Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Gaya Hidup » Tanpa APBD, Gubernur Mirza Buka Lampung Fest 2025: Sinergi Kopi dan Wisata untuk Ekonomi Inklusif

    Tanpa APBD, Gubernur Mirza Buka Lampung Fest 2025: Sinergi Kopi dan Wisata untuk Ekonomi Inklusif

    Irjen by Irjen
    13/11/2025
    in Gaya Hidup
    Tanpa APBD, Gubernur Mirza Buka Lampung Fest 2025: Sinergi Kopi dan Wisata untuk Ekonomi Inklusif

    Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, membuka secara resmi Lampung Fest 2025. Foto: Adpim

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Pesta rakyat terbesar di Bumi Ruwa Jurai, Lampung Fest 2025, resmi bergulir.

    Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, membuka perhelatan ini di PKOR Way Halim, Bandarlampung, pada Rabu malam, 12 November 2025.

    Baca juga : Goda Lidah di Lampung Fest, 37 UMKM Sajikan Menu Autentik Terkurasi

    Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, festival yang akan berlangsung selama 15 hari ini mencatatkan sejarah baru.

    Pasalnya, terselenggara sepenuhnya tanpa menggunakan 1 rupiah pun dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

    Mengusung tema “Coffee and Tourism”, Lampung Fest 2025 menjadi panggung pembuktian kemandirian daerah lewat kolaborasi inklusif.

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung sukses menggandeng sektor swasta, komunitas, akademisi, hingga ratusan pelaku UMKM untuk mendanai dan meramaikan acara secara gotong royong.

    Gubernur Mirza, sapaan akrab Rahmat Mirzani Djausal, memberikan apresiasi tinggi atas model kolaborasi ini.

    Menurutnya, kemampuan Dinas Pariwisata menggelar perhelatan besar tanpa membebani kas daerah adalah bukti tingginya kepercayaan publik dan swasta terhadap pemerintah.

    “Saya sangat bangga, di tengah semangat efisiensi, kita mampu menggelar kegiatan sebesar ini tanpa APBD.

    “Ini bukti nyata bahwa banyak pihak percaya dan mau bergandengan tangan membangun daerah,” tegas Mirza.

    Kopi

    Pemilihan tema Kopi dan Pariwisata bukan tanpa alasan.

    Mirza menyoroti data ekonomi kuartal pertama tahun ini, di mana ekonomi Lampung tumbuh 5,4 persen tertinggi di Sumatera.

    Setelah dibedah, lonjakan ini ternyata ditopang kuat oleh komoditas kopi.

    Sebagai penyumbang 70 persen ekspor kopi nasional, Lampung memiliki posisi strategis.

    Namun, Mirza mengingatkan adanya tantangan besar: dominasi ekspor dalam bentuk biji mentah (green bean) yang membuat nilai tambahnya lari ke luar negeri.

    “Ironisnya, kopi Lampung yang begitu besar potensinya masih diekspor mentah. Sesuai arahan Presiden, kita ubah haluan. Fokus kita sekarang adalah hilirisasi,” ujarnya.

    Baca juga : Jangan Bikin Rencana Lain! Lampung Fest 2025 Siap Manjakan Mata, Lidah, dan Telinga Anda

    Sebagai langkah konkret, ia mengapresiasi keberhasilan ekspor kopi olahan (roasted coffee) perdana yang dilakukan jenama lokal, El’s Coffee.

    Ia berharap momentum Lampung Fest ini memicu pengusaha lain untuk berani melakukan hilirisasi demi kemandirian ekonomi.

    28 Juta Wisatawan

    Sinergi antara kopi dan pariwisata dinilai sebagai strategi jitu menciptakan pasar baru.

    Gubernur Mirza memaparkan proyeksi kunjungan wisatawan ke Lampung tahun ini yang diperkirakan menembus 28 juta orang, naik signifikan dari 18 juta pada tahun 2024.

    Dengan rata-rata belanja wisatawan yang diprediksi naik menjadi Rp1,8 juta per kunjungan, potensi perputaran uang sangat besar.

    Mirza ingin wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga menjadikan kopi Lampung sebagai buah tangan wajib.

    “Kami ingin wisatawan mengenal Lampung bukan hanya karena pantainya, tetapi juga karena kopinya. Inilah wujud pariwisata yang memberi nilai tambah nyata bagi warga lokal,” tambahnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kadisparekraf) Provinsi Lampung, Bobby Irawan, melaporkan bahwa Lampung Fest 2025 digelar mulai 11 hingga 25 November 2025.

    Masyarakat dapat masuk secara gratis untuk menikmati hiburan dan mengunjungi stan pameran.

    Target transaksi selama festival dipatok cukup fantastis, yakni di kisaran Rp30 hingga Rp50 miliar, dengan melibatkan lebih dari 40 perusahaan, 14 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan 250 UMKM.

    “Ini adalah tindak lanjut gerakan Bangga Berwisata dan Bangga Buatan Indonesia. Kami menyajikan beragam festival mulai dari Seruput Kopi, budaya, hingga festival musik terbesar di luar Jawa, Lampung Phoria,” jelas Bobby.

    Baca juga : Masuk Gratis! Lampung Fest 2025 Hadirkan Kotak, Tipe-X, hingga Guyon Waton

    Tags: Berita Lampung Hari IniDinas Pariwisata LampungEkonomi KreatifEvent LampungFestival KopiGubernur MirzaKopi LampungLampung Fest 2025Pariwisata LampungPKOR Way HalimRahmat Mirzani DjausalTanpa APBDUMKM Lampung
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Redenominasi Rupiah: Sekadar Hilangkan Nol, Bukan Potong Nilai Uang

    Next Post

    Kantor Pertanahan Kota Bima Raih IKPA Kategori Sangat Baik

    Related Posts

    5 Panduan Memilih Asuransi Jiwa yang Tepat
    Gaya Hidup

    5 Panduan Memilih Asuransi Jiwa yang Tepat: Tips Perlindungan Optimal

    09/06/2026
    Pelatih Timnas Indonesia John Herdman
    Gaya Hidup

    John Herdman Patahkan Kutukan 38 Tahun

    06/06/2026
    Mengenal Keris sebagai Warisan Budaya Nusantara
    Gaya Hidup

    Mengenal Keris sebagai Warisan Budaya Nusantara: Nilai Sejarah, Seni dan Filosofi yang Sarat Makna

    30/05/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Mengurai Pola dan Model Bisnis Gudang SRG

      Mengurai Pola dan Model Bisnis Gudang SRG: Solusi Cerdas Petani Modern Tangkal Harga Anjlok

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Menakar Ambisi Hilirisasi Energi di Kawasan Industri Katibung Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sore yang Berbeda di ‘Rumah Ketiga’ Warga Bandarlampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Pemprov Lampung Raih Penghargaan Adhi Manawa Nugraha Madya BKN

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kota Metro Naik Kelas, Pusat Kuliner Baru Lampung?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengenal Kain Tapis Lampung: Warisan Budaya Nusantara yang Bernilai Seni Tinggi dan Mendunia

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved