Lappung – Generasi muda memimpin Lampung harapan yang sedang menjadi kenyataan.
Provinsi Lampung tengah menyongsong era baru dalam kepemimpinan daerah.
Baca juga : Ekspor Edamame Indonesia di Tengah Gejolak Global, Peluang dan Strategi
Dengan hadirnya sosok-sosok muda di pucuk pemerintahan, dinamika birokrasi dan arah pembangunan Lampung mengalami transformasi signifikan.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal (44), didampingi Wakil Gubernur Jihan Nurlaela, Ketua DPRD Ahmad Giri Akbar, serta Sekretaris Daerah Marindo Kurniawan (juga 44), menjadi simbol kebangkitan generasi muda dalam tata kelola pemerintahan.
Kehadiran para pemimpin muda ini tidak sekadar menandai regenerasi politik, tetapi juga membawa semangat baru yang lebih inklusif, efisien, dan berpijak pada nilai-nilai lokal.
Berpijak pada Falsafah Budaya Lampung
Gaya kepemimpinan Gubernur Mirza mencerminkan penerapan nilai-nilai budaya Lampung, seperti Piil Pesenggiri (menjaga kehormatan), Sakai Sambayan (gotong royong), serta Nemui Nyimah dan Nengah Nyampur (keramahan dan keterbukaan).
Baca juga : Pecah Rekor! Marindo Kurniawan Resmi Jabat Sekdaprov Lampung di Usia 44 Tahun
Dalam praktiknya, Mirza aktif menyapa masyarakat secara langsung, memotong budaya birokrasi seremonial, dan membangun sistem kerja berbasis kinerja dan pelayanan.
“Ngukui mak buwuk, ngelakoni mak salah,” adalah prinsip yang dipegangnya, memimpin dengan keteladanan, bukan sekadar memerintah dari balik meja.
Kolaborasi Eksekutif dan Legislatif
Pendamping Mirza, Wakil Gubernur Jihan Nurlaela, dikenal aktif memperjuangkan pemberdayaan perempuan, kelompok pemuda, dan masyarakat marjinal.
Pendekatannya yang humanis menjadikan kebijakan publik lebih menyentuh kelompok-kelompok yang selama ini kurang terjangkau.
Sementara itu, Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar menjadi jembatan strategis antara legislatif dan eksekutif.
Sebagai politisi muda yang progresif, Giri mendorong kolaborasi lintas sektor dan menghindari friksi kepentingan antar lembaga.
Sekda Muda, Mesin Birokrasi yang Bergerak Cepat
Pengangkatan Marindo Kurniawan sebagai Sekretaris Daerah menjadi langkah penting dalam mempercepat laju pemerintahan.
Dengan usia dan visi yang sejajar dengan Gubernur Mirza, Marindo dianggap mampu menggerakkan birokrasi secara lebih responsif dan adaptif terhadap perubahan.
Baca juga : Eksportir sebagai Pilar Ekonomi Lampung dan Peran Strategis Kepemimpinan Muda
Peran Sekda sebagai koordinator administratif, pengawal implementasi kebijakan, serta pengatur tata kelola anggaran menjadi krusial dalam memastikan program pembangunan berjalan efektif.
Capaian Awal: Bukti Perubahan Telah Dimulai
Meski belum genap satu tahun masa kepemimpinan berjalan, sejumlah capaian penting telah menunjukkan arah yang menjanjikan:
- Digitalisasi Layanan Publik dan UMKM; Pemerintah mulai menata sistem layanan digital terpadu, termasuk platform perizinan, data UMKM, dan bantuan sosial berbasis data real-time.
- Hilirisasi Komoditas Lokal; Komoditas unggulan seperti singkong, lada, dan kopi mulai dikelola melalui proses hilirisasi. Produk olahan Lampung kini menembus pasar luar daerah.
- Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Beasiswa Kerja; Program pelatihan dan beasiswa vokasi menyasar ribuan pemuda, khususnya di desa-desa. Ini menjadi langkah konkret dalam mengatasi pengangguran muda.
- Sinergi Lintas Lembaga; Ego sektoral mulai dikesampingkan. Pemerintah provinsi, DPRD, dan birokrasi kini bekerja dalam semangat Sakai Sambayan, memperkuat sinergi antar lembaga.
Generasi Muda Memimpin Lampung: Harapan yang Sedang Menjadi Kenyataan
Meski awal yang ditunjukkan menjanjikan, sejumlah tantangan besar masih menanti.
Pembangunan infrastruktur desa, akses air bersih, pendidikan dasar, hingga mitigasi bencana menjadi agenda prioritas yang harus terus dikawal.
Pemerintah daerah mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya menjadi penonton, tapi mitra aktif dalam pembangunan.
“Perubahan sejati lahir dari partisipasi kolektif, bukan sekadar dari satu-dua pemimpin,” ujar Gubernur Mirza dalam salah satu kesempatan.
Api Semangat yang Harus Terus Dijaga
Kepemimpinan muda di Lampung saat ini sedang membawa provinsi ke arah yang lebih progresif dan partisipatif.
Namun, api semangat itu harus terus dijaga dari godaan politik sempit dan ambisi jangka pendek.
Seperti ungkapan bijak masyarakat Lampung:
“Adok mak muwai, gholek mak salah, megow sakai mak linggih.” (Jabatan bukan untuk dibanggakan, tapi dijalankan dengan tanggung jawab dan kebersamaan)
Lampung sedang berubah, dan babak baru ini adalah peluang bagi seluruh masyarakat untuk turut serta dalam membangun masa depan bersama.
Artikel ini ditulis oleh Mahendra Utama.
Ia adalah Komisaris Utama PT Deli Megapolitan Kawasan Bisnis, Komisaris PT Mitratani Dua Tujuh, eksponen gerakan mahasiswa 1998, serta mantan tenaga ahli Gubernur Lampung tahun 2016.
Mahendra Utama juga aktif menulis dan memberi masukan kebijakan di bidang pembangunan daerah dan transformasi sosial.
Baca juga : Saudara dari Solo, Sahabat dari Lampung





Lappung Media Network