Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Ekonomi » Jalan Mantap Lampung: Akses Vital, Mesin Ekonomi yang Berputar Kencang

    Jalan Mantap Lampung: Akses Vital, Mesin Ekonomi yang Berputar Kencang

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    10/12/2025
    in Ekonomi
    Jalan Mantap Lampung: Akses Vital, Mesin Ekonomi yang Berputar Kencang

    Kondisi jalan mantap menjadi sinyal positif bagi percepatan mesin ekonomi daerah yang selama ini terkendala isu infrastruktur. Foto: Ilustrasi Lappung

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung baru-baru ini merilis data kemantapan jalan provinsi yang diklaim telah mencapai angka psikologis 80 persen.

    Angka ini dinilai bukan sekadar capaian teknis, melainkan sinyal positif bagi percepatan mesin ekonomi daerah yang selama ini terkendala isu infrastruktur.

    Baca juga : Klaim Kualitas Jalan Lampung di Atas Nasional, Mirza Sesalkan Minimnya Transparansi

    Menanggapi hal tersebut, Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, memberikan pandangan kritis.

    Ia menyambut baik capaian tersebut, namun mengingatkan bahwa efektivitas pembangunan tidak diukur dari panjang jalan yang diaspal semata, melainkan dampaknya terhadap jalur distribusi vital.

    “Angka 80 persen itu kabar gembira, tapi kita harus melihat di balik angka itu.

    “Apakah kemantapan ini sudah menyentuh urat nadi perekonomian? Khususnya jalan-jalan yang menjadi akses utama hasil pertanian, perkebunan, dan pariwisata.

    “Jika iya, maka ini adalah mesin ekonomi yang berputar kencang,” ujar Mahendra Utama dalam keterangannya, Rabu, 10 Desember 2025.

    Menekan Biaya Logistik Petani

    Mahendra menyoroti posisi strategis Lampung sebagai lumbung pangan nasional.

    Dengan komoditas unggulan seperti kopi, singkong, lada, dan nanas, kondisi jalan memiliki korelasi langsung dengan kesejahteraan petani.

    Menurutnya, jalan yang rusak selama ini menjadi komponen biaya siluman terbesar bagi para produsen.

    “Secara teori ekonomi, dan ini sering ditekankan oleh akademisi seperti Usep Syaipudin dari Unila, jalan rusak itu mendongkrak biaya logistik.

    “Akibatnya, harga komoditas kita jadi mahal di pasar, atau sebaliknya, harga di tingkat petani ditekan habis untuk menutupi ongkos angkut,” jelas Mahendra.

    Ia menambahkan, dengan jalan mantap, hambatan atau bottleneck distribusi terbuka.

    Truk pengangkut singkong atau kopi bisa lebih cepat sampai pabrik atau pelabuhan.

    Kualitas terjaga, biaya solar berkurang. Selisih efisiensi itulah yang seharusnya kembali ke kantong petani.

    Konektivitas Wisata dan Industri

    Selain sektor pertanian, Mahendra juga menggarisbawahi pentingnya infrastruktur bagi sektor pariwisata bahari yang menjadi primadona baru Lampung.

    Baca juga : Lampung di Simpang Jalan: Ketika Pertumbuhan Ekonomi Tak Berjalan Seiring dengan Kualitas Kerja

    Kawasan pesisir Tanggamus dan Pesawaran, yang mencakup destinasi populer seperti Teluk Kiluan dan Gigi Hiu, membutuhkan aksesibilitas prima untuk menarik wisatawan dan investor.

    Mahendra mengingatkan kembali pada strategi pembangunan era sebelumnya, di mana prioritas diberikan pada ruas-ruas pengungkit ekonomi.

    “Kita ingat dulu ada prioritas pada ruas Padang Cermin–Teluk Kiluan–Way Umbar hingga Simpang Umbar–Putih Doh.

    “Jalur-jalur ini vital, bukan hanya untuk wisatawan tapi juga akses menuju Kawasan Industri Maritim (KIM). Investor butuh kepastian akses. Jika jalan hancur, mereka lari,” tegasnya.

    Jika ruas-ruas strategis tersebut termasuk dalam cakupan 80 persen jalan mantap yang dirilis BMBK, Mahendra optimistis Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung akan mengalami akselerasi signifikan dalam waktu dekat.

    Pemeliharaan Berkelanjutan

    Meski mengapresiasi kinerja Dinas BMBK di bawah kepemimpinan Muhammad Taufiqullah yang memprioritaskan perbaikan jalan berdampak ekonomi, Mahendra memberikan catatan akhir mengenai keberlanjutan (sustainability).

    Ia menegaskan bahwa jalan mantap adalah investasi jangka panjang yang harus dijaga mutunya.

    “Pekerjaan rumah belum selesai saat aspal kering. Tantangan terberat adalah pemeliharaan.

    “Jangan sampai 80 persen ini hanya angka sesaat yang kemudian turun lagi karena kualitas pengerjaan yang rendah atau pengawasan tonase kendaraan yang lemah.

    “Keberlanjutan adalah kunci pertumbuhan ekonomi yang stabil di Bumi Ruwa Jurai,” pungkas Mahendra.

    Baca juga : 1 Tahun Prabowo-Gibran: Catatan Perjalanan Menuju Indonesia Emas 2045

    Tags: #EkonomiLampung#InfrastrukturMaj#JalanVital
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Tambah Rp1,7 Miliar, Total Pemulihan Uang Negara Kasus Sutami Capai Rp18,6 Miliar

    Next Post

    Dilema Konservasi dan Kesejahteraan: Menyorot Konflik Perambahan TNBBS dalam Dinamika Lampung

    Related Posts

    Pupuk Organik Cair Lampung: Inovasi Gubernur Mirza Dorong Petani Makmur
    Ekonomi

    Pupuk Organik Cair Lampung: Inovasi Gubernur Mirza Dorong Petani Makmur

    30/03/2026
    ACC Perkuat Komitmen Dukung Pengusaha Ekspedisi di Lampung Lewat ACC Danaku
    Ekonomi

    ACC Perkuat Komitmen Dukung Pengusaha Ekspedisi di Lampung Lewat ACC Danaku

    27/03/2026
    Jaga Daya Beli di Bulan Suci, KORPRI Lampung Hadirkan Pasar Murah dan Rangkul 62 UMKM
    Ekonomi

    Jaga Daya Beli di Bulan Suci, KORPRI Lampung Hadirkan Pasar Murah dan Rangkul 62 UMKM

    11/03/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kakanwil BPN Sumsel Sambangi Kantah Banyuasin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • PDRB Bandarlampung Versus PDRB Palembang: Siapa Unggul?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mayjen Kristomei Sianturi, Putra Kotabumi Lampung, Jabat Pangdam Radin Inten

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kantor Pertanahan Banyuasin Kobarkan Gerakan Gemapatas 2025

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved