Lappung – Universitas Lampung (Unila) memastikan diri ikut ambil bagian dalam ajang bergengsi Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) tingkat nasional tahun 2025.
Kepastian ini didapat setelah 3 tim delegasi Unila dinyatakan lolos seleksi ketat dan siap berlaga pada babak final yang akan digelar di Universitas PGRI Adi Buana, Surabaya, awal Desember mendatang.
Baca juga : Pesan AHY di Depan Ribuan Mahasiswa Unila: SDM dan Infrastruktur Harga Mati
Berdasarkan pengumuman resmi pada 13 Oktober 2025, ketiga tim tersebut berhasil menyisihkan pesaing dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Mereka dijadwalkan bertolak ke Surabaya untuk mengikuti rangkaian kegiatan final yang berlangsung mulai 1 hingga 4 Desember 2025.
Keberhasilan ini tidak lepas dari proses panjang pembinaan yang dilakukan pihak kampus.
Sebelumnya, Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unila telah melakukan seleksi dan pendampingan intensif terhadap 19 judul proposal inovasi sejak awal September lalu.
Salah satu dosen pembina, Dr. Bayu Saputra, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa lolosnya tiga tim ini merupakan buah dari kerja keras mahasiswa dalam mematangkan konsep mereka.
Menurutnya, fokus pembinaan tidak hanya pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada dampak sosial dari inovasi yang ditawarkan.
“Mahasiswa harus memahami bahwa inovasi bukan sekadar membuat sesuatu yang baru, tapi tentang memberi dampak.
“Karya yang baik adalah yang memberi nilai nyata bagi masyarakat,” ujar Bayu saat dikonfirmasi mengenai persiapan tim, Sabtu, 8 November 2025.
Baca juga : Tak Cukup Blokir, AI Buatan Mahasiswa Unila Siap Bongkar Orang di Balik Layar Judi Online
Dalam masa persiapan, para mahasiswa mendapatkan bimbingan langsung dari para ahli.
Dr Rangga Firdaus, M.Kom., fokus membedah aspek microteaching dan inovasi pembelajaran digital, sementara Dr. Bayu Saputra memperkuat sisi teknologi pendidikan, produksi video edukatif, serta desain poster digital.
Masukan dari para mentor ini mendorong peserta untuk merevisi proposal mereka, memasukkan unsur kearifan lokal Lampung dan isu-isu sosial yang relevan, sehingga karya yang dihasilkan lebih berbobot.
Dengan lolosnya 3 tim ini, Unila berharap dapat memberikan kontribusi signifikan dalam peta inovasi pendidikan nasional.
“Kita ingin mahasiswa Lampung dikenal karena gagasan dan kontribusinya bagi pendidikan Indonesia,” pungkas Bayu.
Sekadar informasi, LIDM sendiri merupakan kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kemendikbudristek.
Ajang tersebut bertujuan mengembangkan kompetensi mahasiswa dalam pemanfaatan teknologi digital untuk pendidikan.
Baca juga : 41 Persen Rampung, RSPTN Unila Target Beroperasi 2026





Lappung Media Network