Lappung – Sisi lain wajah penegakan hukum di Kota Tapis Berseri terlihat berbeda pada Jumat pagi, 21 November 2025.
Menanggalkan kesan kaku yang biasa melekat pada institusi peradilan, jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandarlampung justru turun ke jalan, menyapa warga dan berbagi rezeki dalam program Jumat Berkah.
Baca juga : Datangi Kejari Bandarlampung, Wakajati Wanti-wanti Soal Kualitas Pelayanan
Kegiatan sosial yang dipusatkan tepat di depan kantor Kejari Bandarlampung ini dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Baharuddin M.
Turut mendampingi para Kepala Seksi (Kasi), Kepala Sub Bagian (Kasubag), serta staf kejaksaan yang tampak antusias membagikan ratusan nasi kotak kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kajari Bandarlampung, Baharuddin M., mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan manifestasi konkret dari fungsi kejaksaan yang tidak melulu soal penindakan hukum.
Menurutnya, keseimbangan antara integritas penegakan hukum dan kepekaan sosial harus berjalan beriringan.
“Kegiatan Jumat Berkah bukan hanya tentang menyerahkan bantuan, tetapi juga menghadirkan semangat kepedulian serta memperkuat hubungan baik antara Kejaksaan dan masyarakat,” ujar Baharuddin.
Baca juga : Sabu, Ganja, hingga Sajam: Barang Bukti 203 Perkara Dimusnahkan Kejari Bandarlampung
Suasana akrab terlihat ketika para jaksa berinteraksi langsung dengan warga.
Bantuan diberikan dengan pendekatan humanis, memastikan mereka yang benar-benar membutuhkan mendapatkan manfaatnya.
Langkah ini dinilai efektif untuk meruntuhkan sekat jarak antara aparat penegak hukum dengan warga sipil.
Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Bandarlampung, M. Angga Mahatama, menjelaskan bahwa meski agenda ini bersifat insidental dan tidak rutin setiap pekan, dampaknya diharapkan bisa dirasakan secara luas.
“Ini adalah bentuk dukungan moral kami. Kami ingin masyarakat merasa bahwa Kejaksaan hadir di tengah-tengah mereka, bukan hanya saat ada perkara, tapi juga dalam semangat gotong royong,” jelas Angga.
Melalui aksi Jumat Berkah ini, Kejari Bandarlampung berharap dapat memantik inspirasi bagi instansi lain maupun masyarakat luas untuk terus merawat nilai-nilai kebersamaan.
Di tengah tugas berat menjaga marwah hukum, sentuhan kemanusiaan seperti ini menjadi penyejuk yang mempererat sinergi antara institusi negara dan rakyatnya.
Baca juga : Salah Paham Berujung Damai: Kejari Pesawaran Mediasi Kasus Guru vs Anak





Lappung Media Network