Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Lampung Lumbung Sukun Terbesar di Luar Jawa yang Terabaikan.
Lampung Lumbung Sukun Terbesar di Luar Jawa yang Terabaikan
Oleh: Mahendra Utama*
Produksi 14.441 Ton di 2024, tapi Tak Tersentuh Sentra Industri
Lampung diam-diam menyimpan potensi pangan yang luar biasa. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, provinsi ini bertengger di peringkat keempat nasional dengan total produksi 144.417,62 kuintal atau sekitar 14.441 ton.
Dengan angka tersebut, Lampung menjadi kontributor utama di luar Jawa, bahkan melampaui Sulawesi Selatan dan DI Yogyakarta.
Namun ironisnya, status sebagai “Raja Sukun dari Sumatera” ini tak membawa sentuhan industrialisasi. Pemerhati Pembangunan Mahendra Utama menyoroti kelemahan mendasar: data produksi hingga level kabupaten/kota di Lampung tidak tersedia.
Ketiadaan data spesifik ini membuat pemerintah daerah kesulitan melakukan pembinaan dan pemetaan sentra komoditas.
Padahal, indikasi kuat sentra sukun terlihat dari pelatihan diversifikasi di Desa Simbaringin, Lampung Selatan.
Teori Resource Curse dari Auty (1993) relevan: daerah dengan kekayaan SDA sering gagal memanfaatkannya karena tata kelola yang buruk.
Lampung justru lebih getol menghilirisasi singkong yang menyumbang 51% produksi nasional (7,9 juta ton pada 2024), sementara sukun dengan angka fantastis nyaris tak tersentuh program pengembangan.
Padahal, peluang emas ini tak boleh terus dibiarkan. Simak artikel kedua. (*)
——————————————————–
* Penulis: Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan.





Lappung Media Network