Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Pemerintahan » 2 Wajah Program MBG Lampung: Canggih Urus Limbah, Tapi Lalai Jaga Keamanan Pangan

    2 Wajah Program MBG Lampung: Canggih Urus Limbah, Tapi Lalai Jaga Keamanan Pangan

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    02/10/2025
    in Pemerintahan
    2 Wajah Program MBG Lampung: Canggih Urus Limbah, Tapi Lalai Jaga Keamanan Pangan

    Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rajabasa Musi Raya, Bandarlampung. Foto: Arsip Diskominfotik Lampung

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Program Makanan Bergizi (MBG) di Provinsi Lampung menunjukkan 2 wajah yang kontras.

    Di satu sisi, program ini dipuji karena inovasi canggihnya mengolah limbah dapur menjadi pupuk organik.

    Baca juga : Diduga dari Ayam Basi, 51 Siswa di Lampung Utara Keracunan Massal MBG

    Namun di sisi lain, program ini tercoreng oleh 7 Kejadian Luar Biasa (KLB) yang diduga kuat akibat kelalaian dalam menjalankan protokol keamanan pangan.

    Ironi ini menjadi sorotan utama Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rajabasa Musi Raya, Bandarlampung, pada Kamis, 2 Oktober 2025.

    Sidak ini dilakukan sebagai respons cepat pemerintah atas serangkaian insiden kesehatan yang terjadi pada periode Agustus hingga September 2025, yang sebagian besar terjadi di dapur-dapur SPPG yang baru beroperasi.

    “Selama 7 bulan pertama, program ini berjalan mulus tanpa satu pun KLB meski jutaan porsi sudah kita distribusikan.

    “Ini bukti bahwa sistem dan protokolnya sudah benar,” tegas Gubernur Mirza

    “Masalah muncul di Agustus-September. Ini bukan soal sistemnya, tapi soal kedisiplinan pelaksana di lapangan yang tidak konsisten mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP),” lanjutnya.

    Gubernur menemukan bahwa akar masalah dari 7 KLB tersebut adalah faktor manusia.

    Menurutnya, ada prosedur penting yang dilanggar atau tidak dijalankan dengan sempurna oleh oknum di dapur-dapur yang bermasalah.

    Temuan ini menjadi pukulan telak sekaligus pelajaran penting.

    Pemerintah Provinsi kini memerintahkan pengawasan berlapis untuk mencegah insiden serupa terulang.

    “Saya ingin menekankan, yang salah bukan dapurnya. Selama protokol dijalankan dengan tepat, program ini aman.

    “Kejadian ini murni karena ada prosedur yang dilanggar,” ungkap Mirza.

    Baca juga : MBG Lampung Timur Kembali Telan Korban, Puluhan Siswa Dirawat Usai Keracunan Roti Sosis

    Untuk itu, Gubernur Mirza menggandeng Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BP POM), Dinas Kesehatan, hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memperketat kontrol di 700 dapur SPPG di seluruh Lampung.

    Pengawasan akan mencakup semua lini, mulai dari penerimaan bahan baku, proses penyimpanan, pengolahan, hingga penyajian kepada anak-anak.

    Limbah Jadi Berkah

    Di tengah sorotan tajam terhadap kelalaian keamanan pangan, sidak di SPPG Rajabasa justru mengungkap sebuah inovasi yang mengagumkan.

    Dapur ini berhasil menerapkan konsep ekonomi sirkular (circular economy) dengan mengolah seluruh limbah makanannya menjadi pupuk organik cair.

    Pupuk tersebut kemudian dibagikan gratis kepada warga sekitar untuk menyuburkan tanaman di pekarangan mereka.

    “Ini luar biasa. Jika satu dapur bisa menghasilkan 100 kg limbah per hari, maka 700 dapur di Lampung bisa mengolahnya menjadi sekitar 2,21 ton pupuk organik cair setiap bulan,” jelas Gubernur.

    Mirza memaparkan visinya, di mana hasil pertanian warga yang menggunakan pupuk tersebut dapat dibeli kembali oleh koperasi desa untuk disuplai ke dapur-dapur SPPG.

    “Jadi hasil pertanian warga kembali lagi ke dapur SPPG, ekonominya berputar,” ujarnya penuh apresiasi.

    Sementara, Kepala SPPG Rajabasa Musi Raya, Lucyani Putri Wulandari, menambahkan bahwa pihaknya sangat berkomitmen menjaga kualitas.

    “Kami pernah 3 kali menolak bahan baku dari pemasok karena tidak sesuai standar. Begitu barang datang, langsung kami cek. Jika tidak cocok, kami minta ganti,” tegasnya.

    Baca juga : Respons Darurat, LBH Bandarlampung Fasilitasi Gugatan Korban Keracunan MBG 

    Tags: BandarlampungBerita LampungEkonomi SirkularGubernur LampungKeamanan PanganKeracunan MBG LampungLimbah OrganikMBG LampungPemprov LampungRahmat Mirzani DjausalSOPSPPG Lampung
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Demokrasi dalam Bayangan Shutdown

    Next Post

    Syukur di Pintu Oktober, Karya: Mahendra Utama

    Related Posts

    Kabut asap buat kualitas udara di Palangka Raya menurun. Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya turun bagikan masker gratis.
    Pemerintahan

    Kabut Asap Masih Menyelimuti Palangka Raya

    25/09/2026
    Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan melantik Uunk bersama pejabat lainnya pada Kamis, 10 September 2026.
    Pemerintahan

    Uunk Din Parunggi Jabat Kepala Biro Humas ATR BPN

    10/09/2026
    Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Palangka Raya perkuat sinergi pelayanan pertanahan sejalan dengan instruksi Menteri ATR/BPN.
    Pemerintahan

    Kantah Kota Palangka Raya Jalankan Instruksi Menteri ATR BPN secara Terukur

    09/09/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • 7 Jenis Pamor Keris yang Paling Terkenal

      7 Jenis Pamor Keris yang Paling Terkenal: Mengenal Keindahan dan Filosofi di Balik Bilah Pusaka Nusantara

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Posko Karang Taruna Lampung Salurkan 25 Ribu Logistik, 150 Ribu Liter Air

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Membaca Arah Pembangunan 38 Gubernur: Industri, Ekspor, Infrastruktur, Hilirisasi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Pipa Tempino-Sei Gerong, Daya Ungkit Ekonomi Rakyat Dua Provinsi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • KPBU sebagai Solusi Pembiayaan Infrastruktur Kawasan di Tengah Keterbatasan Fiskal

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Pelayanan Publik Cepat Kunci Kepercayaan Masyarakat Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved