Lappung – Perusahaan pembiayaan Mandiri Utama Finance (MUF) untuk pertama kalinya menggelar pameran otomotif MUF Auto Fest 2025 di Lampung.
Acara yang berlangsung pada 24-28 September 2025 di Mall Boemi Kedaton ini menawarkan berbagai kemudahan, termasuk suku bunga kompetitif mulai 1,99 persen dan biaya admin hanya Rp1.
Baca juga : Data Manifest Tak Lengkap, ASDP Siap Putar Balik Kendaraan Sejauh 5 KM
SEVP Marketing Used Vehicle & Business Relationship Mandiri Utama Finance, Nugroho Budy Prasetyo, menyatakan bahwa Lampung dipilih karena potensinya sebagai pasar otomotif yang terus bertumbuh.
Melalui acara ini, MUF menargetkan total pembiayaan hingga Rp80 miliar.
“Lampung memiliki potensi besar. Target kami selama pameran lima hari ini adalah Rp80 miliar,” ungkap Nugroho, pada Kamis, 25 September 2025.
Ia menjelaskan, MUF Auto Fest merupakan wujud nyata komitmen perusahaan untuk memperluas jangkauan layanan pembiayaan yang terjangkau dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, baik secara konvensional maupun syariah.
“Kami ingin memberikan akses pembiayaan yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga mudah.
“Ini adalah bagian dari komitmen MUF mendorong inklusi keuangan yang berkelanjutan, sekaligus memberikan pengalaman pembiayaan yang aman dan nyaman,” ujar Nugroho.
Pameran ini merupakan hasil sinergi kuat antara MUF dengan induk usahanya, Bank Mandiri, serta Bank Syariah Indonesia (BSI).
Kolaborasi tersebut memungkinkan nasabah memilih skema pembiayaan yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.
Baca juga : Bandarlampung Tembus 1 Juta Kendaraan, Juarai Wilayah Terpadat di Lampung
Selain penawaran utama berupa bunga rendah dan biaya admin Rp1, MUF juga memberikan berbagai keuntungan tambahan, seperti e-voucher belanja hingga Rp1 juta, asuransi tanggung jawab hukum pihak ketiga senilai Rp10 juta selama satu tahun, serta garansi untuk mesin, transmisi, dan AC kendaraan.
MUF Auto Fest 2025 Lampung menghadirkan berbagai merek otomotif ternama.
Untuk kategori mobil, pengunjung dapat menemukan pilihan dari Toyota, Daihatsu, Honda, Mitsubishi, Suzuki, Hyundai, Wuling, hingga merek mobil listrik seperti BYD, Jetour, dan AION.
Sementara di segmen roda dua, hadir merek-merek populer seperti Honda, Kawasaki, dan Vespa.
Nugroho menambahkan, minat masyarakat terhadap mobil listrik di luar Jakarta kini mulai menunjukkan peningkatan signifikan.
Ia memproyeksikan ke depan, porsi pembiayaan mobil listrik bisa mencapai 30 persen dari total pembiayaan otomotif.
“Dulu penjualan mobil listrik 70 persen di Jakarta, tapi sekarang kota-kota seperti Lampung, Medan, dan Makassar sudah menunjukkan minat yang naik.
“Pilihan kami serahkan ke konsumen, mau konvensional atau listrik, kami fasilitasi pembiayaannya,” pungkasnya.
Baca juga : Ribuan Kendaraan Perusahaan di Lampung Nunggak Pajak, PT GGP dan MBM Jadi Juara





Lappung Media Network