Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Saburai » KKI Melompat 69,5%, Ini Dampak Ekonomi dan Rakyat

    KKI Melompat 69,5%, Ini Dampak Ekonomi dan Rakyat

    Editor354 by Editor354
    18/08/2026
    in Saburai
    KKI Melompat 69,5%

    Ilustrasi: OpiniMahe: KKI Melompat 69,5%, Ini Dampak Ekonomi dan Rakyat. (Sumber Foto: Dok. Lappung.COM).

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: KKI Melompat 69,5%, Ini Dampak Ekonomi dan Rakyat.

     

    KKI Melompat 69,5%, Ini Dampak Ekonomi dan Rakyat
    Oleh: Mahendra Utama*

     

    Transaksi Pemerintah Tembus Rp147,8 Miliar

    Bank Indonesia (BI) mencatat nilai transaksi Kartu Kredit Indonesia (KKI) segmen pemerintah pada triwulan II 2026 mencapai Rp147,8 miliar, melonjak 69,5% dari Rp87,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

    Saat ini, 59 kementerian/lembaga (60%) dan 296 pemda (54%) telah aktif menggunakan KKI. Pada 17 Agustus 2026, BI resmi meluncurkan KKI Segmen Ritel untuk masyarakat umum.

    Dampak Ekonomi: Efisiensi dan Kedaulatan

    Teori Keunggulan Komparatif menunjukkan bahwa KKI menciptakan efisiensi biaya transaksi karena seluruh pemrosesan dilakukan domestik melalui Infrastruktur Sistem Pembayaran Nasional, bukan melalui prinsipal internasional seperti Visa atau Mastercard.

    Pejabat Gubernur BI Destry Damayanti menegaskan, sistem pembayaran adalah “urat nadi aktivitas ekonomi yang menghubungkan masyarakat dengan pelaku usaha, inovasi dengan produktivitas, serta kepercayaan dengan pertumbuhan ekonomi”.

    Kehadiran KKI memberikan “ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha untuk masuk ke dalam ekosistem digital”.

    Dengan pangsa pasar QRIS mencapai 65% dan kartu kredit internasional terus menurun hingga 15%, KKI memperkuat ekosistem keuangan digital nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

    Dampak bagi Rakyat: Akses Kredit Lebih Luas

    Bagi masyarakat, KKI membuka akses fasilitas kredit sebagai penopang konsumsi di tengah ketidakpastian ekonomi global.

    KKI tahap awal hadir dalam bentuk kartu digital yang terintegrasi dengan QRIS bisa melalui scan maupun QRIS TAP.

    Delapan bank first mover telah menerbitkan KKI: BCA, Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, Permata, Bank Mega, dan BSI untuk skema syariah.

    KKI tidak menggantikan kartu internasional, melainkan berdampingan (co-exist) untuk memperkaya pilihan masyarakat.

    Kesimpulan

    KKI mendorong efisiensi transaksi, memperkuat kedaulatan sistem pembayaran nasional, dan membuka akses kredit bagi masyarakat sejalan dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 dan Asta Cita. (*)
    ——————————————————————-
    * Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.

    Via: M. Satria
    Tags: #EkonomiDigital#MahendraUtama#PemerhatiPembangunanBIKartuKreditIndonesiaKKIOpiniMaheSistemPembayaranNasional
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Dari Nasi Kotak sampai Kopi Kafe, Lampung Butuh Ekosistem Kemasan yang Kuat

    Next Post

    Peluang Emas Kakao Lampung: Mengubah Biji Lokal Menjadi Cokelat Premium Dunia

    Related Posts

    Menuju Hilirisasi Berkelanjutan Lampung
    Saburai

    Dari Lumbung Pisang ke Pabrik Nilai Tambah: Menuju Hilirisasi Berkelanjutan Lampung

    09/09/2026
    Jihan Orkestrasi Desa Tangguh Bencana
    Saburai

    Arahan Mirza, Jihan Orkestrasi Desa Tangguh Bencana

    08/09/2026
    Populasi Terpadat 10 Ibukota Provinsi di Sumatra
    Saburai

    Urutan Populasi Terpadat 10 Ibukota Provinsi di Sumatra: Medan Memimpin

    07/09/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • 7 Jenis Pamor Keris yang Paling Terkenal

      7 Jenis Pamor Keris yang Paling Terkenal: Mengenal Keindahan dan Filosofi di Balik Bilah Pusaka Nusantara

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Hilirisasi Kemiri Pesawaran: Mengubah Limbah Jadi Berkah, Masyarakat Sejahtera

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Arahan Mirza, Jihan Orkestrasi Desa Tangguh Bencana

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Urutan Populasi Terpadat 10 Ibukota Provinsi di Sumatra: Medan Memimpin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kepuasan Pelanggan Pertagas Melesat, CSI 2026 Tembus Rekor

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Dari Suadesa hingga Anugerah Hijau: Resep PGN Membangun Desa Berkelanjutan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved