Lappung – Puisi Saudara dari Solo, Sahabat dari Lampung karya Mahendra Utama.
Puisi Saudara dari Solo, Sahabat dari Lampung karya Mahendra Utama merupakan sebuah penghormatan penuh makna kepada sosok Ulin Yusron, sahabat seperjuangan sejak era reformasi 1998.
Baca juga : Sang Pelurus Asam Pucuk, Puisi untuk Guru Besar PTPN
Puisi ini menggambarkan ikatan emosional dan intelektual antara dua wilayah, Solo dan Lampung, yang disimbolkan sebagai 2 bumi tempat bertemunya semangat dan pemikiran.
Solo dihadirkan sebagai tanah asal sang sahabat, yang membawa ketenangan dan kedalaman seperti aliran Bengawan Solo, sementara Lampung menyambutnya dengan semangat dan keteguhan seperti geburai gajah, simbol kekuatan dan ketulusan.
Persahabatan mereka tumbuh dari ruang kampus dan aksi-aksi jalanan menjadi gerakan yang penuh makna, memperlihatkan bagaimana pemikiran dan perjuangan bisa menjelma menjadi arah hidup yang teguh.
Mahendra mengangkat perjalanan sang sahabat dari dunia jurnalistik hingga ke level manajemen dan kebijakan publik.
Baca juga : Sahabat Sejati: Andre Abdullah
Kalimat “dari demo ke dewan direksi” menunjukkan transisi elegan seorang aktivis yang tetap membawa idealisme dalam tiap peran strategisnya.
Ia tak sekadar bergerak dengan pena yang tajam atau ideologi yang lantang, tapi juga dengan kedewasaan dalam menemukan nilai “tengah” yang abadi, yakni keseimbangan dalam berpikir dan bersikap.
Di akhir puisi, Mahendra memberi ucapan ulang tahun yang sarat makna, bukan sekadar doa personal, tetapi ajakan untuk terus mengalir dan memberi manfaat seperti Bengawan Solo, tenang, setia, dan menyuburkan tanah tempat ia melewati.
Sebuah puisi yang intim, elegan, dan penuh makna persaudaraan lintas waktu dan wilayah.
Saudara dari Solo, Sahabat dari Lampung
Karya: Mahendra Utama
Di antara dua bumi kami menjalin rasa:
Solo yang merangkul, Lampung yang menyapa.
Di ujung pulau kita bertemu kata,
Dalam satu semangat yang tak lekang masa.
Kau bawa ruh Bengawan yang mengalir tenang,
Kami kirim geburai gajah yang tabah dan sayang.
Dari kampus pertanian kau tebarkan padi pemikiran,
Di jalanan ‘98, suaramu jadi pijaran.
Tak hanya pena yang tajam mengurai berita,
Tapi langkahmu tegas di antara dentuman ideologi.
Kanan-kiri kau jelajahi, cari makna sejati,
Hingga kau temukan: tengah itu pijar yang abadi.
Dari demo ke dewan direksi,
Dari kontan ke puncak pariwisata nusantara,
Kau ukir jalan dengan gagasan merdeka –
Bukan tanpa prinsip, tapi merangkum segala.
Selamat ulang tahun, Saudara Solo kami!
Lampung memeluk hangatmu dalam rindu ini.
Teruslah mengalir seperti Bengawan yang setia,
Menyirami negeri dengan pikiran merdeka.
Untuk Ulin Yusron #Sahabat98
LampungSoloBersaudara
Salam Hangatku
Bandar Lampung, 19 Juni 2025
Mahendra Utama
Komisaris Utama PT Deli Megapolitan Kawasan Bisnis
Komisaris PT Mitratani Dua Tujuh
Baca juga : Sang Pengayom dari Timur





Lappung Media Network