Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Ekonomi » Kaleidoskop Pemprov Lampung 2025: Merajut Pertumbuhan di Tengah Tantangan

    Kaleidoskop Pemprov Lampung 2025: Merajut Pertumbuhan di Tengah Tantangan

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    28/12/2025
    in Ekonomi
    Kaleidoskop Pemprov Lampung 2025: Merajut Pertumbuhan di Tengah Tantangan

    Ilustrasi-Geliat aktivitas perekonomian dan infrastruktur di Provinsi Lampung. Ekonomi Lampung tercatat tumbuh positif sebesar 5,04 persen pada tahun 2025, didorong oleh penguatan sektor pertanian dan investasi yang kian inklusif. Foto: Arsip Lappung/I

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Kinerja perekonomian Provinsi Lampung sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan mencapai 5,04 persen pada kuartal III.

    Angka ini mencatatkan kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di level 4,57 persen.

    Baca juga : Nasib Industri Lampung: Antara Lonjakan Agro dan Stagnasi Manufaktur Berat

    Meski statistik menunjukkan grafik menanjak, Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung untuk tidak sekadar berpuas diri pada angka di atas kertas.

    Menurutnya, tantangan terbesar justru terletak pada bagaimana pertumbuhan tersebut dikonversi menjadi kesejahteraan riil bagi masyarakat.

    “Tahun 2025 memang menjadi catatan tersendiri. Angka 5,04 persen itu jelas lebih baik dari tahun lalu.

    “Tapi yang menarik bagi saya bukan sekadar angkanya, melainkan dari mana pertumbuhan itu datang,” ujar Mahendra, dalam keterangannya, Minggu, 28 Desember 2025.

    Mahendra menyoroti struktur pertumbuhan ekonomi Lampung yang kini dinilai lebih tangguh.

    Jika sebelumnya ekonomi daerah kerap bertumpu pada satu dua sektor, tahun ini terlihat diversifikasi yang lebih nyata.

    Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi primadona, namun pemerintah dinilai mulai serius memperkuat fondasi ekonomi dari dalam, bukan sekadar mengejar angka tinggi semata.

    “Diversifikasi ini penting. Ekonomi yang terlalu bergantung pada satu sektor saja akan sangat rentan goyah jika ada guncangan eksternal,” tambahnya.

    IPM

    Selain sektor ekonomi, perbaikan juga terlihat pada indikator sosial.

    Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung naik dari 73,13 pada 2024 menjadi 73,98 di tahun 2025.

    Kepala BPS Lampung, Ahmadriswan Nasution, sebelumnya menyebut kenaikan ini mencerminkan perbaikan di sektor pendidikan, kesehatan, dan standar hidup.

    Mahendra mengapresiasi kenaikan IPM tersebut sebagai progres yang konsisten, meski belum tergolong spektakuler.

    Namun, ia memberi catatan keras terkait isu infrastruktur dan pola komunikasi publik pemerintah yang masih menjadi sorotan warga.

    “Kita tidak bisa menutup mata terhadap keluhan masyarakat. Masalah kualitas perbaikan jalan, misalnya, masih sering terdengar,” tegas Mahendra.

    Komunikasi Publik dan Investasi

    Dalam pandangannya, Mahendra juga menyinggung kebijakan kontroversial Pemprov Lampung terkait pembatasan foto pejabat di media luar ruang.

    Langkah ini membelah opini publik, ada yang mendukung sebagai upaya fokus pada substansi program, namun ada pula yang skeptis dan menganggapnya sekadar strategi politik.

    Baca juga : Jual Pasir Putih, Beli Masa Depan: Dilema Pariwisata Pantai Lampung

    “Saya pribadi melihat ini sebagai upaya entah berhasil atau tidak untuk membuat komunikasi pemerintah lebih substansial.

    “Jangan sampai terjebak pada figur, tapi lupa pada isi kebijakannya,” ulasnya.

    Di sisi lain, iklim investasi di Lampung pada awal 2025 mencatatkan realisasi yang signifikan.

    Hal ini menjadi sinyal positif terbukanya lapangan kerja baru.

    Namun, Mahendra menekankan bahwa pekerjaan rumah pemerintah belum selesai.

    Pertanyaan besarnya adalah apakah investasi dan pertumbuhan ekonomi itu mampu menggerus angka kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja yang berkualitas.

    “Angka statistik itu penting, tapi lebih penting lagi terjemahannya dalam kehidupan nyata.

    “Jangan sampai kita terjebak dalam euforia angka, sementara di lapangan masih banyak masalah yang belum tersentuh,” pungkas Mahendra.

    Menutup pandangannya, Mahendra menyebut tahun 2025 sebagai masa transisi dari pertumbuhan stabil menuju pertumbuhan yang inklusif.

    Ia berharap sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dapat memastikan pembangunan di Lampung benar-benar meningkatkan kualitas hidup warganya, bukan sekadar deretan angka statistik.

    Baca juga : APEKSI Outlook 2025 di Lampung: Peluang Ekonomi atau Sekadar Ajang Seremonial?

    Tags: #LampungBangkit#PembangunanBerkualitas
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Nasib Industri Lampung: Antara Lonjakan Agro dan Stagnasi Manufaktur Berat

    Next Post

    Okupansi Hotel Yogya Tembus 80 Persen, Turis Lampung dan Kalimantan Mendominasi

    Related Posts

    Apa Saja Tipe SPBU Pertamina
    Ekonomi

    Apa Saja Tipe SPBU Pertamina (Lembaga Penyalur BBM)?

    29/04/2026
    Siapa Saja 17 Bos BPI Danantara
    Ekonomi

    Siapa Saja 17 Bos BPI Danantara, Inilah Daftar Lengkapnya

    28/04/2026
    Siapa Saja 16 Bos Subholding Downstream Pertamina
    Ekonomi

    Siapa Saja 16 Bos Subholding Downstream Pertamina?

    27/04/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Inilah 6 Perbedaan BPJS dan Asuransi Swasta

      Inilah 6 Perbedaan BPJS dan Asuransi Swasta yang Wajib Anda Tahu!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Jejak Hilirisasi di Tiga Desa: Mengawal Mesin Pengering, Menuai Kesejahteraan Petani Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 7 Alasan Logis Gubernur Mirza Prioritas Perbaiki Jalan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 5 Cara Menghilangkan Bau Mulut Permanen: Solusi Tepat dan Tepercaya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Hilirisasi Berbasis Rawa: Strategi Mesuji Lepas dari Kutukan Komoditas

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengenal Keris sebagai Warisan Budaya Nusantara: Nilai Sejarah, Seni dan Filosofi yang Sarat Makna

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved