Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Saburai » Hujan Es Landa Lampung Barat, BMKG Minta Warga Tetap Waspada

    Hujan Es Landa Lampung Barat, BMKG Minta Warga Tetap Waspada

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    30/09/2025
    in Saburai
    Hujan Es Landa Lampung Barat, BMKG Minta Warga Tetap Waspada

    Fenomena alam hujan es. Foto: Ilustrasi WAG

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Fenomena alam tak biasa berupa hujan es disertai angin kencang mengejutkan warga di kawasan Liwa, Kabupaten Lampung Barat, pada Senin, 29 September 2025 kemarin.

    Hujan yang turun membawa butiran es seukuran kerikil, menciptakan suara gemuruh keras saat menghantam atap rumah warga.

    Baca juga : Gempa Menengah Guncang Lampung Utara, BMKG Pastikan Tak Ada Susulan

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa fenomena langka ini dipicu oleh aktivitas awan Cumulonimbus yang masif di wilayah tersebut.

    Kejadian yang berlangsung singkat itu sempat membuat panik sebagian warga.

    Salah seorang warga setempat, Elva, mengaku kaget mendengar suara keras yang tiba-tiba datang dari atap rumahnya.

    “Suara di atas (atap) keras sekali, bikin kaget. Selama saya tinggal di sini, baru kali ini merasakan hujan es di dekat Liwa,” tuturnya pada Selasa, 30 September 2025.

    Menurut Elva, hujan es tersebut tidak berlangsung lama namun disertai dengan angin yang cukup kencang.

    Terpisah, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Raden Intan Lampung, Yoyok Dewantoro, menjelaskan secara ilmiah penyebab di balik fenomena ini.

    Menurutnya, hujan es terbentuk akibat adanya arus udara vertikal yang sangat kuat ke atas (dikenal sebagai updraft) di dalam awan Cumulonimbus.

    Baca juga : Pancaroba Tiba! BMKG Peringatkan Hujan Ekstrem, Angin Kencang, dan Puting Beliung  

    “Arus udara yang kuat ini mendorong butiran air untuk naik turun berulang kali di dalam awan. Proses ini membuat butiran air membeku dan membentuk lapisan es,” jelas Yoyok dalam keterangan resminya.

    Ia menambahkan, butiran es tersebut akan terus membesar hingga massanya menjadi terlalu berat untuk ditopang oleh arus udara, sehingga akhirnya jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan es.

    “Fenomena seperti ini biasanya terjadi dalam waktu singkat, sekitar lima hingga sepuluh menit, dan sering kali disertai hujan lebat, angin kencang, serta petir,” tambahnya.

    Meskipun kondisi cuaca di Liwa dilaporkan telah berangsur normal, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.

    Perubahan cuaca yang cepat masih berpotensi terjadi di masa pancaroba.

    “Meskipun kejadiannya singkat, kami meminta masyarakat untuk tetap waspada dan selalu mencari informasi prakiraan cuaca terkini dari situs resmi BMKG,” tegas Yoyok.

    Baca juga : BMKG: Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Longsor Ancam Sejumlah Wilayah di Lampung

    Tags: Angin KencangAwan CumulonimbusBerita LampungBMKGBMKG LampungCuaca EkstremFenomena AlamHujan EsInfo CuacaLampung BaratLiwaPrakiraan Cuaca
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Petani Tebu: Manis Panen, Pahit Nasib

    Next Post

    Kekayaan Fantastis Dendi Ramadhona: Punya Harley dan Mercy, Kini Terseret Dugaan Korupsi

    Related Posts

    Lobi Gubernur Lampung di Kementan
    Saburai

    Lobi Gubernur Lampung di Kementan untuk Kakao 11 Ribu Hektare

    15/08/2026
    Lampung Kembangkan 11 Ribu Hektare Kakao
    Saburai

    Lampung Kembangkan 11 Ribu Hektare Kakao Dukung Hilirisasi

    15/08/2026
    PTPN Group Garap Hilirisasi Ubi Kayu
    Saburai

    PTPN Group Garap Hilirisasi Ubi Kayu, Bangun Ekosistem Terpadu Hulu-Hilir

    14/08/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Evaluasi HGU PT BSA

      Konflik PT BSA Memanas, DPRD Desak Evaluasi HGU dan Usut Kebakaran Mess

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Infrastruktur Lampung 2026, Rp1,25 Triliun untuk 62 Ruas Jalan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • PTPN Group Garap Hilirisasi Ubi Kayu, Bangun Ekosistem Terpadu Hulu-Hilir

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sekolah Rakyat dan Gebrakan Pendidikan: Bukti Keberpihakan Gubernur Mirza dan Wagub Jihan pada Masa Depan Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Di Balik Penghargaan Kemendagri: Visi Besar Gubernur Mirza dan Wagub Jihan untuk Pendidikan Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • PSEL Lampung Raya: Solusi Sampah dan Penguatan Energi Listrik untuk 15.000 Rumah Tangga

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved