Lappung – Bak zaman kuno warga Pesisir Barat Lampung gotong pasien lalui medan ekstrem.
Di tengah percepatan pembangunan di berbagai wilayah, sejumlah warga di pelosok Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, masih harus berjuang dengan cara-cara yang terbilang tradisional demi mendapatkan akses layanan kesehatan.
Baca juga : 510 TKD di Pesisir Barat Dirumahkan, Imbas Regulasi Baru
Pemandangan yang miris ini kembali terekam di Pekon Bandar Dalam, Way Haru, Kecamatan Bengkunat, pada Jumat, 18 April 2025, ketika warga bahu-membahu menggotong seorang pasien melintasi medan yang sangat berat untuk mencapai puskesmas.
Keterbatasan infrastruktur menjadi kendala utama yang memaksa warga melakukan metode pengangkutan pasien secara manual.
Kondisi jalan darat dari Pekon Bandar Dalam menuju Puskesmas Bengkunat dilaporkan sangat buruk, dipenuhi lumpur, serta mengharuskan warga melewati area pesisir pantai dan menyeberangi muara sungai yang langsung terhubung dengan laut.
Akses ini praktis tidak dapat dilalui oleh kendaraan bermotor, bahkan yang sudah dimodifikasi sekalipun.
Dalam insiden terbaru ini, pasien yang harus digotong warga ternyata adalah Peratin (Kepala Desa) Pekon Bandar Dalam itu sendiri, Rudi Meilano.
Baca juga : Dana Seret, Pembangunan RS Tipe C Pesisir Barat Lampung Terancam Molor
Peratin Pekon Way Haru, Dian Setiawan, mengonfirmasi kejadian tersebut dan turut menyaksikan proses penggotongan yang dilakukan secara bergantian oleh warga.
“Memang benar, hari ini kami bersama masyarakat bergotong royong menggotong saudara kita yang sakit, beliau adalah Peratin Bandar Dalam,” ujar Dian Setiawan.
Menurut pengakuan warga yang terlibat, upaya menggotong pasien menembus medan sulit seperti ini bukanlah kejadian insidental, melainkan sudah berulang kali mereka alami.
“Ini sudah sering sekali kami lakukan,” kata salah seorang warga yang ikut dalam rombongan penggotong.
Risiko perjalanan ini pun sangat tinggi, terutama jika dilakukan di malam hari dengan minimnya penerangan.
Menyeberangi muara yang arusnya deras menjadi tantangan terbesar, di mana keselamatan pasien dan penggotong bisa terancam oleh kuatnya arus maupun ombak laut.
Baca juga : Polisi di Pesisir Barat Jadi Tersangka Penyelundupan Benih Lobster
“Nyawa jadi taruhan, harus lebih hati-hati terutama saat menyeberang muara,” tambahnya.
Kondisi semakin sulit saat musim hujan dan air laut pasang.
Bak Zaman Kuno Warga Pesisir Barat Lampung Gotong Pasien Lalui Medan Ekstrem
Menghadapi kenyataan ini, warga Pekon Bandar Dalam sangat mengharapkan perhatian serius dan solusi nyata dari pemerintah, mulai dari tingkat kabupaten hingga pusat.
Mereka memohon agar janji-janji perbaikan infrastruktur yang selama ini digaungkan bisa segera terealisasi.
Sehingga warga tidak lagi harus menempuh cara-cara yang membahayakan untuk mengakses kebutuhan dasar seperti kesehatan.
“Semoga pemerintah yang baru ini mau mendengarkan segala keluh kesah kami yang ada di pelosok dan yang minim dari segala fasilitas,” tutur warga tersebut.
Baca juga : 3 Pawang Gajah dari Pesisir Barat Turun Tangan Atasi Konflik Satwa di Tanggamus





Lappung Media Network