Lappung – Puisi Selat Sunda: Perahu Kertas Negeri, karya dari Mahendra Utama.
Baca juga : Hanya Lelah Tiada Bertepi, Karya Mahendra Utama
Puisi ini menggambarkan keindahan dan keagungan alam di sekitar Selat Sunda, seperti Gunung Krakatau dan Rajabasa, yang menjadi latar megah perjalanan antar pulau.
Perjalanan kapal ferry ASDP dari Merak ke Bakauheni bukan hanya sarana transportasi, tetapi juga simbol penghubung Nusantara yang membawa harapan, rindu, dan cerita kehidupan.
Baca juga : Untuk Faisol Riza: Lanskap Perjuangan, Karya: Mahendra Utama
ASDP digambarkan sebagai tulang punggung negara, yang setia menyatukan pulau-pulau Indonesia.
Lewat debur ombak dan langit biru, puisi ini menegaskan makna persatuan dan semangat kebangsaan.
Baca juga : Sang Pelita Lampung: Untuk Iyai Mirza, Karya Mahendra Utama
Selat Sunda: Perahu Kertas Negeri
Karya: Mahendra Utama
Di hampar biru, Krakatau berdiri gagah,
Menyemburkan dongeng purba dalam senyap nan megah.
Gunung api eksotis, penjaga samudra lebar,
Puncaknya berkabut, memantulkan cahya mentari pagi nan hangat.
Dari Bakauheni, sang ferry membelah ombak,
Mengangkut harapan, impian, juga beban berat berderap.
Di pelabuhan ia berlabuh, lalu kembali mengarungi,
Membelah selat perkasa yang tak pernah sunyi.
Di tepian Sumatera, Rajabasa tegak memandang,
Mendekap cakrawala dengan sabarnya, tenang.
Pepohonan hijau, lerengnya yang menjulang,
Menjadi latar perjalanan, setia menemani pulang.
ASDP, tangan negara yang setia mengayun,
Tulang punggung penghubung, sejak pagi hingga petang membubung.
Dari Jawa ke Sumatera, dari Merak ke Bakauheni,
Mengalirkan denyut nadi, jalin Nusantara sepenuh hati.
Di geladak kapal, angin laut berdesir kisah,
Membelai wajah-wajah yang rindu bersua.
Hingga Merak menampak, pelabuhan Banten yang ramai,
Perjalanan usai sudah, namun kenangan abadi teranyam.
Krakatau di kejauhan, saksi bisu yang abadi,
Selat Sunda mengalun, mengukir sejarah tanpa henti.
Di atas kapal ferry, Nusantara menyatu,
Dalam debur ombak dan langit yang membiru.
Pelabuhan Bakauheni, 16 September 2024
Baca juga : Jembatan Sakura dan Nusantara, Karya: Mahendra Utama





Lappung Media Network