Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Ekonomi » Redenominasi Rupiah: Sekadar Hilangkan Nol, Bukan Potong Nilai Uang

    Redenominasi Rupiah: Sekadar Hilangkan Nol, Bukan Potong Nilai Uang

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    13/11/2025
    in Ekonomi
    Redenominasi Rupiah: Sekadar Hilangkan Nol, Bukan Potong Nilai Uang

    Mata uang rupiah. Foto: Ilustrasi

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Wacana penyederhanaan nilai mata uang Rupiah atau redenominasi kembali mencuat ke publik belakangan ini.

    Rencana penghilangan 3 angka nol dalam nominal Rupiah (contoh: Rp1.000 menjadi Rp1) tak pelak memicu kekhawatiran sebagian masyarakat yang trauma akan bayang-bayang kebijakan sanering atau pemotongan nilai uang di masa lalu.

    Baca juga : Cuan Mana Tanam Singkong atau Jagung?

    Menanggapi kegaduhan tersebut, Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, memberikan penjelasannya.

    Ia menegaskan bahwa publik tidak perlu panik berlebihan karena redenominasi memiliki perbedaan mendasar dengan sanering (Gunting Syafruddin) yang pernah membuat daya beli masyarakat anjlok.

    “Masyarakat harus paham bedanya. Sanering itu pemotongan nilai uang secara paksa saat ekonomi kacau untuk menekan uang beredar, daya beli hancur.

    “Kalau redenominasi, itu dilakukan saat ekonomi stabil. Hanya penyederhanaan nominal, nilai uang dan daya beli tetap sama,” tegas Mahendra Utama dalam keterangannya, Kamis, 13 November 2025.

    Untuk memudahkan pemahaman, Mahendra memberikan ilustrasi sederhana menggunakan komoditas sehari-hari.

    Ia mencontohkan, jika seseorang memiliki uang Rp100.000 dan harga semangkuk bakso adalah Rp20.000, maka daya belinya adalah 5 mangkuk bakso.

    Jika redenominasi diterapkan, uang tersebut secara nominal berubah menjadi Rp100, namun harga bakso juga ikut disesuaikan menjadi Rp20.

    “Hasilnya, kita tetap bisa beli 5 mangkok bakso. Jadi kesimpulannya, daya beli masyarakat sama sekali tidak berubah,” jelasnya.

    Hal ini, menurut Mahendra, berbanding terbalik dengan sanering.

    Jika terjadi sanering, nilai uang dipotong (misal Rp100.000 jadi bernilai Rp10.000) namun harga barang tetap tinggi. Kondisi itulah yang memiskinkan rakyat.

    Baca juga : Bobibos: BBM dari Limbah Jerami, Lampung Bisa Produksi?

    Mahendra menambahkan, tujuan utama redenominasi adalah efisiensi pencatatan keuangan.

    Transaksi dan pembukuan akan menjadi lebih ringkas tanpa deretan angka nol yang berlebihan.

    Selain itu, secara citra, Rupiah akan terlihat lebih kredibel dan setara dengan mata uang global.

    Meski demikian, Mahendra mengingatkan pemerintah bahwa kebijakan ini bukan tanpa risiko.

    Tantangan terbesar ada di lapangan, yakni potensi pedagang yang membulatkan harga ke atas demi keuntungan sepihak.

    “Contohnya harga asli Rp1.450 yang harusnya jadi Rp1,45, bisa jadi dibulatkan pedagang jadi Rp2. Terdengar sepele, tapi kalau terjadi massal bisa memicu inflasi,” tegasnya.

    Oleh karena itu, ia menekankan 2 kunci sukses jika kebijakan ini benar-benar digulirkan, sosialisasi yang masif dan pengawasan harga yang ketat.

    “Redenominasi bukan untuk memiskinkan rakyat. Selama pemerintah serius mengawal dan menindak oknum yang memainkan harga, ini justru bikin sistem keuangan kita lebih simpel,” pungkas Mahendra.

    Baca juga : Ekspor Lampung 2025: Melampaui Target Nasional

    Tags: #BankIndonesia#EkonomiIndonesia#Redenominasi#SaneringRupiah
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Tembus Rp16,8 Miliar! Kejari Bandarlampung Setor Lagi Rp1,8 Miliar Uang Korupsi Jalan Sutami

    Next Post

    Tanpa APBD, Gubernur Mirza Buka Lampung Fest 2025: Sinergi Kopi dan Wisata untuk Ekonomi Inklusif

    Related Posts

    Pupuk Organik Cair Lampung: Inovasi Gubernur Mirza Dorong Petani Makmur
    Ekonomi

    Pupuk Organik Cair Lampung: Inovasi Gubernur Mirza Dorong Petani Makmur

    30/03/2026
    ACC Perkuat Komitmen Dukung Pengusaha Ekspedisi di Lampung Lewat ACC Danaku
    Ekonomi

    ACC Perkuat Komitmen Dukung Pengusaha Ekspedisi di Lampung Lewat ACC Danaku

    27/03/2026
    Jaga Daya Beli di Bulan Suci, KORPRI Lampung Hadirkan Pasar Murah dan Rangkul 62 UMKM
    Ekonomi

    Jaga Daya Beli di Bulan Suci, KORPRI Lampung Hadirkan Pasar Murah dan Rangkul 62 UMKM

    11/03/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kakanwil BPN Sumsel Sambangi Kantah Banyuasin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Selamat Tinggal Tiket Manual, ASDP Targetkan 100 Persen Digital Oktober Ini

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kantor Pertanahan Banyuasin Kobarkan Gerakan Gemapatas 2025

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mayjen Kristomei Sianturi, Putra Kotabumi Lampung, Jabat Pangdam Radin Inten

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved