Lappung – Harapan baru bagi sektor pertanian Lampung datang dari Tiongkok.
Pasalnya, investor asal Tiongkok, Qingdao Dagu Grain Co., Ltd., menjanjikan potensi kenaikan produksi jagung secara signifikan.
Baca juga : Brigade Alsintan Kunci Sukses Pertanian di Lampung
Tak tanggung-tanggung, mereka mengklaim mampu mendongkrak hasil panen hingga 2 ton per hektare melalui penerapan teknologi modern.
Komitmen serius ini disampaikan langsung oleh Chairman of Qingdao Dagu Grain Co., Ltd., Yang Wenzheng, saat bertemu Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal.
Kunjungan itu menjadi sinyal kuat masuknya investasi besar yang dapat mengubah peta produksi jagung nasional.
Rasa optimisme investor bukan tanpa dasar.
Yang Wenzheng mengungkapkan bahwa timnya telah melakukan survei dan kunjungan lapangan langsung ke lahan pertanian jagung di Lampung Selatan.
Hasilnya, mereka sangat yakin potensi Lampung bisa dimaksimalkan lebih jauh.
“Saya sudah melihat langsung lokasi tanaman jagung.
“Saya yakin bisa meningkatkan jumlah produksi sampai 2 ton per hektare,” ungkap Yang Wenzheng, dilansir pada Selasa, 5 Agustus 2025.
Baca juga : 100 Hari Mirza-Jihan, Lampung Genjot Hilirisasi Pertanian
Menurutnya, kunci dari lonjakan produksi ini adalah pemanfaatan bibit unggul, pupuk berkualitas, serta penggunaan peralatan pertanian yang modern dan serba otomatis.
Dengan kombinasi tersebut, timnya memproyeksikan produksi jagung di Lampung dapat meningkat antara 30 hingga 40 persen dari kondisi saat ini.
“Kami membutuhkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Lampung agar perusahaan kami dapat merealisasikan peningkatan produksi ini,” tambah Yang Wenzheng.

Sementara, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyambut baik keseriusan dan rencana konkret yang ditawarkan Qingdao Dagu Grain Co., Ltd.
Ia menegaskan bahwa Pemprov Lampung siap memberikan dukungan penuh yang dibutuhkan agar kerja sama ini berjalan lancar.
Baca juga : Ahmad Muzani Dorong Mentan Atasi Krisis Peternakan dan Pertanian Lampung
“Saya atas nama Pemerintah Provinsi Lampung mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas keseriusan ini.
“Kami sangat yakin dengan kerja sama ini, pertanian Lampung akan meningkat pesat,” ujar Gubernur Mirza.
Lebih dari itu, Gubernur Mirza memiliki ambisi besar. Dengan adanya suntikan investasi dan teknologi ini, ia berharap posisi Lampung sebagai produsen jagung terbesar ketiga nasional dapat terangkat menjadi yang pertama di Indonesia.
“Produktivitas harus kita tingkatkan. Dengan kerja sama ini, kita harapkan bisa tumbuh bersama-sama dan menjadikan Lampung lumbung jagung nomor satu di Indonesia,” tegasnya.
Gubernur juga memaparkan keunggulan Lampung yang menjadikannya lokasi investasi strategis, termasuk posisi geografisnya yang dekat dengan pasar utama dan pertumbuhan ekonominya yang tertinggi di Sumatera.
Baca juga : Alokasi Dana Rp450 Miliar untuk Perbaikan Jalan Pertanian Lampung





Lappung Media Network