Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Menuju Ekonomi Gajah: Branding & Digitalisasi UMKM TNWK.
Menuju Ekonomi Gajah: Branding & Digitalisasi UMKM TNWK
Oleh: Mahendra Utama*
Festival Way Kambas 2025 telah membuktikan potensi besar: bazaar UMKM, stand promosi wisata, hingga pertunjukan seni mampu menggairahkan ekonomi lokal.
Dengan status ASEAN Heritage Park, TNWK bukan lagi milik Lampung semata, melainkan aset ASEAN.
Peluang Emas di Era Digital
Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di desa penyangga seperti Braja Harjosari telah mulai memanfaatkan media digital website, Instagram, hingga iklan online.
Ini fondasi yang harus diperkuat. Riset menunjukkan aktivitas wisata TNWK berdampak positif pada perekonomian, terbukti dari munculnya UMKM bertema “Way Kambas”.
Bahkan, pengolahan produk perikanan di Desa Rantau Jaya Udik II menjadi contoh nyata pengolahan sumber daya lokal.
Strategi Pemprov & Pemkab: Branding dan Literasi Digital
1. Master Brand “Eco-UMKM Way Kambas”: Ciptakan identitas kolektif yang terstandarisasi, dari dodol hingga kerajinan tangan.
2. Digital Marketing Massive: Bangun platform digital terintegrasi untuk pemasaran dan pemesanan paket ekowisata.
3. Pelatihan Kapasitas SDM: Latih pelaku UMKM dalam content creation, pengemasan produk, dan manajemen keuangan.
4. Kemitraan Strategis: Libatkan perguruan tinggi seperti Itera dan Unila dalam pendampingan teknis.
Ekonom Brian Arthur dalam teori Increasing Returns mengingatkan bahwa keunggulan kompetitif dibangun dari jejaring dan skala.
Dengan branding kolektif dan digitalisasi, UMKM TNWK bisa bertransformasi dari sekadar penjual suvenir menjadi mitra utama ekosistem wisata dunia.
Mari wujudkan ekonomi yang inklusif. Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Bupati Ela Siti Nuryamah, rakyat menanti kebijakan nyata! (*)
——————————————————————
* Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.





Lappung Media Network