 Januari 2025.

    Baca juga : Harga Singkong Lampung Resmi Rp1400, Pj Gubernur Larang Impor

    Kericuhan terjadi setelah anggota DPRD Lampung, Budhi Condorowati, memukul meja dalam rapat, memicu kemarahan para petani yang hadir.

    Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi DPRD Lampung itu dihadiri oleh perwakilan petani dari 7 kabupaten penghasil singkong di Lampung.

    Yakni, Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Utara, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Mesuji, dan Waykanan.

    Para petani menuntut kepastian hukum terkait kenaikan harga singkong menjadi Rp1400 per kilogram yang sebelumnya dijanjikan oleh Pj Gubernur Lampung, Samsudin.

    Ketegangan dimulai ketika Maradoni, perwakilan petani dari Lampung Timur, meminta kejelasan dari Pansus mengenai realisasi harga singkong yang telah disepakati.

    “Kami meminta harga Rp1400 itu benar-benar diberlakukan di lapangan, bukan hanya sekadar janji,” ujar Maradoni.

    Namun, alih-alih mendapat jawaban memuaskan, anggota Pansus hanya menjelaskan tugas-tugas teknis mereka.

    Baca juga : Harga Anjlok, Petani Singkong Lampung Utara Desak Stop Impor Aci

    Hal ini membuat emosi para petani memuncak. Maradoni pun memukul meja untuk menuntut penjelasan konkret.

    Kericuhan semakin menjadi ketika Budhi Condorowati, anggota DPRD Lampung, ikut memukul meja.

    Ia mencoba memberikan penjelasan tentang pentingnya pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Tata Niaga Singkong untuk menyelesaikan masalah ini.

    “Kita butuh Perda, ini keadaan mendesak! Saya juga seorang petani singkong! Jadi saya paham kesulitan yang dihadapi,” ujar Budhi dengan nada tinggi.

    Namun, tindakan memukul meja ini justru memicu kemarahan lebih besar dari para petani.

    Massa yang hadir merasa tindakan tersebut tidak mencerminkan etika seorang pejabat publik.

    “Sebagai anggota DPRD, dia harusnya memberi contoh yang baik. Ada adab dan etika, bukan menunjukkan arogansi seperti itu!” seru Maradoni.

    Dalam suasana panas tersebut, para petani meminta Budhi Condorowati untuk meninggalkan ruangan.

    Beberapa dari mereka bahkan nyaris menyerang anggota DPRD yang ada di lokasi.

    Situasi berhasil diredam oleh petugas keamanan sebelum berubah menjadi bentrokan fisik.

    Petani Tuntut Kepastian Hukum

    Koordinator Lapangan Perkumpulan Petani Ubi Kayu Indonesia (PPUKI), Fazri, menegaskan bahwa tuntutan utama mereka adalah kepastian hukum yang mengikat.

    “Selama ini hanya ada surat edaran tanpa kekuatan hukum.

    “Kami meminta Gubernur memberikan sanksi tegas kepada perusahaan yang melanggar kesepakatan harga,” ujarnya.

    Baca juga : Harga Singkong Anjlok, Fauzi Heri: Petani Lampung Dijajah Gaya Baru!

    Fazri juga mengkritik DPRD Lampung yang dinilai kurang sigap menyelesaikan persoalan tata niaga singkong.

    Menurutnya, pembentukan Perda Tata Niaga Singkong sangat penting untuk melindungi para petani dari kerugian akibat harga jual yang tidak adil.

    Sementara itu, Maradoni menyatakan bahwa tindakan arogansi dari anggota DPRD hanya memperkeruh situasi.

    “Kami datang untuk mencari solusi, bukan diperlakukan seperti ini. DPRD seharusnya mendengarkan aspirasi kami, bukan malah menunjukkan emosi di depan massa,” katanya.

    Pukul Meja Anggota DPRD Lampung Picu Amarah Massa Petani Singkong

    Menanggapi insiden tersebut, Pansus Tata Niaga Singkong menyatakan bahwa mereka akan segera mengusulkan pembentukan Perda untuk mengatur tata niaga singkong di Lampung.

    Namun, pernyataan ini belum cukup meredakan kekecewaan para petani yang merasa janji serupa sudah sering dilontarkan tanpa hasil nyata.

    “Kami akan terus mengawal hingga harga singkong benar-benar naik dan diterapkan di seluruh Lampung,” tegas Fazri.

    Hingga berita ini diturunkan, aksi massa petani masih berlangsung di Lapangan Korpri, depan Kantor Gubernur Lampung.

    Ribuan petani tetap bertahan, menunggu hasil audiensi yang sesuai dengan tuntutan mereka.

    Baca juga : Massa Petani Singkong di Lampung Utara Gelar Aksi, Minta Rafaksi Maksimal 10 Persen

    Tags: Aksi MassaBudhi CondrowatiDPRD LampungHarga Singkong LampungLampungPetani SingkongRicuh SingkongSingkong Lampung
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Mirza Bangga, Program MBG Prabowo-Gibran Hadirkan Manfaat Multidimensi di Metro

    Next Post

    Pemkab Pesawaran dan PLN Bahas Sinkronisasi Data Pelanggan untuk Tingkatkan PAD

    Related Posts

    Mengapa 80 Persen Rakyat Optimis? Rahasia Kolaborasi Mirza-Jihan Terbongkar
    Metropolitan

    Mengapa 80 Persen Rakyat Optimis? Rahasia Kolaborasi Mirza-Jihan Terbongkar

    09/02/2026
    "Gentengisasi" Prabowo: Proyek Estetika atau Pelumas Roda Ekonomi Desa di Lampung?
    Metropolitan

    “Gentengisasi” Prabowo: Proyek Estetika atau Pelumas Roda Ekonomi Desa di Lampung?

    05/02/2026
    Fahri Hamzah Tinjau Muara Angke: Dorong Konsep Rumah Panggung Nelayan
    Metropolitan

    Wamen PKP Pastikan Hunian Pesisir Muara Angke Layak

    31/01/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Mengungkap Arti Mimpi Gigi Copot

      Mengungkap Arti Mimpi Gigi Copot: Fakta atau Mitos?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 5 Fakta DNA Manusia yang Jarang Diketahui: Sungguh Mengejutkan!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Tanpa Disadari! Distraksi Digital Bisa Bikin Gagal Fokus

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 5 Kategori Produk Paling Laris di Marketplace: Tren Konsumen dan Strategi Penjualan yang Tepat

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 5 Cara Raih Kebebasan Finansial Meski Gaji Kecil: Panduan Realistis bagi Pemula

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Inilah 5 Fenomena Alam Paling Misterius di Dunia: Masih Sulit Dijelaskan Secara Ilmiah

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved