Lappung – Panggung budaya Lampung Fest 2025 menyuguhkan pemandangan berbeda, Sabtu, 22 Oktober 2025 malam.
Di tengah dominasi tema Coffee and Tourism yang memanjakan penikmat kuliner, penampilan puluhan talenta cilik dari Komunitas Pelangi Anak Indonesia justru sukses mencuri panggung utama.
Baca juga : Kepincut Cita Rasa Lokal, Wabup Pringsewu Puji Habis Kopi di Lampung Fest 2025
Suasana di lokasi yang semula riuh oleh aktivitas stan, perlahan berubah fokus ke arah panggung.
Anak-anak tersebut tampil percaya diri membawakan medley lagu daerah seperti Lipang Lipang Dang dan Tanoh Lado, serta rangkaian tarian Nusantara.
Kombinasi vokal khas anak-anak dan koreografi yang teratur membuat banyak pengunjung rela meninggalkan antrean kopi sejenak untuk merekam aksi mereka.
Rahma (34), warga Bandarlampung, menyebut penampilan tersebut menjadi momen penyegar di tengah keramaian festival.
“Jujur tidak menyangka bakal sebagus ini. Anak saya sampai ikut menari di bawah panggung.
“Rasanya bangga melihat budaya Lampung dibawakan dengan ceria oleh anak-anak,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan Dedi (41), pengunjung asal Pringsewu.
Menurutnya, event daerah memang seharusnya menjadi panggung bagi regenerasi budaya, bukan sekadar hiburan artis populer semata.
“Melihat mereka, saya optimis budaya kita tidak akan hilang. Ini justru makin berkelas,” kata Dedi.
Baca juga : Wajib Mampir, Stand RSUDAM Jadi Spot Healing Favorit di Lampung Fest 2025
Sementara, di balik kemeriahan tersebut, ada proses panjang yang dilalui para talenta muda ini.
Ketua Komunitas Pelangi Anak Indonesia, Riki Ramli, menjelaskan bahwa anak didiknya rutin berlatih setiap pekan di Gedung Dewan Kesenian Lampung.
Kurikulum yang diajarkan pun beragam, mulai dari alat musik tradisi seperti gamolan, serdam, dan akordion, hingga penguasaan bahasa asing dan daerah.
“Tujuan utamanya menanamkan identitas. Lewat Lampung Fest ini, kami ingin tunjukkan bahwa proses regenerasi budaya itu nyata dan sedang berjalan,” tegas Riki.
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung, Bobby Irawan, menilai keterlibatan komunitas seperti Pelangi Anak Indonesia sangat krusial bagi ekosistem pariwisata daerah.
“Kami sangat mengapresiasi. Ini selaras dengan visi kami memadukan pariwisata dan edukasi budaya.
“Lampung Fest harus jadi ruang tumbuh, tempat anak-anak muda unjuk karya dan merasa dihargai di rumahnya sendiri,” pungkas Bobby.
Baca juga : Tak Cuma Pesta, Lampung Fest 2025 Hadirkan Solusi Limbah Kopi Lewat Biochar





Lappung Media Network