Lappung – BMKG peringatkan hujan ekstrem angin kencang dan puting beliung.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem seiring datangnya musim pancaroba.
Baca juga : Korban Jiwa Berjatuhan, Banjir dan Longsor Hantam Bandarlampung
Peralihan dari musim hujan ke kemarau ini diprediksi berlangsung pada Maret hingga April 2025, ditandai dengan fenomena hujan lebat, petir, angin kencang, hingga potensi hujan es dan puting beliung di sejumlah wilayah.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan, fenomena pancaroba sering kali membawa cuaca yang tidak menentu.
“Pada periode transisi ini, terjadi perubahan pola angin yang menyebabkan cuaca ekstrem, seperti hujan intensitas tinggi dalam durasi singkat, disertai angin kencang dan petir.
“Beberapa daerah juga berpotensi mengalami puting beliung,” ujarnya dalam rapat koordinasi persiapan mudik Lebaran, dikutip pada Minggu, 23 Februari 2025.
Cuaca Ekstrem
BMKG mencatat, aktivitas gelombang ekuator dan Madden-Julian Oscillation (MJO) turut berkontribusi terhadap peningkatan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia.
Baca juga : Modifikasi Cuaca Lampung, Ahli: Tak Akan Hentikan Banjir!
Sumatera bagian utara menjadi daerah yang pertama kali merasakan dampaknya, sebelum bergeser ke wilayah barat dan tengah Indonesia hingga pertengahan Maret.
“Peningkatan curah hujan ini tidak merata, tetapi beberapa wilayah dapat mengalami hujan lebat yang berpotensi menyebabkan banjir dan tanah longsor.
“Oleh karena itu, masyarakat di daerah rawan bencana perlu meningkatkan kewaspadaan,” tambah Dwikorita.
Selain itu, BMKG juga mengingatkan adanya potensi banjir rob di wilayah pesisir akibat fenomena bulan baru dan purnama.
Kombinasi ini, ditambah dengan jarak terdekat antara Bumi dan Bulan pada akhir Maret dan April, dapat meningkatkan risiko air pasang yang lebih tinggi dari biasanya.
BMKG Peringatkan Hujan Ekstrem Angin Kencang dan Puting Beliung
Baca juga : Banjir dan Jalan Hancur: Pelajar Lampung Berjuang di Tengah Ketidakpedulian
Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, BMKG mengimbau masyarakat untuk lebih aktif memantau prakiraan cuaca sebelum beraktivitas di luar rumah, terutama bagi mereka yang bekerja di sektor perikanan, pertanian, dan transportasi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berteduh di bawah pohon saat hujan deras, mengamankan barang-barang yang berpotensi terbawa angin kencang.
“Serta menghindari daerah rawan longsor dan banjir,” ujar Dwikorita.
Lebih lanjut, BMKG mengingatkan para pemudik untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama musim libur Lebaran.
“Sebelum berangkat, pastikan untuk memantau informasi cuaca terbaru agar perjalanan lebih aman dan nyaman,” tegasnya.
Baca juga : WALHI: Wali Kota Bandarlampung Harus Malu Jika Tak Serius Tangani Banjir





Lappung Media Network