Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Pemerintahan » Wamen PKP: Bulog Perumahan Lahir dari Realita Pahit

    Wamen PKP: Bulog Perumahan Lahir dari Realita Pahit

    Kementerian PKP

    Muhammad SA by Muhammad SA
    07/08/2025
    in Pemerintahan
    Wamen PKP, Fahri Hamzah, dalam diskusi bertajuk Berani Bicara, di Jakarta, Rabu (6/8/2025)

    Wamen PKP, Fahri Hamzah, dalam diskusi bertajuk Berani Bicara, di Jakarta, Rabu (6/8/2025)

    Share on FacebookShare on Twitter

    LAPPUNG – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, kembali melontarkan sebuah gagasan besar yakni membangun satu juta rumah vertikal.

    Tak sendiri, ia mengusulkan Kementerian PKP menggandeng Kementerian BUMN, membuka pintu kolaborasi yang bisa mengubah wajah perumahan nasional.

    “Kita sedang mencari skema pembangunan satu juta rumah vertikal,” ujar Fahri.

    “Ini kami diskusikan bersama Menteri BUMN, Erick Thohir,” ungkap Fahri Hamzah usai menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk Berani Bicara yang mengusung tema “Rumah untuk Semua: Strategi Pemerintah Mempercepat Akses Hunian Layak” Jakarta, Rabu 6 Agustus 2028.

    Tapi ambisinya tak berhenti di angka dan gedung menjulang. Fahri menggagas pembentukan lembaga offtaker—semacam Bulog versi perumahan—yang akan menyerap rumah-rumah subsidi dari pengembang pelat merah.

    Realita Pahit

    Gagasan ini lahir dari realitas pahit: Indonesia menyimpan backlog atau kekurangan hunian yang menyentuh angka 15 juta kepala.

    “Kalau kita produksi satu juta rumah, baik vertikal maupun landed—harus ada yang menyerap. Bukan soal pemasaran lagi, yang ada hanya soal antrean,” katanya, dengan nada menantang status quo.

    Usulan “Bulog Perumahan” ini, lanjut Fahri, akan berperan sebagai tangan negara yang menyerap rumah subsidi dari produsen resmi yang telah mengantongi izin pemerintah.

    Bukan hanya memberi kepastian pasar bagi pengembang, tapi juga menekan harga lewat Harga Pembelian Pemerintah (HPP) tanpa membuat produsen tekor.

    Satu ide yang menjanjikan keseimbangan: keadilan bagi rakyat kecil, dan kepastian usaha bagi pengembang.

    Namun, semua ini tidak akan berarti tanpa data yang kuat dan sistem yang adil.

    Di sinilah kata Fahri, peran Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi kunci.

    “Kita ingin sistem antrean yang digital, transparan, dan berbasis data. Bukan karena kedekatan dengan pejabat,” tegas Fahri.

    Dalam dunia yang penuh kepentingan, Fahri mencoba menawarkan sistem yang membebaskan rumah dari sekadar menjadi komoditas.

    Rumah, dalam pandangannya, bukan sekadar tempat tinggal—tetapi hak dasar, yang harus diakses dengan sistem yang waras dan manusiawi.

    Maka, lanjut dia, keterlibatan Kementerian BUMN begitu penting, hal ini sejalan dengan usulan pembuatan lembaga semacam Perum Bulog sebagai offtaker perumahan subsidi yang berasal dari perusahaan pelat merah.

    “Ini supaya ada lembaga offtaker. Jadi berapa pun yang diproduksi oleh pengembang dan kontraktor konstruksi ya harus di-‘absorb’ karena kita punya backlog (daftar prioritas) 15 juta (orang),” jelas Fahri.

    KUR Perumahan

    Di tengah riuhnya kebutuhan akan rumah yang layak, Fahri Hamzah, menyuarakan harapan yang belum sepenuhnya terucap yakni regulasi mengenai Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor perumahan.

    Bahasa lain, Kementerian PKP kini tengah menanti ketukan palu dari tangan sang pengambil keputusan terakhir yaki Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

    “Tunggu, ya, Karena ini nanti Menko yang memutuskan,” ujar Fahri, sembari tersenyum tipis dengan jawaban singkat, namun menyimpan banyak makna dan ekspektasi.

    Fahri dan timnya berupaya agar skema KUR perumahan segera terbit atas kebutuhan paling mendasar rakyat (papan).

    “Kita sedang mempercepat agar KUR bisa menyentuh sektor ini. Bukan semata menyalurkan dana, tapi membangun denyut ekonomi dari pondasi yang paling nyata yakni rumah,” ucap Fahri.

    Sektor perumahan dianggap terlalu ‘konsumtif’ untuk disentuh oleh KUR.

    Padahal, menurut Fahri, rumah bukan hanya soal dinding dan atap. Ia bisa menjadi sumbu produktivitas — tempat lahirnya warung kecil, salon rumahan, bahkan kantor rintisan.

    “KUR angapan konsumsi belaka. Padahal rumah juga bisa jadi basis bisnis. Kita sedang menyusun skemanya agar lebih rinci,” pungkas Fahri Hamzah.

     

    Tags: Bulog PerumahanKementerian PerumahanrealitaWamen PKP
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Wajah Pejabat Resmi Lenyap dari Baliho Lampung

    Next Post

    Langkah Agresif Jawa Timur, Bawa 48 Pengusaha Jajaki Pasar Lampung

    Related Posts

    Kantah Palangka Raya
    Pemerintahan

    Kantah Palangka Raya Fokus Peningkatan Kualitas Pelayanan

    04/11/2026
    Kantor Pertanahan Kabupaten Banyuasin
    Pemerintahan

    Kantor Pertanahan Banyuasin Gelar Pembahasan Kasus Pertanahan

    04/11/2026
    Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Banyuasin, Lucky Ariansa, S.H., M.H., mengikuti audiensi Pimpinan Regional Head PTPN VI Regional VII Lampung bersama Bupati Banyuasin.
    Pemerintahan

    Kantah Banyuasin Ikuti Audiensi Bersama PTPN VI Regional VII

    22/10/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Perspektif Psikologi tentang Membaca Garis Tangan

      Perspektif Psikologi tentang Membaca Garis Tangan: Mengungkap Fakta Ilmiah atau Sekadar Mitos?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sinergi Media dan Hilirisasi Produk Agro Pesawaran

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Coklat Pesawaran: Hilirisasi Kakao dan Kolaborasi Petani Hutan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 7 Jenis Pamor Keris yang Paling Terkenal: Mengenal Keindahan dan Filosofi di Balik Bilah Pusaka Nusantara

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Way Kanan 2026: PDRB Melaju, Mampukah Kepemimpinan Ayu Menyejahterakan?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • LEIF 2026: Hilirisasi Lampung dan Strategi Modal Berkelanjutan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved