Lappung – Korban jiwa berjatuhan banjir dan longsor hantam Bandarlampung.
Hujan deras yang mengguyur Kota Bandarlampung sejak Jumat, 21 Februari 2025 malam menyebabkan banjir di hampir seluruh wilayah kota.
Baca juga : Modifikasi Cuaca Lampung, Ahli: Tak Akan Hentikan Banjir!
Ratusan rumah terendam, sejumlah warga terpaksa mengungsi, dan 3 orang dilaporkan meninggal dunia akibat bencana ini.
Salah satu wilayah terdampak paling parah adalah Perumahan Arinda Permai di Kelurahan Pematang Wangi, Kecamatan Tanjung Senang.
Ketinggian air di perumahan ini mencapai satu meter setelah tanggul penahan air jebol.
“Hujannya enggak berhenti semalaman. Subuh tadi baru reda, tapi air sudah masuk rumah,” kata Panji (40), warga setempat, Sabtu, 22 Februari 2025 pagi.
Lurah Pematang Wangi, Firdaus Oganda, menyebutkan bahwa kawasan ini memang dikelilingi beberapa aliran sungai yang sering meluap saat hujan deras.
“Warga sudah berupaya memperbaiki tanggul secara swadaya, tapi ternyata tidak cukup kuat menahan debit air yang besar,” ujarnya.
Baca juga : WALHI: Wali Kota Bandarlampung Harus Malu Jika Tak Serius Tangani Banjir
Pasutri Tewas
Bencana banjir tak datang sendiri. Hujan lebat juga memicu tanah longsor di Gang Kelinci, Kelurahan Gedong Air, Kecamatan Tanjungkarang Barat.
Longsor merobohkan tembok rumah, menewaskan pasangan suami istri, Hariadi (36) dan Rosmaini (30).
Widarto (60), tetangga korban, mengaku tidak mendengar tanda-tanda sebelum tanah di belakang rumah itu ambrol.
“Tiba-tiba ada suara keras. Pas saya keluar rumah, belakang sudah tertimbun tanah,” ujarnya.
Tim SAR yang datang ke lokasi langsung mengevakuasi korban, tetapi nyawa pasangan itu tak tertolong.
Polisi pun telah memasang garis polisi di sekitar rumah yang tertimbun longsor.
Pengendara Terseret
Tragedi juga terjadi di Kecamatan Sukabumi, Bandarlampung.
Seorang wanita berusia 30 tahun tewas setelah mobil Toyota Yaris yang dikendarainya terseret arus banjir.
Menurut Camat Sukabumi, Syahrial, korban nekat menerobos genangan air yang deras hingga mobilnya terbawa arus dan masuk ke dalam got.
“Penumpangnya hanyut terbawa arus dan baru ditemukan tadi pagi dalam keadaan meninggal dunia,” kata Syahrial.
Baca juga : Banjir di Bandarlampung: Rumah, Jalan, dan Jembatan Terkepung Air
Korban telah diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.
Mengungsi
Banjir juga dilaporkan terjadi di sejumlah titik lain seperti Kelurahan Pasir Gintung (Kecamatan Tanjungkarang Pusat) dan Kelurahan Gedong Air (Kecamatan Tanjungkarang Barat).
Drainase yang buruk dan aliran air yang tersumbat disebut-sebut menjadi penyebab utama genangan yang meluas.
Saat ini, beberapa warga masih mengungsi di kantor kelurahan dan rumah kerabat.
“Kami sudah siapkan tempat penampungan sementara bagi warga yang terdampak,” kata Firdaus.
Hingga Sabtu siang, air mulai surut di beberapa titik.
Namun, warga masih waspada mengingat hujan ringan masih turun di sejumlah wilayah.
Korban Jiwa Berjatuhan Banjir dan Longsor Hantam Bandarlampung
Pemerintah Kota Bandarlampung mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir untuk meningkatkan kewaspadaan.
Tim gabungan juga telah dikerahkan untuk membantu evakuasi dan membersihkan sisa-sisa material longsor serta sampah yang menyumbat aliran air.
Baca juga : Banjir dan Jalan Hancur: Pelajar Lampung Berjuang di Tengah Ketidakpedulian





Lappung Media Network